Timnas Indonesia vs Tanzania: Duel Progresif Asia dan Afrika
Abdul Susila | CNN Indonesia
Rabu, 29 Mei 2024 08:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia hadapi ekspektasi tinggi dari publik. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Selama 2024, performa Timnas Indonesia di semua level usia yang diasuh Shin Tae Yong tampil menjanjikan dan menghadirkan ukuran standar baru.
Di Piala Asia 2023 (2024), meski kalah dari Australia di babak 16 besar, Permainan tim Merah Putih menyenangkan untuk dilihat mata.
Selanjutnya, saat menang dua kali atas Vietnam, marwah Timnas benar-benar mulai pulih. Agresif, solid, garang, dan cerdik bercampur jadi satu kesatuan.
Hal sama ditampilkan anak-anak Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024. Walau akhirnya gagal ke Olimpiade 2024, permainan Timnas menggembirakan.
Dengan kombinasi pemain U-23 dan senior saat melawan Tanzania (2/6), dilanjutkan melawan Irak (6/6) dan Filipina (11/6), harusnya Timnas Indonesia makin sangar.
Kini standar publik atas Timnas Indonesia mulai tinggi. Ini yang membuat beban pemain bisa terganggu saat melawan Tanzania di Stadion Madya.
Apalagi pertandingan ini masuk kategori FIFA A Match. Artinya ada poin yang dikejar yang nantinya akan menaikkan peringkat Indonesia di FIFA.
Untuk laga melawan Tanzania, setidaknya tiga pemain bakal absen. Jay Idzes sudah pasti absen, sedangkan Pratama Arhan dan Justin Hubner tak layak dipaksakan.
Dengan kata lain formasi bertahan Jordi Amat, Rizky Ridho, Shandy Walsh bisa menjadi opsi, dengan Asnawi Mangkualam dan Shayne Pattynama sebagai fullback.
Lini tengah kiranya tak mengkhawatirkan lagi. Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, dan Marselino Ferdinan bisa dimainkan secara bersamaan.
Untuk lini depan, tinggal siapa yang akan mendampingi Ragnar Oratmangoen di depan. Apakah Egy Maulana Vikri, Dimas Drajat, atau Yakob Sayuri.
(jun)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tanzania memang bukan negara top di kancah sepak bola Afrika. Jangankan ke Piala Dunia, main di Piala Afrika pun jarang. Namun, Timnas Indonesia wajib waspada.
Faktanya, peringkat Tanzania di FIFA lebih baik dari Indonesia. Tim berjulukan Taifa Stars ini berada di posisi ke-119 dunia, sedangkan Indonesia ke-134.
Mengacu peringkat, nasib Indonesia dan Tanzania pun relatif sama. Kedua negara sama-sama terus beranjak dari posisi papan bawah dalam lima tahun terakhir.
Pada akhir 2019, Tanzania menempati peringkat ke-137 FIFA. Setiap tahunnya, posisi Tanzania naik, dari 135 (2020), 131 (2021), 130 (2022), dan 121 (2023).
Adapun Indonesia yang berada di peringkat ke-174 pada akhir 2019, kini sudah di urutan ke-134. Indonesia asuhan Shin Tae Yong jadi tim yang paling progresif.
Urusan progresif, tim asuhan Hemed Morocco juga membuat sejumlah kejutan. Salah satunya lolos ke putaran final Piala Afrika 2023.
Ini kejutan, sebab Tanzania diyakini tak akan lolos saat kualifikasi. Yang lebih diunggulkan lolos adalah Uganda sebagai tim 100 besar peringkat FIFA.
Beberapa pemain Tanzania juga patut diwaspadai skuad Garuda. Beberapa di antaranya Mbwana Samatta, Novatus Miroshi, dan Himid Mao.
Samatta merupakan striker yang dipercaya jadi kapten tim dan musim ini membela klub papan atas Yunani, PAOK. Adapun Miroshi jadi pemain muda berbakat.
Namun, performa Tanzania sedang kurang baik. Sebelum ini Tanzania sempat dilumat 1-2 oleh Sudan sebelum akhirnya membalas 1-0 dalam laga uji coba periode Mei 2024.
Ini semua jadi alarm bagi Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan agar tak memandang sebelah mata lawan. Meski hanya uji coba, main jelek tak boleh terjadi.
Baca di halaman selanjutnya>>>
Tekanan Standar Tinggi Publik Indonesia
Timnas Indonesia hadapi ekspektasi tinggi dari publik. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Selama 2024, performa Timnas Indonesia di semua level usia yang diasuh Shin Tae Yong tampil menjanjikan dan menghadirkan ukuran standar baru.
Di Piala Asia 2023 (2024), meski kalah dari Australia di babak 16 besar, Permainan tim Merah Putih menyenangkan untuk dilihat mata.
Selanjutnya, saat menang dua kali atas Vietnam, marwah Timnas benar-benar mulai pulih. Agresif, solid, garang, dan cerdik bercampur jadi satu kesatuan.
Hal sama ditampilkan anak-anak Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024. Walau akhirnya gagal ke Olimpiade 2024, permainan Timnas menggembirakan.
Dengan kombinasi pemain U-23 dan senior saat melawan Tanzania (2/6), dilanjutkan melawan Irak (6/6) dan Filipina (11/6), harusnya Timnas Indonesia makin sangar.
Kini standar publik atas Timnas Indonesia mulai tinggi. Ini yang membuat beban pemain bisa terganggu saat melawan Tanzania di Stadion Madya.
Apalagi pertandingan ini masuk kategori FIFA A Match. Artinya ada poin yang dikejar yang nantinya akan menaikkan peringkat Indonesia di FIFA.
Untuk laga melawan Tanzania, setidaknya tiga pemain bakal absen. Jay Idzes sudah pasti absen, sedangkan Pratama Arhan dan Justin Hubner tak layak dipaksakan.
Dengan kata lain formasi bertahan Jordi Amat, Rizky Ridho, Shandy Walsh bisa menjadi opsi, dengan Asnawi Mangkualam dan Shayne Pattynama sebagai fullback.
Lini tengah kiranya tak mengkhawatirkan lagi. Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, dan Marselino Ferdinan bisa dimainkan secara bersamaan.
Untuk lini depan, tinggal siapa yang akan mendampingi Ragnar Oratmangoen di depan. Apakah Egy Maulana Vikri, Dimas Drajat, atau Yakob Sayuri.