Mengintip Celah Sempit Indonesia Curi Poin dari Jepang
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Kamis, 14 Nov 2024 09:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia tak gentar nama besar Jepang. (Dok. PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kesempatan Timnas Indonesia merebut poin dari Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 terbilang kecil. Celah sempit inilah, yang mesti dimaksimalkan untuk meraih hasil positif menghadapi lawan berat.
Duel Indonesia vs Jepang akan tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (15/11). Pertandingan ini adalah matchday kelima Grup C dalam fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kedua tim sama-sama sudah memulai persiapan intens jelang pertandingan. Skuad Indonesia sudah lengkap 27 pemain. Rangkaian latihan juga sudah bergulir sejak satu per satu penggawa Garuda tiba di Jakarta.
Sedangkan Jepang masih harus menunggu beberapa pemain yang berangkat dari Eropa. Tapi dari latihan perdana mereka di Jakarta, pasukan tim asuhan Hajime Moriyasu itu tampak prima.
Jepang datang ke Jakarta sebagai tim terkuat dari Grup C. Saat ini, Wataru Endo dan kawan-kawan jadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan. Torehan 10 poin dari empat pertandingan membuat skuad Samurai Biru memimpin klasemen sementara, sekaligus diunggulkan lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Hanya tim peringkat pertama dan kedua pada fase ketiga yang mendapat tiket lolos langsung ke Piala Dunia edisi ke-23, dua tahun mendatang. Sedangkan tim yang finis di posisi ketiga dan keempat berhak melaju ke putaran empat kualifikasi.
Harapan melaju ke Piala Dunia inilah yang sedang dikejar Timnas Indonesia. PSSI menargetkan tim gubahan Shin Tae Yong berada di posisi empat besar klasemen akhir.
Saat ini Timnas Indonesia berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan tiga poin. Artinya skuad Garuda belum berada di posisi yang aman.
Ini juga bukan misi yang mudah untuk dijalankan, tapi bukan berarti mustahil diwujudkan. Karenanya, Indonesia perlu habis-habisan di sisa enam pertandingan.
Dari enam laga itu, Jepang adalah lawan terdekat dan Timnas Indonesia harus menaruh fokus 100 persen dalam segala aspek, meski di atas kertas tim Samurai Biru jauh lebih unggul.
Jepang adalah tim Asia dengan peringkat FIFA tertinggi (15), sedangkan Indonesia kini menduduki posisi ke-130. Kemudian head to head Indonesia vs Jepang juga berpihak pada tim Negeri Matahari Terbit.
Indonesia dan Jepang sudah 19 kali bersua di lapangan hijau. Jepang menang 11 kali dan Indonesia menang enam kali. Sedangkan dua pertandingan sisanya berakhir imbang.
Melihat situasi ini, akan menjadi keajaiban jika Indonesia bisa menang atas Jepang. Mampukah Indonesia menggapai keajaiban itu?
Baca di halaman berikutnya>>>
Menambah kekuatan skuad terus dilakukan Timnas Indonesia, terutama di Kualifikasi Piala Dunia. Nama-nama baru berdatangan membela skuad Garuda.
Teranyar, bergabung pemain flamboyan bernama Kevin Diks. Benteng pertahanan Timnas Indonesia diharapkan semakin kokoh dengan kehadiran penggawa klub Liga Denmark, FC Copenhagen itu.
Kevin Diks sudah berada di Jakarta sekaligus bergabung latihan dengan Timnas Indonesia. Besar kemungkinan bek 27 tahun itu bisa debut berseragam Merah Putih saat melawan Jepang.
Hadirnya Kevin Diks diharapkan jadi jawaban bagi benteng pertahanan. Ini setelah Mees Hilgers bakal absen karena tidak dilepas klub akibat cedera.
Alhasil STY masih bisa memasang kekuatan penuh dalam skema tiga bek. Komposisi Justin Hubner-Jay Idzes-Kevin Diks bisa jadi pilihan. Atau jika Hubner masih belum prima, Rizky Ridho bisa melengkapi kepingan.
Pertahanan jadi salah satu aspek paling penting yang perlu diperhatikan Timnas Indonesia. Sebab tiga bek tengah tuan rumah bakal banting tulang membendung serangan lawan.
Meski Jepang tanpa diperkuat striker andalan Ayase Ueda, lini depan mereka masih menjanjikan. Datangnya bomber produktif Kyogo Furuhashi dapat jadi senjata mematikan.
Belum lagi ditambah dengan pemain gesit nan kreatif yakni Takefusa Kubo dan Takumi Minamino. Komposisi ini yang berperan Jepang jadi tim paling gacor dalam urusan gol di Grup C karena 15 kali menjebol gawang lawan.
Lini pertahanan Jepang juga bukan kaleng-kaleng karena baru kebobolan satu kali sepanjang putaran ketiga kualifikasi. Namun dengan cederanya bek andalan Jepang, Shogo Taniguchi, muncul secercah harapan bagi lini depan Timnas Indonesia.
Situasi ini bisa dimanfaatkan Timnas Indonesia. Langkah realistis yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan pertahanan dan membangun serangan balik eksplosif dan efektif.
Skema bola mati juga bisa jadi opsi. Eksistensi Kevin Diks dan Jay Idzes yang biasa melakukan overlap dapat dimaksimalkan. Kiat berikut plus menghindari kesalahan bisa membantu Indonesia mewujudkan keajaiban meraih hasil positif untuk Timnas Indonesia.
Kesempatan Timnas Indonesia merebut poin dari Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 terbilang kecil. Celah sempit inilah, yang mesti dimaksimalkan untuk meraih hasil positif menghadapi lawan berat.
Duel Indonesia vs Jepang akan tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (15/11). Pertandingan ini adalah matchday kelima Grup C dalam fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kedua tim sama-sama sudah memulai persiapan intens jelang pertandingan. Skuad Indonesia sudah lengkap 27 pemain. Rangkaian latihan juga sudah bergulir sejak satu per satu penggawa Garuda tiba di Jakarta.
Sedangkan Jepang masih harus menunggu beberapa pemain yang berangkat dari Eropa. Tapi dari latihan perdana mereka di Jakarta, pasukan tim asuhan Hajime Moriyasu itu tampak prima.
Jepang datang ke Jakarta sebagai tim terkuat dari Grup C. Saat ini, Wataru Endo dan kawan-kawan jadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan. Torehan 10 poin dari empat pertandingan membuat skuad Samurai Biru memimpin klasemen sementara, sekaligus diunggulkan lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Hanya tim peringkat pertama dan kedua pada fase ketiga yang mendapat tiket lolos langsung ke Piala Dunia edisi ke-23, dua tahun mendatang. Sedangkan tim yang finis di posisi ketiga dan keempat berhak melaju ke putaran empat kualifikasi.
Harapan melaju ke Piala Dunia inilah yang sedang dikejar Timnas Indonesia. PSSI menargetkan tim gubahan Shin Tae Yong berada di posisi empat besar klasemen akhir.
Saat ini Timnas Indonesia berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan tiga poin. Artinya skuad Garuda belum berada di posisi yang aman.
Ini juga bukan misi yang mudah untuk dijalankan, tapi bukan berarti mustahil diwujudkan. Karenanya, Indonesia perlu habis-habisan di sisa enam pertandingan.
Dari enam laga itu, Jepang adalah lawan terdekat dan Timnas Indonesia harus menaruh fokus 100 persen dalam segala aspek, meski di atas kertas tim Samurai Biru jauh lebih unggul.
Jepang adalah tim Asia dengan peringkat FIFA tertinggi (15), sedangkan Indonesia kini menduduki posisi ke-130. Kemudian head to head Indonesia vs Jepang juga berpihak pada tim Negeri Matahari Terbit.
Indonesia dan Jepang sudah 19 kali bersua di lapangan hijau. Jepang menang 11 kali dan Indonesia menang enam kali. Sedangkan dua pertandingan sisanya berakhir imbang.
Melihat situasi ini, akan menjadi keajaiban jika Indonesia bisa menang atas Jepang. Mampukah Indonesia menggapai keajaiban itu?
Baca di halaman berikutnya>>>
Kevin Diks Datang, Buka Harapan Timnas Indonesia Lawan Jepang?
Kevin Diks memperkuat barisan pertahanan Indonesia saat lawan Jepang. (CNN Indonesia/Abdul Susila)
Menambah kekuatan skuad terus dilakukan Timnas Indonesia, terutama di Kualifikasi Piala Dunia. Nama-nama baru berdatangan membela skuad Garuda.
Teranyar, bergabung pemain flamboyan bernama Kevin Diks. Benteng pertahanan Timnas Indonesia diharapkan semakin kokoh dengan kehadiran penggawa klub Liga Denmark, FC Copenhagen itu.
Kevin Diks sudah berada di Jakarta sekaligus bergabung latihan dengan Timnas Indonesia. Besar kemungkinan bek 27 tahun itu bisa debut berseragam Merah Putih saat melawan Jepang.
Hadirnya Kevin Diks diharapkan jadi jawaban bagi benteng pertahanan. Ini setelah Mees Hilgers bakal absen karena tidak dilepas klub akibat cedera.
Alhasil STY masih bisa memasang kekuatan penuh dalam skema tiga bek. Komposisi Justin Hubner-Jay Idzes-Kevin Diks bisa jadi pilihan. Atau jika Hubner masih belum prima, Rizky Ridho bisa melengkapi kepingan.
Pertahanan jadi salah satu aspek paling penting yang perlu diperhatikan Timnas Indonesia. Sebab tiga bek tengah tuan rumah bakal banting tulang membendung serangan lawan.
Meski Jepang tanpa diperkuat striker andalan Ayase Ueda, lini depan mereka masih menjanjikan. Datangnya bomber produktif Kyogo Furuhashi dapat jadi senjata mematikan.
Belum lagi ditambah dengan pemain gesit nan kreatif yakni Takefusa Kubo dan Takumi Minamino. Komposisi ini yang berperan Jepang jadi tim paling gacor dalam urusan gol di Grup C karena 15 kali menjebol gawang lawan.
Lini pertahanan Jepang juga bukan kaleng-kaleng karena baru kebobolan satu kali sepanjang putaran ketiga kualifikasi. Namun dengan cederanya bek andalan Jepang, Shogo Taniguchi, muncul secercah harapan bagi lini depan Timnas Indonesia.
Situasi ini bisa dimanfaatkan Timnas Indonesia. Langkah realistis yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan pertahanan dan membangun serangan balik eksplosif dan efektif.
Skema bola mati juga bisa jadi opsi. Eksistensi Kevin Diks dan Jay Idzes yang biasa melakukan overlap dapat dimaksimalkan. Kiat berikut plus menghindari kesalahan bisa membantu Indonesia mewujudkan keajaiban meraih hasil positif untuk Timnas Indonesia.