ANALISIS

Arab Saudi vs Timnas Indonesia: Menanti Tuah Pelatih Striker Baru

Abdul Susila | CNN Indonesia
Selasa, 03 Sep 2024 07:40 WIB
Arab Saudi vs Timnas Indonesia: Menanti Tuah Pelatih Striker Baru
Dimas Drajad punya modal dipasang jadi ujung tombak saat Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Pada awal musim ini Dimas Drajad memperlihatkan sentuhannya mulai kembali bersama Persib Bandung. Ini berbeda dengan musim lalu saat membela Persikabo 1973.

Satu assist dan satu gol telah dilesakkan Dimas di tiga laga Liga 1 2024/2025. Kepercayaan diri dan psikologis Dimas yang sempat hilang pada musim lalu, terlihat mulai pulih.

Begitu juga dengan Sananta. Meski belum moncer di Liga 1, aksi-aksinya bersama Persis Solo terlihat agresif. Pemain asal Pekanbaru ini mulai garang lagi, seperti saat di PSM Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja Shin belum begitu percaya dengan kualitas Sananta. Pemain 21 tahun ini sudah beberapa beberapa kali dipanggil ke Timnas, tetapi masih sebagai cadangan mati.

Maka ini kesempatan bagi Dimas dan Sananta unjuk kebolehan. Saat Ragnar dan Struick belum begitu moncer, keduanya harus memperlihatkan kualitas yang lebih baik dalam latihan.

Melawan pemain bertahan Arab Saudi yang tinggi besar, kelincahan dan militansi, kiranya bakal jadi penentu. Sekilas, Dimas dan Sananta punya dua modal ini untuk jadi pilihan.

Namun, Struick juga punya dua aspek ini. Shin sangat suka dengan pemain ADO Den Haag ini karena militansinya dalam pertandingan. Ia ngotot dan aktif membantu saat bertahan.

Banner Testimoni

Dalam skema pragmatis bertahan dan mengandalkan serangan balik, Struick sudah teruji. Dalam situasi tertentu, pemain 21 tahun ini juga punya akurasi tembakan yang lumayan baik.

Berkaca dari laga-laga sebelumnya, saat melawan dengan sistem pertahanan yang baik, pemain sayap jadi senjata Shin untuk membobol gawang lawan, seperti di Piala Asia 2023 (2024).

Beberapa nama yang punya potensi eksplosif adalah Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, dan Marselino Ferdinan. Kebetulan ketiganya dalam kondisi yang prima menjelang laga ini.

Bisakah Timnas Indonesia mencuri poin di kandang Arab Saudi? Tak ada yang mustahil. Shin Tae Yong percaya itu dan menurutnya mentalitas serta militansi akan menjadi kunci.

(nva)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tuah Yeom Ki Hun sebagai pelatih striker Timnas Indonesia akan diuji dalam pertandingan fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah pada Kamis (5/9). Ini adalah laga pertama tim Garuda setelah kedatangan Yeom.

Untuk pertandingan melawan Arab dan Australia, Shin Tae Yong memanggil lima striker yakni Dimas Drajad, Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, Ragnar Oratmangoen, dan Rafael Struick.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari kelima pemain ini, Yeom telah melihat kualitas tiga striker: Dimas, Sananta, dan Hokky, dalam dua kali latihan di Jakarta. Yeom mengaku tidak terlalu kecewa.

Menurutnya, pemain depan Indonesia punya power atau tenaga, tidak seperti anggapannya di awal. Titik lemahnya pada akurasi. Striker Indonesia dinilai kurang cakap soal akurasi.

Karena itu, dalam dua sesi latihan di Jakarta, Yeom secara khusus memberi arahan. Mantan pelatih Suwon Samsung Bluewings ini percaya teknik pemain akan meningkat.

Namun, lawan yang akan dihadapi Indonesia adalah Arab Saudi, salah satu negara langganan Piala Dunia. Pertahanan tim asuhan Roberto Mancini ini tak akan mudah diperdaya.

Apalagi bek-bek Arab punya tipikal suka memancing emosi. Perawakan pemain Indonesia yang lebih kecil selalu diprovokasi dengan gaya kasar agar potensinya tak keluar.

Shin dan dan Yeom sadar betul akan hal itu. Karenanya kecerdikan dan kecermatan dalam duel satu lawan satu jadi perhatian. Cara lepas dari tekanan diajarkan dengan saksama.

Siapakah striker yang bakal jadi pilihan utama Shin untuk melawan Arab Saudi? Jika melihat performa awal musim ini, Oratmangoen tak akan masuk skema karena belum debut di Belgia.

Namun, jika berkaca dari laga fase kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ragnar dan Struick bakal jadi pilihan. Shin seperti suka dengan karakter bermain dua pemain depan ini.

Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>

Saatnya Dimas dan Sananta Unjuk Gigi

Dimas Drajad punya modal dipasang jadi ujung tombak saat Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Pada awal musim ini Dimas Drajad memperlihatkan sentuhannya mulai kembali bersama Persib Bandung. Ini berbeda dengan musim lalu saat membela Persikabo 1973.

Satu assist dan satu gol telah dilesakkan Dimas di tiga laga Liga 1 2024/2025. Kepercayaan diri dan psikologis Dimas yang sempat hilang pada musim lalu, terlihat mulai pulih.

Begitu juga dengan Sananta. Meski belum moncer di Liga 1, aksi-aksinya bersama Persis Solo terlihat agresif. Pemain asal Pekanbaru ini mulai garang lagi, seperti saat di PSM Makassar.

Hanya saja Shin belum begitu percaya dengan kualitas Sananta. Pemain 21 tahun ini sudah beberapa beberapa kali dipanggil ke Timnas, tetapi masih sebagai cadangan mati.

Maka ini kesempatan bagi Dimas dan Sananta unjuk kebolehan. Saat Ragnar dan Struick belum begitu moncer, keduanya harus memperlihatkan kualitas yang lebih baik dalam latihan.

Melawan pemain bertahan Arab Saudi yang tinggi besar, kelincahan dan militansi, kiranya bakal jadi penentu. Sekilas, Dimas dan Sananta punya dua modal ini untuk jadi pilihan.

Namun, Struick juga punya dua aspek ini. Shin sangat suka dengan pemain ADO Den Haag ini karena militansinya dalam pertandingan. Ia ngotot dan aktif membantu saat bertahan.

Banner Testimoni

Dalam skema pragmatis bertahan dan mengandalkan serangan balik, Struick sudah teruji. Dalam situasi tertentu, pemain 21 tahun ini juga punya akurasi tembakan yang lumayan baik.

Berkaca dari laga-laga sebelumnya, saat melawan dengan sistem pertahanan yang baik, pemain sayap jadi senjata Shin untuk membobol gawang lawan, seperti di Piala Asia 2023 (2024).

Beberapa nama yang punya potensi eksplosif adalah Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, dan Marselino Ferdinan. Kebetulan ketiganya dalam kondisi yang prima menjelang laga ini.

Bisakah Timnas Indonesia mencuri poin di kandang Arab Saudi? Tak ada yang mustahil. Shin Tae Yong percaya itu dan menurutnya mentalitas serta militansi akan menjadi kunci.

[Gambas:Video CNN]


HALAMAN:
1 2