Nova Arianto dan Jalan Menanjak Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF
Abdul Susila | CNN Indonesia
Kamis, 04 Jul 2024 12:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia U-16 kini bersiap menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17. (Dok PSSI)
Dalam satu dekade terakhir pelaksanaan Piala AFF U-15 atau U-16, selalu ada pemain yang akhirnya muncul dan jadi bintang Timnas Indonesia.
Dari edisi 2013 ada Asnawi Mangkualam (yang saat itu masih seorang gelandang), dari edisi 2017 dan 2018 ada beberapa nama seperti David Maulana dan Brylian Aldama.
Kemudian untuk edisi berikutnya ada Marselino Ferdinan yang kini berkiprah di luar negeri. Lalu dari edisi 2022 ada nama-nama seperti Kafiatur Rizky, Narendra Tegar, dan Riski Afrisal.
Kali ini, di Piala AFF U-16 2024, muncul nama-nama seperti Evandra Florasta dan Daniel Alfrido. Jika terus diasah dan rutin main di kompetisi, bakat mereka bisa berkembang.
Nama-nama lainnya, seperti Zahaby Gholy, Mierza Firjatullah, Putu Panji, Dafa Zaidan, dan Nur Ichsan. Masa depan mereka masih panjang dan tidak pantas layu sebelum ranum.
Tentu saja hal itu akan terjadi jika mereka dapat kompetisi. Jika PSSI tak segera menggelar Liga U-16, kualitas mereka akan terkikis habis. Banyak contoh nama yang bisa disebut.
Sedangkan promosi ke Liga 1, seperti didapat Marselino, butuh pelatih yang peduli pembinaan. Untuk level profesional, tidak banyak pelatih yang berani memberi menit main pemain muda.
Terlepas dari itu performa anak-anak Indonesia di Piala AFF U-16 2024 terus meningkat. Mentalitas pemain terasah dengan sangat baik selama kejuaraan.
Saat kalah dari Australia adalah buktinya. Meski tampil dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama, daya juang pemain tetap tinggi dan memberi perlawanan keras.
Namun, ini mentalitas di dalam negeri. Daya juang dan ketahanan mental pemain belum teruji di luar negeri. Bisa dibilang ini adalah pekerjaan besar Nova Arianto.
Jika PSSI memang mematok target Indonesia U-16 tampil di Piala Dunia U-17 2025, memperbanyak uji coba internasional adalah sebuah keharusan. Bila perlu pemusatan latihan di luar negeri.
(ptr/ptr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tak ada uji coba internasional sebelum kejuaraan membuat pencapaian Timnas Indonesia U-16 di Piala AFF U-16 2024 sudah maksimal.
Garuda Asia, julukan Indonesia U-16, menempati peringkat ketiga Piala AFF U-16 2024 setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 5-0 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (3/7) sore.
Bagi Nova Arianto, sang pelatih, ini juga jadi pengalaman perdana. Sebelum ini Nova hanya merupakan asisten Shin Tae Yong di Timnas Indonesia sejak 2020.
Sejumlah klub, seperti Lampung Sakti dan Madiun Putra memang pernah dibesut, tetapi di kancah lokal. Untuk pengalaman di level internasional, Piala AFF U-16 2024 adalah jejak pertama.
Torehan Nova ini sama dengan kisah Bima Sakti dan Fakhri Husaini. Fakhri gagal di Piala AFF U-15 2017, tetapi kemudian meraih gelar juara pada edisi 2018.
Bima pun demikian. Setelah gagal pada edisi 2019 bersama Marselino Ferdinan dan kawan-kawan, Bima berhasil mempersembahkan gelar juara pada 2022 bersama Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan.
Malahan, setelah Piala AFF U-16 ini Nova harus berpikir keras bagaimana caranya Indonesia bisa lolos ke Piala Asia U-17. Pasalnya Fakhri dan Bima mencapai itu.
Fakhri membawa Indonesia U-16 lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2018. Adapun Bima membawa tim asuhannya lolos ke Piala Asia U-17 2020 yang akhirnya batal digelar karena pandemi Covid-19.
Adapun Kualifikasi Piala Asia U-17 2025 akan berlangsung pada 23-27 Oktober 2024 di Kuwait. Lawan yang akan dihadapi adalah Australia, Kuwait, dan Kepulauan Mariana Utara.
Ini bukan grup yang mudah. Australia diunggulkan dan Kuwait berstatus tuan rumah. Meski demikian ada kans bagi Nova menyamai proses kepelatihan Fakhri dan Bima.
Salah satu cara agar target lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2025 tercapai tentu saja dengan menggelar laga uji coba internasional. Tak cukup Piala AFF U-16 2024 dijadikan modal.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Mesin Pencetak Gelandang Potensial
Timnas Indonesia U-16 kini bersiap menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17. (Dok PSSI)
Dalam satu dekade terakhir pelaksanaan Piala AFF U-15 atau U-16, selalu ada pemain yang akhirnya muncul dan jadi bintang Timnas Indonesia.
Dari edisi 2013 ada Asnawi Mangkualam (yang saat itu masih seorang gelandang), dari edisi 2017 dan 2018 ada beberapa nama seperti David Maulana dan Brylian Aldama.
Kemudian untuk edisi berikutnya ada Marselino Ferdinan yang kini berkiprah di luar negeri. Lalu dari edisi 2022 ada nama-nama seperti Kafiatur Rizky, Narendra Tegar, dan Riski Afrisal.
Kali ini, di Piala AFF U-16 2024, muncul nama-nama seperti Evandra Florasta dan Daniel Alfrido. Jika terus diasah dan rutin main di kompetisi, bakat mereka bisa berkembang.
Nama-nama lainnya, seperti Zahaby Gholy, Mierza Firjatullah, Putu Panji, Dafa Zaidan, dan Nur Ichsan. Masa depan mereka masih panjang dan tidak pantas layu sebelum ranum.
Tentu saja hal itu akan terjadi jika mereka dapat kompetisi. Jika PSSI tak segera menggelar Liga U-16, kualitas mereka akan terkikis habis. Banyak contoh nama yang bisa disebut.
Sedangkan promosi ke Liga 1, seperti didapat Marselino, butuh pelatih yang peduli pembinaan. Untuk level profesional, tidak banyak pelatih yang berani memberi menit main pemain muda.
Terlepas dari itu performa anak-anak Indonesia di Piala AFF U-16 2024 terus meningkat. Mentalitas pemain terasah dengan sangat baik selama kejuaraan.
Saat kalah dari Australia adalah buktinya. Meski tampil dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama, daya juang pemain tetap tinggi dan memberi perlawanan keras.
Namun, ini mentalitas di dalam negeri. Daya juang dan ketahanan mental pemain belum teruji di luar negeri. Bisa dibilang ini adalah pekerjaan besar Nova Arianto.
Jika PSSI memang mematok target Indonesia U-16 tampil di Piala Dunia U-17 2025, memperbanyak uji coba internasional adalah sebuah keharusan. Bila perlu pemusatan latihan di luar negeri.