Ini anomali. Selama era kepelatihan Shin, baru kali dipanggil 22 pemain. Biasanya pelatih asal Korea Selatan tersebut memanggil 26 hingga 28 pemain untuk pemusatan latihan.
Ini memancing spekulasi. Setidaknya ada tiga spekulasi yang muncul. Pertama, ini strategi dari Shin untuk mengelabui Irak dan Filipina, agar saat pertandingan terkecoh.
Namun asumsi ini agak mudah dipatahkan. Pasalnya pemanggilan pemain baru akan segera diketahui. Dalam era informasi terbuka, sulit menutupi pemanggilan pemain.
Sudah begitu bukan perkara sulit untuk mencari data dan rekaman pertandingan seorang pemain. Strategi dan gaya bermain Indonesia racikan Shin pun tak sulit mencarinya.
Kedua, Shin menunggu pemain-pemain keturunan selesai naturalisasinya. Setidaknya ada tiga nama yang sedang dalam proses, yakni Calvin Verdonk, Ole Romeny, dan Jens Raven.
Melihat kebiasaan PSSI selama 2024, proses naturalisasi bisa berjalan cepat. Walau hingga kini belum ada pembahasan di DPR RI, proses hingga sumpah diyakini bisa cepat.
Ketiga, PSSI sedang kesulitan keuangan sehingga hanya bisa memanggil pemain dalam jumlah terbatas. Pernyataan PSSI terkait naiknya harga tiket pertandingan menggambarkan hal tersebut.
Hanya saja persepsi ini pun mudah dipatahkan. Selama era kepemimpinan Erick Thohir di PSSI, nyaris tak terdengar isu federasi kekurangan dana untuk pembiayaan Timnas.
Berkaca dari fakta sejarah, selalu ada pemain yang dipanggil setelah daftar nama awal dirilis. Namun, biasanya, pemanggilan pemain baru diiringi kabar tak bisa hadirnya satu atau dua pemain.
Yang pasti, pemanggilan kali ini sesuai permintaan Shin. Pria 53 tahun ini pasti punya alasan logis dan realistis meracik skuad mini untuk melawan Irak (6/6) dan Filipina (11/6).
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Bisa dibilang, ada sejumlah nama yang luput dari pemanggilan Shin Tae Yong untuk Timnas Indonesia. Padahal mereka ini kualitasnya bersaing.
Beberapa nama yang awalnya rutin dipanggil dan mulai dikesampingkan adalah Saddil Ramdani, Elkan Baggott, Marc Klok, Rachmat Irianto, dan Nadeo Argawinata.
Saddil terakhir dipanggil saat persiapan Piala Asia 2023 (2024). Namun Saddil akhirnya dicoret menjelang kejuaraan. Padahal saat itu nama pemain Sabah FC ini sudah masuk skuad.
Adapun Baggott baru kali ini tak dipanggil. Sebelumnya pemain yang berkiprah di Liga Inggris ini dipanggil untuk playoff Olimpiade 2024, tetapi kabarnya mengabaikan.
Selanjutnya Klok akhirnya tersisih. Pemain Persib Bandung ini terakhir kali masuk skuad melawan Vietnam, tetapi tak main sama sekali. Sepertinya Klok dianggap tak memenuhi kualifikasi.
Untuk Irianto, tak terlalu terang. Pemain serba bisa ini terakhir dipanggil untuk persiapan Piala Asia 2023, tetapi akhirnya dicoret karena mengalami cedera. Efek ini rupanya masih berlanjut.
Sementara Nadeo sepertinya mulai kalah bersaing. Ia sempat tak masuk skuad Piala Asia 2023, tetapi kemudian masuk daftar pemain melawan Vietnam, walau akhirnya tak dimainkan.
Selain itu ada Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, Alfeandra Dewangga yang sebelumnya dipanggil, kini tidak. Hokky yang awalnya dipersiapkan untuk masa depan, mulai ditinggal.
Adakah pemain lain yang rasanya masih pantas dipanggil, namun luput? Stefano Lilipaly tentu saja tak pantas dilupakan. Terlepas ada kendala antara Lilipaly dan Shin, hal ini tetap mengganjal.
Daftar pemain dari empat tim fase championship series juga tak ada yang masuk daftar panggil. Ini cukup mengagetkan bagi sebagian pihak, termasuk tim pelatih klub-klub itu.
Kembali ke titik awal, ini semua ada kaitannya dengan keputusan pemilihan skuad mini. Jika PSSI tak membatasi, mungkin jumlah pemain untuk lawan Irak dan Filipina akan bertambah.
Ini anomali. Selama era kepelatihan Shin, baru kali dipanggil 22 pemain. Biasanya pelatih asal Korea Selatan tersebut memanggil 26 hingga 28 pemain untuk pemusatan latihan.
Ini memancing spekulasi. Setidaknya ada tiga spekulasi yang muncul. Pertama, ini strategi dari Shin untuk mengelabui Irak dan Filipina, agar saat pertandingan terkecoh.
Namun asumsi ini agak mudah dipatahkan. Pasalnya pemanggilan pemain baru akan segera diketahui. Dalam era informasi terbuka, sulit menutupi pemanggilan pemain.
Sudah begitu bukan perkara sulit untuk mencari data dan rekaman pertandingan seorang pemain. Strategi dan gaya bermain Indonesia racikan Shin pun tak sulit mencarinya.
Kedua, Shin menunggu pemain-pemain keturunan selesai naturalisasinya. Setidaknya ada tiga nama yang sedang dalam proses, yakni Calvin Verdonk, Ole Romeny, dan Jens Raven.
Melihat kebiasaan PSSI selama 2024, proses naturalisasi bisa berjalan cepat. Walau hingga kini belum ada pembahasan di DPR RI, proses hingga sumpah diyakini bisa cepat.
Ketiga, PSSI sedang kesulitan keuangan sehingga hanya bisa memanggil pemain dalam jumlah terbatas. Pernyataan PSSI terkait naiknya harga tiket pertandingan menggambarkan hal tersebut.
Hanya saja persepsi ini pun mudah dipatahkan. Selama era kepemimpinan Erick Thohir di PSSI, nyaris tak terdengar isu federasi kekurangan dana untuk pembiayaan Timnas.
Berkaca dari fakta sejarah, selalu ada pemain yang dipanggil setelah daftar nama awal dirilis. Namun, biasanya, pemanggilan pemain baru diiringi kabar tak bisa hadirnya satu atau dua pemain.
Yang pasti, pemanggilan kali ini sesuai permintaan Shin. Pria 53 tahun ini pasti punya alasan logis dan realistis meracik skuad mini untuk melawan Irak (6/6) dan Filipina (11/6).
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
STY Bakal Panggil Pemain Lagi Jelang Indonesia vs Irak?
Elkan Baggott tak masuk dalam 22 nama yang dipanggil beberapa waktu lalu. (Dok. PSSI)
Bisa dibilang, ada sejumlah nama yang luput dari pemanggilan Shin Tae Yong untuk Timnas Indonesia. Padahal mereka ini kualitasnya bersaing.
Beberapa nama yang awalnya rutin dipanggil dan mulai dikesampingkan adalah Saddil Ramdani, Elkan Baggott, Marc Klok, Rachmat Irianto, dan Nadeo Argawinata.
Saddil terakhir dipanggil saat persiapan Piala Asia 2023 (2024). Namun Saddil akhirnya dicoret menjelang kejuaraan. Padahal saat itu nama pemain Sabah FC ini sudah masuk skuad.
Adapun Baggott baru kali ini tak dipanggil. Sebelumnya pemain yang berkiprah di Liga Inggris ini dipanggil untuk playoff Olimpiade 2024, tetapi kabarnya mengabaikan.
Selanjutnya Klok akhirnya tersisih. Pemain Persib Bandung ini terakhir kali masuk skuad melawan Vietnam, tetapi tak main sama sekali. Sepertinya Klok dianggap tak memenuhi kualifikasi.
Untuk Irianto, tak terlalu terang. Pemain serba bisa ini terakhir dipanggil untuk persiapan Piala Asia 2023, tetapi akhirnya dicoret karena mengalami cedera. Efek ini rupanya masih berlanjut.
Sementara Nadeo sepertinya mulai kalah bersaing. Ia sempat tak masuk skuad Piala Asia 2023, tetapi kemudian masuk daftar pemain melawan Vietnam, walau akhirnya tak dimainkan.
Selain itu ada Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, Alfeandra Dewangga yang sebelumnya dipanggil, kini tidak. Hokky yang awalnya dipersiapkan untuk masa depan, mulai ditinggal.
Adakah pemain lain yang rasanya masih pantas dipanggil, namun luput? Stefano Lilipaly tentu saja tak pantas dilupakan. Terlepas ada kendala antara Lilipaly dan Shin, hal ini tetap mengganjal.
Daftar pemain dari empat tim fase championship series juga tak ada yang masuk daftar panggil. Ini cukup mengagetkan bagi sebagian pihak, termasuk tim pelatih klub-klub itu.
Kembali ke titik awal, ini semua ada kaitannya dengan keputusan pemilihan skuad mini. Jika PSSI tak membatasi, mungkin jumlah pemain untuk lawan Irak dan Filipina akan bertambah.