Jakarta, CNN Indonesia -- Pertandingan uji coba Timnas Indonesia kontra Tanzania di Stadion Madya, Senayan, Minggu (2/6) sepertinya akan jadi ajang eksperimen Shin Tae Yong.
Eksperimen sangat mungkin dilakukan, mengingat skuad yang dipanggil minim, cuma 22 pemain, plus tambahan dua pemain baru dan Yance Sayuri yang terpaksa dipulangkan.
Dua pemain yang baru dipanggil adalah Nadeo Argawinata dan Malik Risaldi. Adapun Yance dengan berat hati dicoret dari skuad karena mengalami cedera dalam latihan perdana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah begitu, ada tiga pemain yang tidak bergabung dari awal. Mereka itu Jay Idzes, Justin Hubner, dan Jordi Amat. Jordi Amat dan Justin Hubner datang mepet dengan waktu pertandingan harus bergelut dengan kebugaran sedangkan Jay Idzes masih harus membela Venezia dalam perebutan tiket Serie A akhir pekan ini.
Dengan kata lain Idzes tak bisa main sedangkan Jordi Amat dan Hubner bakal dilihat kondisi terakhirnya. Mengacu daftar panggil Timnas, hanya tersisa dua bek tengah yaitu Rizky Ridho Ramadhani dan Muhammad Ferarri yang bakal siap turun.
Untuk melawan Tanzania yang peringkat FIFA-nya lebih baik dari Indonesia, kendati bukan tim jagoan Afrika, tetap dibutuhkan komposisi bek yang solid agar tidak dipermalukan.
Lantas siapa yang bisa jadi pilihan? Jika Jordi dan Hubner disimpan oleh Shin Tae Yong, nama-nama seperti Sandy Walsh dan Nathan Tjoe-A-On bisa menjadi pilihan.
Sandy sudah beberapa kali dijadikan bek tengah dalam situasi genting, saat krisis bek. Nathan juga pernah bermain sebagai palang pintu di Piala Asia U-23 dan playoff Olimpiade 2024.
Mungkin, tak ada salahnya, memasang kombinasi Sandy, Ridho, dan Nathan. Komposisi ini terbilang realistis mengingat jumlah bek sayap yang tersedia jauh lebih banyak.
 Jordi Amat kemungkinan besar bakal tetap bermain di laga Indonesia vs Tanzania. (AP/Thanassis Stavrakis) |
Untuk posisi bek sayap kanan misalnya, ada Asnawi Mangkualam Bahar dan Yakob Sayuri. Adapun posisi bek sayap kiri masih ada Pratama Arhan dan Shayne Pattynama.
Pilihan gelandang pun tak berkurang saat lini pertahanan diotak-atik. Sekurangnya ada tiga, jika bukan empat, untuk menjadi penghambat dan pengatur permainan tim.
Keempat pemain tersebut adalah Ivar Jenner, Thom Haye, Marselino Ferdinan, dan Ricky Kambuaya. Khusus Marselino, mulai sering dimainkan Shin sebagai winger atau penyerang sayap.
Jika komposisi belakang dan tengah aman, bagaimana di depan? Stok untuk penyerang sayap relatif banyak pilihan. Namun tidak ada pemain yang merupakan striker murni.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Pembuktian Kualitas Malik Risaldi
Bila dimainkan, Malik Risaldi bisa memberikan pembuktian kualitasnya di hadapan Shin Tae Yong. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Keputusan Shin Tae Yong memanggil Malik Risaldi ke pemusatan latihan Timnas Indonesia disambut gembira. Setidaknya Shin tidak dianggap abai dengan potensi lokal.
Musim ini, bersama Madura United, Malik Risaldi tampil impresif. Pemain 27 tahun ini membukukan 13 gol dan empat assist. Performanya ini mengalahkan ketajaman Ramadhan Sananta.
Malik yang belum pernah membela Timnas Indonesia, di semua level usia, seperti sedang mencapai puncak keemasan permainan. Dibanding musim lalu, aksinya makin matang.
Masalahnya Malik adalah seorang winger. Posisinya sama dengan Egy Maulana Vikri dan Rafael Struick atau bahkan Ragnar Oratmangoen dan Dimas Drajad.
Memainkan Malik yang baru bergabung dengan skuad Merah Putih pada Sabtu (1/6), setelah tampil di final leg kedua Championship Series Liga 1 2023/2024, mungkin kurang efektif.
Secara metabolisme tubuh, Malik tidak dalam kondisi terbaik untuk menghadapi Tanzania. Namun, mencobanya atau memberikan debut di penghujung babak kedua bisa jadi pilihan menarik.
Jika dikomparasi berdasarkan statistik, Malik paling tajam dibanding semua jajaran penyerang yang dipanggil Shin. Bahkan statistik Ragnar dan Struick tak ada apa-apanya.
 Ragnar Oratmangoen bisa jadi pilihan striker murni di duel lawan Tanzania. (AFP) |
Karena itu eksperimen Shin sangat dinanti. Apakah pelatih asal Korea Selatan ini tetap teguh menjadikan Struick jadi ujung tombak atau akan diberikan ke Ragnar?
Dalam laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Vietnam, Ragnar mencetak dua gol. Ini pemandangan indah, sebab sudah lama Indonesia tidak punya penyerang tajam.
Sedangkan Dimas yang menjalani musim kurang baik bersama Persikabo 1973, tetap dipanggil Shin. Pelatih 53 tahun ini seperti mengetahui kualitas Dimas yang tak dilihat banyak orang.
Akankah Malik debut di Timnas Indonesia saat melawan Tanzania? Segala kemungkinan bisa terjadi, sebab Shin suka membuat kejutan untuk laga uji coba, tak seperti laga resmi.
Terlepas hasil dari melawan Tanzania bukan tujuan utama, kemenangan tetap punya arti penting. Ayo, Shin racik skema yang membuat Indonesia bisa terbang semakin tinggi.
[Gambas:Video CNN]