Menanti Cerita Manis Marselino Ferdinan di Inggris
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 21 Agu 2024 07:54 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Marselino Ferdinan peman muda potensial milik Indonesia. (REUTERS/IBRAHEEM AL OMARI)
Sebelum Marselino Ferdinan jadi sorotan bersama Timnas Indonesia senior, bakat jebolan akademi Persebaya Surabaya itu sudah terendus media asing.
The Guardian memasukkannya ke dalam daftar 60 pemain muda potensial pada 2021 lalu. Dalam daftar itu ada sederet nama yang kini akrab di telinga seperti Savinho, Yousoufa Moukoko, dan Gavi. Marselino adalah satu-satunya pemain Indonesia dan Asia Tenggara dalam daftar tersebut.
Kala itu pesona Marselino menguat berkat performa impresif dalam debut di tim senior Persebaya Surabaya. Ia terpilih jadi pemain muda terbaik Liga 1 2021/2022. Setelahnya, Marselino melanglang buana bersama Timnas Indonesia hingga namanya berkibar ke Eropa.
Di satu sisi, Marselino harus berjuang keras untuk mendapatkan jam terbang di Oxford. Ia punya saingan dengan level tinggi di tim asuhan Des Buckingham tersebut.
Sang pelatih punya kebiasaan menerapkan formasi 4-1-4-1. Dengan posisi utama Marselino sebagai gelandang serang, kesempatan terbuka baginya mengingat Marceng, sapaan Marselino juga bisa dimainkan sebagai sayap kiri, sayap kanan, dan gelandang tengah.
Ada empat pemain andalan Oxford yang selalu starter dalam tiga laga terakhir musim ini. Mereka adalah Ruben Rodrigues (gelandang serang), Tyler Goodrham (sayap kanan), Cameron Brannagan (gelandang tengah), dan Przemyslaw Placheta (sayap kiri).
Kesempatan realistis bagi Marselino sejauh ini adalah menarik hati pelatih sebagai pelapis mereka berempat. Sebab Marselino juga akan bersaing dengan pemain lain di bangku cadangan.
Jadi pelapis adalah tahap pertama yang perlu dilakukan Marselino. Ia tak perlu terburu-buru menargetkan jadi pemain utama musim ini. Berjuang demi menit bermain adalah visi yang perlu ditanamkan Marselino saat ini bersama Oxford.
Toh, Des Buckingham secara terbuka melempar pujian untuk Marselino. Pelatih yang punya pengalaman menangani timnas Selandia Baru dan Mumbai City di Liga India itu punya gambaran terukur terhadap kualitas Marselino. Ini jadi sinyal yang baik untuk karier Marselino demi mendapat satu tempat di skuad utama.
Marselino perlu menjalani sekaligus menikmati setiap proses yang tengah ia jalani. Perjalanannya masih panjang dan dia butuh dukungan moral dari banyak pihak agar kariernya terus berkembang di negeri orang.
(sry/sry)
Jakarta, CNN Indonesia --
Marselino Ferdinan resmi jadi pemain baru Oxford United. Terselip harapan kepada bintang Timnas Indonesia itu agar memetik cerita manis dari Inggris.
Pengumuman Marselino sebagai penggawa anyar The U's adalah kabar besar. Sang kakak, Oktafianus Fernando sempat menyebut adiknya akan merapat ke klub divisi dua Liga Inggris tersebut pada Mei lalu.
Pernyataan Oktafianus benar-benar terjadi. Marselino menandatangani kontrak dua tahun sekaligus menambah panjang daftar pemain Timnas Indonesia yang berkarier di negeri Ratu Elizabeth. Selain Marselino, ada Elkan Baggott yang tengah dipinjamkan ke Blackpool dari Ipswich Town, kemudian Nathan Tjoe A On sebagai bagian dari Swansea City, dan Justin Hubner yang berstatus pemain Wolverhampton Wanderers.
Marselino diproyeksikan mendapat jam terbang di klub yang dimiliki oleh dua orang Indonesia Erick Thohir dan Anindya Bakrie tersebut. Menit bermain jadi salah satu sorotan terhadap Marselino lantaran di klub sebelumnya, KMSK Deinze, pemain 19 tahun itu hanya mencatat tujuh penampilan dari 1,5 tahun perjalanannya di kasta kedua Liga Belgia.
Penampilannya lebih banyak menonjol di Timnas Indonesia. Bersama skuad Garuda, eks pemain Persebaya Surabaya itu memiliki 26 caps dengan sumbangan tiga gol di level senior. Dengan usia yang masih belia, ia sudah jadi andalan Shin Tae Yong di lini tengah dalam berbagai kesempatan, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2023.
Usia yang belum genap 20 tahun juga membuat Marselino dipercaya memperkuat Timnas Indonesia di level junior. Ia jadi bagian dari Timnas Indonesia U-22 yang meraih medali emas SEA Games 2023 sekaligus turut andil dalam kontestasi Piala Asia U-23 2024 dan playoff Olimpiade 2024.
Sejauh ini Marselino sudah mencatat 59 kali berlaga plus 15 gol bersama skuad Garuda di berbagai level. Angka itu menandakan Marselino punya tempat khusus dan kontribusi yang jelas dalam skema pelatih, baik Shin Tae Yong atau Indra Sjafri yang menakhodainya di tim Merah Putih.
Berkat penampilannya di Timnas Indonesia lah namanya berkibar hingga dirinya mendapat kesempatan melebarkan sayap ke Benua Biru. Kini Marselino menghadapi tantangan berbeda.
Berkarier di Inggris adalah satu hal yang belum pernah dirasakan oleh pemain kelahiran Jakarta itu. Tak heran ada dua arus utama yang sangsi kepadanya, namun ada pula yang memberi dukungan besar-besaran untuk Marselino.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Selamat Berjuang, Marselino!
Marselino Ferdinan peman muda potensial milik Indonesia. (REUTERS/IBRAHEEM AL OMARI)
Sebelum Marselino Ferdinan jadi sorotan bersama Timnas Indonesia senior, bakat jebolan akademi Persebaya Surabaya itu sudah terendus media asing.
The Guardian memasukkannya ke dalam daftar 60 pemain muda potensial pada 2021 lalu. Dalam daftar itu ada sederet nama yang kini akrab di telinga seperti Savinho, Yousoufa Moukoko, dan Gavi. Marselino adalah satu-satunya pemain Indonesia dan Asia Tenggara dalam daftar tersebut.
Kala itu pesona Marselino menguat berkat performa impresif dalam debut di tim senior Persebaya Surabaya. Ia terpilih jadi pemain muda terbaik Liga 1 2021/2022. Setelahnya, Marselino melanglang buana bersama Timnas Indonesia hingga namanya berkibar ke Eropa.
Di satu sisi, Marselino harus berjuang keras untuk mendapatkan jam terbang di Oxford. Ia punya saingan dengan level tinggi di tim asuhan Des Buckingham tersebut.
Sang pelatih punya kebiasaan menerapkan formasi 4-1-4-1. Dengan posisi utama Marselino sebagai gelandang serang, kesempatan terbuka baginya mengingat Marceng, sapaan Marselino juga bisa dimainkan sebagai sayap kiri, sayap kanan, dan gelandang tengah.
Ada empat pemain andalan Oxford yang selalu starter dalam tiga laga terakhir musim ini. Mereka adalah Ruben Rodrigues (gelandang serang), Tyler Goodrham (sayap kanan), Cameron Brannagan (gelandang tengah), dan Przemyslaw Placheta (sayap kiri).
Kesempatan realistis bagi Marselino sejauh ini adalah menarik hati pelatih sebagai pelapis mereka berempat. Sebab Marselino juga akan bersaing dengan pemain lain di bangku cadangan.
Jadi pelapis adalah tahap pertama yang perlu dilakukan Marselino. Ia tak perlu terburu-buru menargetkan jadi pemain utama musim ini. Berjuang demi menit bermain adalah visi yang perlu ditanamkan Marselino saat ini bersama Oxford.
Toh, Des Buckingham secara terbuka melempar pujian untuk Marselino. Pelatih yang punya pengalaman menangani timnas Selandia Baru dan Mumbai City di Liga India itu punya gambaran terukur terhadap kualitas Marselino. Ini jadi sinyal yang baik untuk karier Marselino demi mendapat satu tempat di skuad utama.
Marselino perlu menjalani sekaligus menikmati setiap proses yang tengah ia jalani. Perjalanannya masih panjang dan dia butuh dukungan moral dari banyak pihak agar kariernya terus berkembang di negeri orang.