Jakarta, CNN Indonesia -- Kedatangan Patrick Kluivert mengisi kursi pelatih Timnas Indonesia bisa mengancam pemain yang selama ini jadi langganan Shin Tae Yong.
Pergantian pelatih kerap menghadirkan perubahan wajah pengisi skuad. Hal yang lumrah karena sang juru taktik bakal menerapkan strategi atau gaya main yang bakal memengaruhi individu-individu yang berada di dalam sebuah tim.
Seandainya sang pelatih mengagungkan permainan agresif, maka pemain yang tidak bisa beradaptasi kemungkinan akan tergeser. Contoh lain misalnya gelandang yang kerap menguasai bola dan menunda serangan tidak akan dipakai oleh pelatih yang ingin bermain direct dan cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu tak dipungkiri ada faktor subjektif suka dan tidak suka. Banyak hal yang bisa mengubah susunan daftar pemain selepas pelatih baru datang.
Mengacu pada kepergian STY dan kedatangan Kluivert, ada beberapa perbedaan dari segi taktik. STY kerap memainkan formasi tiga bek, sedangkan Kluivert lebih sering mengandalkan empat bek.
Berikut lima pemain yang bisa terancam selepas pergantian pelatih Timnas Indonesia dari STY ke Kluivert:
1. Pratama Arhan
Kemunculan Arhan ke level teratas skuad nasional tak lepas dari pemilihan pemain yang dilakukan Shin. Pelatih asal Korea Selatan itu mempercayakan pemain kelahiran Blora sebagai penggawa bek kiri Timnas Indonesia.
Selepas Calvin Verdonk, Shayne Pattynama, dan Nathan Tjoe-A-On datang, Arhan tetap mendapat panggilan. Di saat yang bersamaan Arhan tidak mendapat menit bermain yang banyak dalam pengembaraan karier di Asia Timur.
Kedatangan Kluivert bisa mengancam karier Arhan di skuad Merah Putih. Yang bisa dilakukan mantan pemain PSIS untuk meluluhkan hati eks bomber Ajax adalah tampil konsisten dan menampilkan performa apik di Bangkok United.
2. Justin Hubner
Hubner tak langsung muncul seiring kedatangan Shin di Timnas Indonesia, namun merupakan pemain yang juga 'diorbitkan' mantan gelandang dan pelatih timnas Korea Selatan tersebut.
Setelah mendapat paspor Indonesia pada Desember 2023, Hubner lantas turut serta dalam petualangan Garuda di berbagai pentas sepak bola, baik di level U-23 maupun senior.
Berposisi sebagai bek tengah, Hubner bersaing dengan sederet nama seperti Jay Idzes, Mees Hilgers, Jordi Amat, Kevin Diks, hingga Rizky Ridho. Belum lagi terdapat nama Elkan Baggott.
Hubner saat ini masih berupaya menaikkan status dari penghuni tim Wolverhampton Wanderers U-21 ke skuad utama Wolves. Jika bisa membuktikan eksistensi di klub, maka pemain 21 tahun itu bisa saja mendapat sorotan Kluivert.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Pemain Muda Mempertaruhkan Nasib dengan Kerja Keras
Rizky Ridho menjadi bek tengah Timnas Indonesia yang menuai sorotan positif di masa kepelatihan Shin Tae Yong. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
3. Rizky Ridho
Bek Persija ini merupakan salah satu personel yang tampil solid dan konsisten di bawah arahan STY. Nama Rizky Ridho menjadi salah satu produk lokal yang mencuat di tengah kehadiran pemain-pemain polesan akademi sepak bola Eropa.
Jika Kluivert lebih suka atau lebih percaya dengan pemain-pemain dengan teknik dasar dari Negeri Kincir Angin, Ridho bisa saja hanya menjadi pelapis lantaran keberadaan Jay, Mees, atau Kevin.
Selain itu Kluivert yang lebih suka bermain dengan empat bek berarti hanya menyisakan dua bek tengah untuk diisi. Hal ini berbeda dengan Shin yang cenderung memainkan formasi tiga bek sehingga memungkinkan tiga bek tengah bermain bersama-sama.
Kerja keras harus selalu dilakukan Ridho di Liga 1. Tak hanya untuk mendapat perhatian Kluivert, bisa jadi ada klub luar negeri yang kepincut. Dengan demikian Ridho pun bisa naik kelas dan memiliki daya tawar mengisi posisi pemain inti di Timnas Indonesia.
4. Asnawi Mangkualam
Kesukaan Shin memainkan pemain-pemain muda berimbas pada Asnawi yang naik daun. Karier mulus pemuda kelahiran Makassar itu terlihat dari jejak di Timnas Indonesia yang tak putus dari level U-19, U-23, dan mendapat panggung pula di tim senior.
Asnawi yang rajin naik dan turun membantu penyerangan dan menopang pertahanan bisa jadi kelebihan, tetapi performa yang 'naik dan turun' secara kualitas bisa menjadi faktor pengganjal bermain konsisten di era Kluivert.
Kendati sudah berpengalaman di liga sepak bola Korea Selatan dan mulai mendapat tempat di Thailand, Asnawi tidak bisa kendur dalam mempertahankan tempat di Timnas Indonesia karena ada pesaing-pesaing baik muka lama seperti Sandy Walsh, maupun wajah baru macam Kevin Diks dan Eliano Reijnders.
5. Ivar Jenner
Ivar tak selalu mendapat tempat di Timnas Indonesia, terlebih setelah kedatangan Thom Haye. Gaya main yang cenderung mirip dengan Thom membuatnya kurang pas jika disandingkan bermain bersama.
Usia Ivar yang baru 20 tahun bisa jadi membuat Kluivert akan mempertimbangkan pemain Jong Utrecht itu untuk menimba pengalaman di klub terlebih dahulu ketimbang masuk Timnas Indonesia.
Nathan dan Eliano yang lebih senior bukan tak mungkin dikedepankan Kluivert ketimbang Ivar. Atau bisa saja Marc Klok mendapat lirikan Kluivert.
[Gambas:Video CNN]