Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Persija Jakarta Mohamad Prapanca menegaskan keinginan klub membangun stadion sendiri bukan lipstik apalagi halusinasi.
Persija, kata Prapanca, sudah capai numpang. Kehadiran dua stadion megah di Jakarta, Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium (JIS), tetep membuat Persija nomaden.
Musim ini contohnya, Persija dua kali jadi musafir, bermain di Stadion Sultan Agung (Yogyakarta) saat menjamu PSM Makassar dan bermarkas di Stadion Pakansari (Bogor) ketika jumpa Madura United.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di mana Macan Kemayoran akan membangun stadion sendiri? Kapan? Prapanca belum ingin berterus terang. Beredar info di media sosial, Persija akan membangun stadion di Kemayoran.
Prapanca tak membenarkan, tetapi juga tak membantah. Bagi Prapanca belum etis untuk menyebut tempat dan waktu saat proses menuju ke sana sedang dirancang.
Ini ditegaskan Prapanca dalam kegiatan 'Ngopi Bareng Persija' di Persija Store, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (8/11). Dalam acara ini Prapanca ditemani Bambang Pamungkas.
"Mudah-mudahan kami bisa mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan dalam waktu dekat, sehingga saya bisa memberikan password ke para investor yang akan men-support."
"Memang tidak mudah, tapi saya yakin bisa membuat Persija ke depan lebih mandiri. Mempunyai kestabilan keuangan dan mempunyai kontribusi memajukan industri," kata Prapanca.
Terkait usulan agar Persija melakukan pengajuan pengelolaan stadion milik pemerintah provinsi, seperti dilakukan Bali United dan Persib Bandung, dianggap tak mudah.
JIS misalnya memang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akan tetapi dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ini berbeda dengan Si Jalak Harupat dan Kapten I Wayan Dipta.
Dengan dikelola BUMD, proyeksi bisnis JIS jauh lebih besar. Angka imbal balik pengelolaan ini yang dianggap Prapanca akan sulit diwujudkan oleh Persija.
"BUMD itu punya nilai komersial. Dalam arti, atas investasinya, dia harus memenuhi syarat untuk pengembangan atas investasi. Dan JIS itu gede banget," kata Prapanca.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Prestasi Bisa Dongkrak Kekuatan Finansial
Manajemen Persija menilai pembangunan stadion sendiri lebih ideal dibanding pengajuan pengelolaan JIS. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Ketimbang 'berjudi' dengan melakukan pengelolaan JIS, membangun stadion sendiri dianggap lebih menguntungkan. Sudah begitu ada lahan di tengah Jakarta yang bisa dipakai.
"Saya itu, hitungan kasar saya saja ya, itu hitungan kasar bahwa investasinya [membangun stadion baru] kalau tidak salah yang saya dengar itu sampai empat triliun," ujarnya.
Ini bukan dana yang kecil. Untuk saat ini Persija belum punya dana sebanyak itu. Namun Prapanca yakin akan skema pembiayaan yang bisa dicari jika proyeknya prospektif.
Hingga saat ini setidaknya ada dua skema pembiayaan yang ditimbang. Pertama lewat bantuan investor dan kedua lewat penjualan saham klub di bursa efek.
Sejatinya Persija sudah siap melantai di bursa pada 2020. Sayang pandemi Covid-19 menerpa. Badai ini membuat keuangan Persija rubuh dan hingga kini belum benar-benar pulih.
"Pasca Covid-19 ini juga masih belum maksimal, jadi nanti khawatirnya malah tidak maksimal kalau kami melantai di bursa pada saat ini, tapi itu akan kami lakukan."
"Jadi, kami lagi berusaha menata kembali. Mungkin ada kaitan juga sama stadion itu. Sebenarnya itu [stadion dan bursa] yang yang berbeda, tapi idenya menarik," kata Prapanca.
 Persija punya basis massa yang besar dan jadi sebuah kerugian bila mereka harus menggelar laga kandang di luar Jakarta, terlebih bila letaknya sudah bukan di area Bodetabek. (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA) |
Agar keuangan Persija bisa kembali normal, tentu saja prestasi jadi salah satu alat katrol. Apalagi jika Persija sampai juara Liga 1 dan tampil lagi di Asia.
Ini akan membuat kepercayaan publik atas Persija kembali pulih. Bagi Bambang, selaku Manajer Tim, atmosfer di dalam internal tim musim ini ada tanda-tanda juaranya.
"Yang diperlukan tim ini adalah kondusivitas dan kemudian stabilitas dan konsistensi dalam permainan. Nah itu yang memang tidak mudah di tim Indonesia."
"Kalau mau berdasarkan pengalaman saya, tim-tim Liga Indonesia itu baru kelihatan siapa yang kuat di putaran kedua. Harapan itu [juara liga] ada," kata Bepe, sapaan akrab Bambang.
[Gambas:Video CNN]