Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah mencetak sejarah untuk Indonesia di Olimpiade 2024 Paris. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia --
Atlet-atlet Indonesia punya catatan apik di Olimpiade 2024 Paris. Berikut rekor-rekor Indonesia di Olimpiade 2024.
Kontingen Merah Putih memberangkatkan 29 atlet dari 12 cabang olahraga. Bulutangkis jadi cabor dengan atlet terbanyak yakni sembilan orang.
Hingga akhir penyelenggaraan, Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu perunggu. Dua emas hadir dari cabor panjat tebing dan angkat besi, sedangkan perunggu dipersembahkan bulutangkis.
Medali pertama Indonesia di Olimpiade 2024 diraih oleh Gregoria Mariska Tunjung di nomor tunggal putri.
Kemudian medali emas diraih oleh atlet panjat tebing Veddriq Leonardo yang mengalahkan atlet China, Wu Peng pada final nomor speed putra. Di hari yang sama, giliran lifter Rizki Juniansyah jadi yang terbaik pada cabor angkat besi di nomor 73 kilogram putra.
Selain prestasi yang diraih atlet Merah Putih, ada catatan menarik yang turut digoreskan wakil kebanggaan Indonesia.
Berikut rekor Indonesia di Olimpiade 2024:
1. Pertama Kali Emas Lahir dari Dua Cabor Berbeda
Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Olimpiade, ada dua medali emas yang diraih oleh dua cabor berbeda.
Panjat tebing dan angkat besi adalah dua cabor pencetak sejarah tersebut. Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah menggoreskan tinta emas dalam perjalanan Indonesia di pesta olahraga dunia.
Sebelumnya, tradisi medali emas di Olimpiade selalu dipersembahkan oleh bulutangkis. Namun pada Olimpiade 2024, bulutangkis tidak meraih emas.
2. Penantian 2 Emas Selama 32 Tahun Berakhir
Olimpiade 1992 adalah momen perdana bagi Indonesia mempersembahkan medali emas. Susy Susanti dan Alan Budikusuma menapak podium tertinggi pada masing-masing nomor lomba di cabor bulutangkis.
Setelah itu, torehan maksimal medali emas Indonesia selalu satu keping dalam perhitungan medali. Barulah pada Olimpiade 2024, penantian selama 32 tahun akhirnya berakhir.
Di satu sisi, sebenarnya pertama kali Indonesia mendapat medali emas adalah di Olimpiade 1972 melalui cabor bulutangkis. Namun kala itu, bulutangkis masih berstatus cabor ekshibisi dan tidak masuk dalam perhitungan medali resmi.
3. Emas dalam Debut Speed Panjat Tebing Olimpiade
Cabor panjat tebing pertama kali ditampilkan di Olimpiade 2020 Tokyo, namun saat itu nomor yang ditampilkan adalah kombinasi.
Barulah pada Olimpiade 2024, nomor lomba dipisah menjadi boulder, lead, dan speed. Indonesia mengirim wakil untuk nomor speed.
Hasilnya adalah medali emas untuk speed putra melalui Veddriq Leonardo. Ia menang di final dengan catatan waktu 4,75 detik.
Bersambung ke halaman kedua >>>
4. Emas Pertama Angkat Besi
Angkat besi adalah salah satu cabor yang pertama kali diikuti Indonesia di Olimpiade. Momen itu terjadi pada Olimpiade 1952 di Helsinki.
Menjadi langganan peserta di Olimpiade, panjat tebing jadi lumbung medali selain bulutangkis. Namun butuh penantian lama untuk mencetak sejarah di cabor ini.
Setelah 67 tahun, akhirnya angkat besi meraih emas untuk pertama kalinya di Olimpiade. Rizki Juniansyah jadi atlet yang menorehkan sejarah tersebut dari nomor 73 kilogram.
5. Rekor Peraih Emas Termuda Indonesia
Selain mencetak sejarah sebagai atlet angkat besi pertama yang meraih emas Olimpiade, Rizki Juniansyah juga jadi atlet termuda penyabet emas Olimpiade.
Atlet kelahiran 17 Juni 2003 itu berusia 21 tahun 1 bulan saat meraih emas Olimpiade. Ia memecahkan rekor yang sudah bertahan 32 tahun.
Sebelumnya, Susy Susanti adalah atlet termuda peraih medali emas Olimpiade dengan usia 21 tahun 5 bulan ketika jadi juara di nomor tunggal putri Olimpiade 1992.
6. Gregoria Akhiri Penantian 16 Tahun
Gregoria Mariska Tunjung mengakhiri penantian 16 tahun tunggal putri Indonesia meraih medali di Olimpiade. Jorji menjadi tunggal putri pertama sejak Maria Kristin Yulianti di Olimpiade 2008 Beijing yang mampu meraih medali.
Gregoria juga menambah panjang daftar tunggal putri peraih medali Olimpiade 2024. Hal itu terjadi setelah atlet 25 tahun tersebut meraih perunggu di Paris 2024.
Gregoria jadi tunggal putri keempat Indonesia yang mampu mempersembahkan medali Olimpiade. Ia mengikuti jejak Susy Susanti (emas Olimipade 1992 dan perunggu Olimpiade 1996), Mia Audina (perak Olimpiade 1996), dan Maria Kristin Yulianti (perunggu Olimpiade 2008)
7. Rizki Juniansyah Cetak Rekor Olimpiade
Rizki Juniansyah bukan hanya merebut emas bersejarah. Lifter 21 tahun itu juga sukses mencetak rekor Olimpiade untuk angkatan clean and jerk nomor 73 kilogram putra.
Rekor itu tercipta saat Rizki melakukan angkatan kedua dengan berat 199 kilogram.
Atlet-atlet Indonesia punya catatan apik di Olimpiade 2024 Paris. Berikut rekor-rekor Indonesia di Olimpiade 2024.
Kontingen Merah Putih memberangkatkan 29 atlet dari 12 cabang olahraga. Bulutangkis jadi cabor dengan atlet terbanyak yakni sembilan orang.
Hingga akhir penyelenggaraan, Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu perunggu. Dua emas hadir dari cabor panjat tebing dan angkat besi, sedangkan perunggu dipersembahkan bulutangkis.
Medali pertama Indonesia di Olimpiade 2024 diraih oleh Gregoria Mariska Tunjung di nomor tunggal putri.
Kemudian medali emas diraih oleh atlet panjat tebing Veddriq Leonardo yang mengalahkan atlet China, Wu Peng pada final nomor speed putra. Di hari yang sama, giliran lifter Rizki Juniansyah jadi yang terbaik pada cabor angkat besi di nomor 73 kilogram putra.
Selain prestasi yang diraih atlet Merah Putih, ada catatan menarik yang turut digoreskan wakil kebanggaan Indonesia.
Berikut rekor Indonesia di Olimpiade 2024:
1. Pertama Kali Emas Lahir dari Dua Cabor Berbeda
Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Olimpiade, ada dua medali emas yang diraih oleh dua cabor berbeda.
Panjat tebing dan angkat besi adalah dua cabor pencetak sejarah tersebut. Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah menggoreskan tinta emas dalam perjalanan Indonesia di pesta olahraga dunia.
Sebelumnya, tradisi medali emas di Olimpiade selalu dipersembahkan oleh bulutangkis. Namun pada Olimpiade 2024, bulutangkis tidak meraih emas.
2. Penantian 2 Emas Selama 32 Tahun Berakhir
Olimpiade 1992 adalah momen perdana bagi Indonesia mempersembahkan medali emas. Susy Susanti dan Alan Budikusuma menapak podium tertinggi pada masing-masing nomor lomba di cabor bulutangkis.
Setelah itu, torehan maksimal medali emas Indonesia selalu satu keping dalam perhitungan medali. Barulah pada Olimpiade 2024, penantian selama 32 tahun akhirnya berakhir.
Di satu sisi, sebenarnya pertama kali Indonesia mendapat medali emas adalah di Olimpiade 1972 melalui cabor bulutangkis. Namun kala itu, bulutangkis masih berstatus cabor ekshibisi dan tidak masuk dalam perhitungan medali resmi.
3. Emas dalam Debut Speed Panjat Tebing Olimpiade
Cabor panjat tebing pertama kali ditampilkan di Olimpiade 2020 Tokyo, namun saat itu nomor yang ditampilkan adalah kombinasi.
Barulah pada Olimpiade 2024, nomor lomba dipisah menjadi boulder, lead, dan speed. Indonesia mengirim wakil untuk nomor speed.
Hasilnya adalah medali emas untuk speed putra melalui Veddriq Leonardo. Ia menang di final dengan catatan waktu 4,75 detik.
Bersambung ke halaman kedua >>>
Angkat Besi Cetak Banyak Rekor Luar Biasa
Rizki Juniansyah menjadi atlet termuda yang mampu merebut medali emas Olimpiade untuk Indonesia. (REUTERS/Amanda Perobelli)
4. Emas Pertama Angkat Besi
Angkat besi adalah salah satu cabor yang pertama kali diikuti Indonesia di Olimpiade. Momen itu terjadi pada Olimpiade 1952 di Helsinki.
Menjadi langganan peserta di Olimpiade, panjat tebing jadi lumbung medali selain bulutangkis. Namun butuh penantian lama untuk mencetak sejarah di cabor ini.
Setelah 67 tahun, akhirnya angkat besi meraih emas untuk pertama kalinya di Olimpiade. Rizki Juniansyah jadi atlet yang menorehkan sejarah tersebut dari nomor 73 kilogram.
5. Rekor Peraih Emas Termuda Indonesia
Selain mencetak sejarah sebagai atlet angkat besi pertama yang meraih emas Olimpiade, Rizki Juniansyah juga jadi atlet termuda penyabet emas Olimpiade.
Atlet kelahiran 17 Juni 2003 itu berusia 21 tahun 1 bulan saat meraih emas Olimpiade. Ia memecahkan rekor yang sudah bertahan 32 tahun.
Sebelumnya, Susy Susanti adalah atlet termuda peraih medali emas Olimpiade dengan usia 21 tahun 5 bulan ketika jadi juara di nomor tunggal putri Olimpiade 1992.
6. Gregoria Akhiri Penantian 16 Tahun
Gregoria Mariska Tunjung mengakhiri penantian 16 tahun tunggal putri Indonesia meraih medali di Olimpiade. Jorji menjadi tunggal putri pertama sejak Maria Kristin Yulianti di Olimpiade 2008 Beijing yang mampu meraih medali.
Gregoria juga menambah panjang daftar tunggal putri peraih medali Olimpiade 2024. Hal itu terjadi setelah atlet 25 tahun tersebut meraih perunggu di Paris 2024.
Gregoria jadi tunggal putri keempat Indonesia yang mampu mempersembahkan medali Olimpiade. Ia mengikuti jejak Susy Susanti (emas Olimipade 1992 dan perunggu Olimpiade 1996), Mia Audina (perak Olimpiade 1996), dan Maria Kristin Yulianti (perunggu Olimpiade 2008)
7. Rizki Juniansyah Cetak Rekor Olimpiade
Rizki Juniansyah bukan hanya merebut emas bersejarah. Lifter 21 tahun itu juga sukses mencetak rekor Olimpiade untuk angkatan clean and jerk nomor 73 kilogram putra.
Rekor itu tercipta saat Rizki melakukan angkatan kedua dengan berat 199 kilogram.