Man City vs Madrid: Menanti Aksi Sayap-sayap Los Blancos
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 17 Apr 2024 08:31 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Real Madrid lebih unggul dalam permainan dari sisi sayap ketimbang Man City. (REUTERS/Juan Medina)
Jakarta, CNN Indonesia --
Real Madrid bisa mengandalkan kualitas para pemain sayap saat menghadapi Manchester City pada leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Kamis (18/4) dini hari WIB.
Dalam catatan Opta, Man City berhasil menguasai hampir seluruh sektor tengah lapangan. Sedangkan Real Madrid hanya bisa mengendalikan bagian tepian di bagian kecil sayap kanan dan sayap kiri.
Ini jadi indikasi Man City punya kemapanan dalam mengendalikan tempo pertandingan. Akan tetapi, Man City ternyata inferior dalam menyikapi serangan balik dari sektor sayap. Terbukti dari tiga gol yang dilesakkan Madrid semuanya berawal dari serangan dari samping.
Real Madrid dipersenjatai pemain sayap yang mumpuni. Vinicius Junior berhasil mengobrak-abrik dari sisi kiri dan Federico Valverde dari sebelah kanan.
Gol ketiga Real Madrid jadi bukti betapa mengerikannya penyerang sayap yang dimiliki. Sayangnya hal ini kurang bisa ditangani oleh Manuel Akanji dan Josko Gvardiol yang kerap terlambat turun ke benteng pertahanan karena terlampau asyik membantu serangan.
Kesalahan seperti itu perlu dikoreksi oleh Pep Guardiola. Pengalamannya melatih Barcelona selama lima musim seharusnya memberi gambaran utuh dalam menaklukan Real Madrid. Pengalaman panjang juru taktik 53 tahun itu sebenarnya sudah cenderung positif dalam tren lima pertandingan terakhir kontra Real Madrid di Liga Champions.
Man City sama sekali belum terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir lawan Real Madrid. Mereka bahkan pernah menang 4-0 di leg kedua semifinal Liga Champions 2022/2023 pada 18 Mei tahun lalu.
Sejak terakhir dikalahkan pada 5 Mei 2022, Guardiola seakan sudah menemukan hapalan dalam menaklukan pemilik 14 trofi Liga Champions itu. Di saat yang sama, Real Madrid di bawah kendali Carlo Ancelotti juga nampak kesulitan mencari celah kelemahan City di panggung Eropa.
Membombardir sisi sayap dapat jadi salah satu cara Real Madrid membongkar pertahanan seperti yang dilakukan pada leg kedua. Namun di saat yang sama, lini tengah Madrid tak boleh lengah dalam mengatasi kecerdikan Kevin De Bruyne yang lihai melihat ruang kosong.
Status tuan rumah juga bisa jadi rintangan tersendiri bagi Real Madrid. Bukan tak mungkin suporter tuan rumah bakal memberi tekanan ekstra untuk Jude Bellingham yang berasal dari Inggris. Kepercayaan diri pemain termasuk Bellingham jadi salah satu kunci strategi dapat berjalan dengan baik.
Real Madrid hanya punya satu kesempatan terakhir untuk memperbaiki kesalahan. Pertandingan lawan City bakal jadi pembuktian bagi Madrid siapa yang masih layak jadi raja di Eropa.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Manchester City dan Real Madrid akan kembali bertemu di leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Kamis (18/4) dini hari WIB. Hasil imbang di leg pertama membuat laga ini jadi partai hidup-mati yang dimulai dari 'nol' lagi.
Pada pertemuan sebelumnya, kedua kubu harus puas dengan hasil sama kuat. Skor 3-3 jadi bukti keperkasaan Man City dan Real Madrid sebagai raksasa Eropa yang sesungguhnya saat ini.
Kombinasi gol cepat nan cerdik di awal babak pertama, jual-beli serangan kelas dunia dan saling balas menjebol gawang jadi bukti perjumpaan The Citizens dan Los Blancos berkualitas dunia. Penikmat sepak bola tentu ingin tontonan yang seru kembali terulang di leg kedua, namun masing-masing kubu tentu hanya ingin pihaknya yang melaju ke semifinal.
Kedua pihak hadir dengan modal maksimal. Man City sedang berada dalam motivasi tinggi usai merebut puncak klasemen sementara Liga Inggris. Real Madrid juga semakin kokoh di pucuk tertinggi La Liga setelah mengalahkan Mallorca di akhir pekan lalu.
Dari komposisi skuad, Man City tidak memiliki masalah. Phil Foden dan Kevin De Bruyne yang sempat mengalami kendala fisik dikabarkan sudah kembali prima.
Namun berbeda dengan Los Blancos yang kehilangan David Alaba, Aurelien Tchouameni, dan Thibaut Courtois.
Sejauh ini absennya pemain inti itu tidak terlalu mengkhawatirkan bagi Madrid. Andriy Lunin menggantikan Courtois dengan baik.
Absennya David Alaba dan Eder Militao juga bisa diatasi perihal penjagaan benteng pertahanan. Duet Nacho dan Antonio Rudiger sudah lebih dari cukup untuk mengawal jantung pertahanan Real Madrid.
Belum lagi dengan kehadiran Toni Kroos, Eduardo Camavinga, dan Jude Bellingham di lini tengah. Eksistensi trio gelandang itu bakal jadi lawan sengit bagi Man City yang mengandalkan penguasaan bola khas racikan Pep Guardiola.
Meski begitu, Guardiola sudah pasti punya formula yang efektif untuk menantang trio gelandang milik Madrid. Sosok Rodri, Bernardo Silva, dan Kevin De Bruyne jadi kuncinya.
Real Madrid bisa mengandalkan kualitas para pemain sayap saat menghadapi Manchester City pada leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Kamis (18/4) dini hari WIB.
Dalam catatan Opta, Man City berhasil menguasai hampir seluruh sektor tengah lapangan. Sedangkan Real Madrid hanya bisa mengendalikan bagian tepian di bagian kecil sayap kanan dan sayap kiri.
Ini jadi indikasi Man City punya kemapanan dalam mengendalikan tempo pertandingan. Akan tetapi, Man City ternyata inferior dalam menyikapi serangan balik dari sektor sayap. Terbukti dari tiga gol yang dilesakkan Madrid semuanya berawal dari serangan dari samping.
Real Madrid dipersenjatai pemain sayap yang mumpuni. Vinicius Junior berhasil mengobrak-abrik dari sisi kiri dan Federico Valverde dari sebelah kanan.
Gol ketiga Real Madrid jadi bukti betapa mengerikannya penyerang sayap yang dimiliki. Sayangnya hal ini kurang bisa ditangani oleh Manuel Akanji dan Josko Gvardiol yang kerap terlambat turun ke benteng pertahanan karena terlampau asyik membantu serangan.
Kesalahan seperti itu perlu dikoreksi oleh Pep Guardiola. Pengalamannya melatih Barcelona selama lima musim seharusnya memberi gambaran utuh dalam menaklukan Real Madrid. Pengalaman panjang juru taktik 53 tahun itu sebenarnya sudah cenderung positif dalam tren lima pertandingan terakhir kontra Real Madrid di Liga Champions.
Man City sama sekali belum terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir lawan Real Madrid. Mereka bahkan pernah menang 4-0 di leg kedua semifinal Liga Champions 2022/2023 pada 18 Mei tahun lalu.
Sejak terakhir dikalahkan pada 5 Mei 2022, Guardiola seakan sudah menemukan hapalan dalam menaklukan pemilik 14 trofi Liga Champions itu. Di saat yang sama, Real Madrid di bawah kendali Carlo Ancelotti juga nampak kesulitan mencari celah kelemahan City di panggung Eropa.
Membombardir sisi sayap dapat jadi salah satu cara Real Madrid membongkar pertahanan seperti yang dilakukan pada leg kedua. Namun di saat yang sama, lini tengah Madrid tak boleh lengah dalam mengatasi kecerdikan Kevin De Bruyne yang lihai melihat ruang kosong.
Status tuan rumah juga bisa jadi rintangan tersendiri bagi Real Madrid. Bukan tak mungkin suporter tuan rumah bakal memberi tekanan ekstra untuk Jude Bellingham yang berasal dari Inggris. Kepercayaan diri pemain termasuk Bellingham jadi salah satu kunci strategi dapat berjalan dengan baik.
Real Madrid hanya punya satu kesempatan terakhir untuk memperbaiki kesalahan. Pertandingan lawan City bakal jadi pembuktian bagi Madrid siapa yang masih layak jadi raja di Eropa.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Antara Gengsi dan Duel Hidup-Mati
Waktunya Man City membuka kans mempertahankan gelar Liga Champions. (REUTERS/Juan Medina)
Manchester City dan Real Madrid akan kembali bertemu di leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Etihad, Kamis (18/4) dini hari WIB. Hasil imbang di leg pertama membuat laga ini jadi partai hidup-mati yang dimulai dari 'nol' lagi.
Pada pertemuan sebelumnya, kedua kubu harus puas dengan hasil sama kuat. Skor 3-3 jadi bukti keperkasaan Man City dan Real Madrid sebagai raksasa Eropa yang sesungguhnya saat ini.
Kombinasi gol cepat nan cerdik di awal babak pertama, jual-beli serangan kelas dunia dan saling balas menjebol gawang jadi bukti perjumpaan The Citizens dan Los Blancos berkualitas dunia. Penikmat sepak bola tentu ingin tontonan yang seru kembali terulang di leg kedua, namun masing-masing kubu tentu hanya ingin pihaknya yang melaju ke semifinal.
Kedua pihak hadir dengan modal maksimal. Man City sedang berada dalam motivasi tinggi usai merebut puncak klasemen sementara Liga Inggris. Real Madrid juga semakin kokoh di pucuk tertinggi La Liga setelah mengalahkan Mallorca di akhir pekan lalu.
Dari komposisi skuad, Man City tidak memiliki masalah. Phil Foden dan Kevin De Bruyne yang sempat mengalami kendala fisik dikabarkan sudah kembali prima.
Namun berbeda dengan Los Blancos yang kehilangan David Alaba, Aurelien Tchouameni, dan Thibaut Courtois.
Sejauh ini absennya pemain inti itu tidak terlalu mengkhawatirkan bagi Madrid. Andriy Lunin menggantikan Courtois dengan baik.
Absennya David Alaba dan Eder Militao juga bisa diatasi perihal penjagaan benteng pertahanan. Duet Nacho dan Antonio Rudiger sudah lebih dari cukup untuk mengawal jantung pertahanan Real Madrid.
Belum lagi dengan kehadiran Toni Kroos, Eduardo Camavinga, dan Jude Bellingham di lini tengah. Eksistensi trio gelandang itu bakal jadi lawan sengit bagi Man City yang mengandalkan penguasaan bola khas racikan Pep Guardiola.
Meski begitu, Guardiola sudah pasti punya formula yang efektif untuk menantang trio gelandang milik Madrid. Sosok Rodri, Bernardo Silva, dan Kevin De Bruyne jadi kuncinya.