Jakarta, CNN Indonesia -- Asisten pelatih bakal turut memegang peran penting setelah Patrick Kluivert resmi melatih Timnas Indonesia. Sejauh mana sang 'tangan kanan' membantu juru taktik dalam menopang ekspektasi publik?
Patrick Kluivert bakal membawa sendiri orang-orang kepercayaan untuk membantunya selama menakhodai skuad Garuda. Seiring dengan pengumuman Kluivert sebagai pelatih, ada pula dua nama asisten yang bakal mendampingi.
Dua nama yang dimaksud adalah Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Mereka sama-sama berasal dari Belanda dengan asam garap sepak bola yang menjanjikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alex Pastoor punya rekam jejak selama 20 tahun dalam dunia kepelatihan dari level amatir, Liga Ceko, Austria, hingga kasta tertinggi Liga Belanda. Ia sempat membawa Almere City ke Eredivisie pada 2022/2023 lalu.
Selama 15 tahun terakhir, Alex Pastoor lebih banyak berperan sebagai manajer atau posisi tertinggi dalam struktur kepelatihan teknis dalam tim. Artinya, pelatih 58 tahun itu punya kepemimpinan yang mumpuni.
Kemudian Denny Landzaat sudah 10 tahun di pinggir lapangan. Portfolionya panjang di Liga Belanda, sempat pula di Arab Saudi, Polandia, dan Hongaria. Rata-rata posisinya sebagai asisten.
Landzaat pernah jadi orang kepercayaan beberapa nama besar seperti Danny Blind, Jaap Stam, dan Giovanni van Bronckhorst. Ini mempertegas kualitas Landzaat dalam melengkapi struktur kepelatihan.
Nantinya, ada tambahan nama lain yang melengkapi struktur. Dua pelatih lokal akan diplot mendampingi Kluivert, Alex Pastoor, dan Denny Landzaat untuk bekerjasama.
Dengan nama-nama baru yang memegang kendali, ambisi lolos ke Piala Dunia 2026 jadi target yang dituju. Empat pertandingan sisa di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan menjawabnya.
Ujian pertama pelatih baru bakal terjadi dalam pertandingan Timnas Indonesia melawan Australia pada 20 Maret mendatang. Lima hari berselang, giliran menyambut Bahrain pada 25 Maret.
Dua pertandingan itu bakal turut menjadi penentu nasib sebelum kembali berjuang pada periode terakhir putaran ketiga kualifikasi pada Juni 2025. Pada 5 Juni akan menjamu China, lalu laga penutup bertandang ke Jepang pada 10 Juni.
Hasil dari empat pertandingan itu adalah jawaban dari pertanyaan publik terhadap Timnas Indonesia setelah PSSI mengambil keputusan besar mengganti pelatih.
Baca lanjutan analisis ini di halaman berikutnya>>>
Menanti Gebrakan Gerbong Juru Taktik Belanda
Denny Landzaat akan menjadi salah satu sosok penting di balik layar Timnas Indonesia. (Dok Instagram Denny Landzaat)
Dengan pengalaman sedemikian panjang, wajar harapan tinggi disematkan kepada gerbong kepelatihan dari Belanda. Terlebih gaya permainan diperkirakan bakal berbeda di era Kluivert dan rekan-rekan.
Sepakbola Belanda dikenal dengan ciri 'Total Football' yang dinamis dalam penempatan pemain. Prinsip ini turut diterapkan oleh Kluivert yang kerap mengganti-ganti posisi pemain sesuai kebutuhan tim.
Hal ini sebenarnya mirip dengan prinsip STY yang beberapa kali menempatkan pemain yang bukan posisi aslinya. Tapi letak perbedaan yang mencolok adalah pola 4-2-3-1 yang biasa diterapkan Kluivert, sedangkan STY ajeg dengan skema tiga bek tengahnya.
Perbedaan lain adalah pola aliran bola racikan STY dan Kluivert. STY kerap menugaskan bek tengah untuk melancarkan umpan lambung ke zona lawan. Sedangkan Kluivert cenderung mengandalkan build up dari bawah melalui operan pendek.
Dalam skema ini pemain dituntut punya kemampuan penguasaan bola yang mumpuni. Selain itu pengambilan keputusan harus tepat nan tenang karena sembari menunggu lawan melancarkan tekanan.
Gaya kepelatihan ini tentu harus disesuaikan dengan prinsip para asisten pelatih. Sebab Alex Pastoor punya pola yang berbeda karena biasa menggunakan 3-4-1-2.
Pola yang digemarinya mirip dengan gaya STY sehingga pendekatan taktik kepada pemain bisa lebih sederhana. Di satu sisi, perbedaan gaya antara Kluivert dan Pastoor semestinya bisa membuat gaya permainan Timnas Indonesia lebih kaya dan sesuai dengan kebutuhan tim serta kekuatan lawan.
Kemudian Denny Landzaat selain membantu hal-hal teknis juga bisa memberi pandangan tentang kultur sepak bola Asia. Ini berkaitan dengan pengalaman yang bersangkutan pernah mengemban pengalaman sebagai asisten Al Ittihad di Liga Arab Saudi medio 2019 hingga 2020.
[Gambas:Photo CNN]
Landzaat yang punya garis keturunan dari Maluku diharapkan juga punya kedekatan emosional tersendiri dengan para pemain. Hal-hal non teknis seperti ini dibutuhkan dalam meningkatkan motivasi.
Dalam dua bulan mendatang sebelum kualifikasi kembali bergulir, Kluivert perlu berdialog dengan para asistennya untuk menyatukan visi dalam konteks kepelatihan.
Racikan Kluivert dan para asisten sangat dinanti oleh penggemar Timnas Indonesia. Kapasitas mereka akan diuji pada sisa putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
[Gambas:Video CNN]