Jakarta, CNN Indonesia -- Piala AFF atau ASEAN Cup akan digelar pada 2024. Bagaimana kira-kira skuad Timnas Indonesia di ajang tersebut?
Timnas Indonesia mengalami perubahan besar dalam dua tahun terakhir seiring mengalirnya gelombang pemain-pemain naturalisasi. Pada edisi Piala AFF 2022, Timnas Indonesia memiliki tiga pemain naturalisasi yaitu Jordi Amat yang sempat berkiprah di Eropa serta Marc Klok dan Ilija Spasojevic yang lama merumput di Liga Indonesia.
Setelah momen itu, mulai mengalir naturalisasi lainnya. Sandy Walsh yang sebenarnya berada satu gelombang dengan Jordi Amat, lalu ada pula Shayne Pattynama. Kemudian Ivar Jenner, Rafael Struick, dan Justin Hubner yang awalnya dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naturalisasi terus berlanjut dengan kehadiran Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Ragnar Oratmangoen, dan Thom Haye. Pemain-pemain ini masih aktif berkiprah di Eropa dan membuat kualitas Timnas Indonesia makin meningkat. Maarten Paes lalu jadi pemain naturalisasi terakhir yang bisa membela Timnas Indonesia dan menunggu debut.
Dengan kehadiran pemain-pemain tersebut, Timnas Indonesia mulai bisa berbicara banyak. Skuad Garuda bisa lolos ke 16 besar Piala Asia dan mampu melangkah jauh di Piala Asia U-23 meski akhirnya gagal lolos ke Olimpiade karena kalah di playoff lawan Guinea.
Menghadapi Piala AFF, pembicaraan tentang skuad Timnas Indonesia menarik untuk dicermati. Dalam sejarah, Piala AFF adalah turnamen yang belum pernah dimenangkan oleh Indonesia sejak 1996.
Meski berkali-kali masuk ke babak final, Timnas Indonesia harus puas selalu mengakhiri perjalanan sebagai runner up. Indonesia jadi tim besar ASEAN yang belum pernah mengecap nikmat jadi juara. Indonesia bahkan kalah dari Singapura yang sudah empat kali jadi juara.
Berkaitan dengan hal tersebut, tentu PSSI punya motif kuat untuk memanggil seluruh pemain terbaik Timnas Indonesia untuk Piala AFF mendatang. Walaupun fokus utama Timnas Indonesia mungkin sudah mengarah ke level Asia, persaingan di Asia Tenggara jadi salah satu tantangan menarik untuk ditaklukkan dan dimenangkan.
PSSI era Erick Thohir tentu punya motivasi besar memutus sejarah buruk Timnas Indonesia di ajang Piala AFF. Hal itu yang bisa mendorong PSSI memanggil pemain-pemain terbaik.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Waktu yang Sulit untuk Mengumpulkan Pemain Terbaik
PSSI era Erick Thohir tentu berharap bisa memutus catatan buruk Timnas Indonesia di Piala AFF. (AFP/MIGUEL MEDINA)
Masalahnya adalah waktu pelaksanaan Piala AFF 2024. Tahun ini Piala AFF digelar pada 23 November hingga 21 Desember. Pemanggilan pemain jadi tantangan tersendiri.
Andaikan digelar di pertengahan Desember hingga pertengahan Januari, pemain yang merumput di Liga Belanda bisa saja dengan lebih mudah bergabung karena kompetisi sedang memasuki jeda pertengahan musim. Mereka hanya perlu mengorbankan waktu libur.
Untuk tampil sejak November, hal tersebut bakal jadi tantangan berat bagi PSSI dalam hal pemanggilan pemain. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah kembali melakukan lobi-lobi seperti yang mereka terapkan di Piala Asia U-23 yang juga bukan merupakan agenda FIFA.
Masalah lain adalah, agenda FIFA Matchday atau lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia di November adalah pada rentang 13-21 November. Hal itu berarti pemain-pemain yang berkiprah di luar negeri baru saja diizinkan membela Timnas Indonesia.
Berat rasanya membayangkan pemain-pemain tersebut bisa langsung melanjutkan perjuangan dengan terus bersama Timnas Indonesia mulai 23 November yang artinya mereka tidak akan kembali ke klub untuk waktu lama.
Opsi logis lainnya adalah meminta izin ketika turnamen Piala AFF memasuki babak akhir. Namun pilihan ini juga punya kendala besar. Bila memanggil banyak pemain luar negeri yang mayoritas baru bisa bergabung di fase akhir turnamen, Timnas Indonesia akan minim materi pemain yang bisa dipilih di fase grup.
Alih-alih bisa berharap pemain terbaik datang di fase akhir, Timnas Indonesia malah menghadapi risiko besar terseok-seok di fase grup karena keterbatasan pemain. Hal ini tentu bakal jadi mimpi buruk.
Hal yang paling mudah jelas memanggil pemain yang berkiprah di Liga 1 dan kombinasi melobi pemain-pemain luar negeri yang berpotensi diizinkan membela Timnas Indonesia di luar agenda FIFA. Bila pilihan ini yang diambil dan bisa dilakukan oleh PSSI dan Timnas Indonesia, tentu materi pemain Timnas Indonesia di Piala AFF mendatang akan mengalami perubahan cukup signfikan bila dibandingkan skuad untuk duel lawan Irak dan Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
[Gambas:Video CNN]