Ole Romeny menjadi salah satu pemain yang bakal disumpah menjadi WNI. (tangkapan layar akun instagram Ole Romeny)
Saat PSSIdipimpin Edy Rahmayadi, dilanjutkan Joko Driyono, lantas Iwan Budianto, visi federasi sepak bola Indonesia adalah lolos ke Piala Dunia2030.
Begitu Mochamad Iriawan naik takhta pada akhir 2019, visinya tak berubah. Namun, begitu Erick Thohir menggantikan Iriawan pada Februari 2023, ada pergeseran.
Dalam blueprint atau cetak biru PSSI dengan judul 'Garuda Mendunia' yang dirilis pada Mei 2023, dituliskan target Indonesia untuk Piala Dunia adalah 2038.
Pada buku yang sama disebutkan ada empat visi sepak bola Indonesia. Pertama pemulihan (2023), pengembangan (2024-2028), peningkatan (2028-2034), dan kejayaan (2034-2045).
Namun, setelah Indonesia meraih medali emas SEA Games 2023, cara pandang PSSI akan prestasi bergeser. PSSI ingin penetrasi lebih cepat, lolos Piala Dunia 2026.
Salah satu cara yang dipilih PSSI untuk mewujudkan hal adalah dengan naturalisasi pemain. Standar pemain naturalisasi PSSI bahkan semakin tinggi.
Namun, PSSI membantah pernah mematok target lolos ke Piala Dunia 2026. PSSI berdalih target sebenarnya federasi adalah lolos ke Piala Dunia 2030.
Dan, PSSI mengatakan, naturalisasi adalah proyek jangka pendek. Ini dilakukan hanya untuk membidik Piala Dunia. Sedangkan jangka panjangnya adalah pembinaan.
Dalam pandangan PSSI, membangun sepak bola Indonesia yang sudah jauh tertinggal ini bukan dari bawah, tetapi dari atasnya, dalam hal ini Timnas Indonesia.
Jika Timnas Indonesia berprestasi sebagai piramida tertinggi, akan memberi dampak pada lapisan di bawahnya. Sambil fokus di atas, yang bawah juga dibenahi pelan-pelan.
Lantas kapan naturalisasi akan dihentikan PSSI? Sejauh ini tak ada tanda-tanda berhenti. Malahan, sepertinya naturalisasi dijadikan tradisi untuk prestasi!
Saat Kluivert diperkenalkan secara resmi oleh PSSI pada Minggu (12/1), satu pemain keturunan disebut telah menyatakan kesediaan menjadi warga negara Indonesia (WNI).
Bisa jadi jumlahnya akan bertambah lagi karena masih banyak pemain berdarah Indonesia di Belanda sana. Adapun pemain yang segera diambil sumpah adalah Ole Romeny.
Dari akhir 2022 hingga awal 2025, total ada 16 pemain yang dinaturalisasi PSSI. Generasi pertama periode ini adalah Jordi Amat dan Sandy Walsh, yakni pada 17 November 2022.
Ini tidak termasuk pemain keturunan di luar negeri yang berhasil diyakinkan PSSI untuk membela Indonesia, seperti Elkan Baggott, Welber Jardim, dan Matthew Baker.
Gelombang naturalisasi sejak 2022 ini masuk kategori jilid ketiga. Sebelumnya PSSI sudah menjalankan naturalisasi dalam dua periode berbeda, 2009-2012 dan 2018-2020.
Beberapa pemain naturalisasi periode pertama antara lain Cristian Gonzales, Tonnie Cusell, Jhonny van Beukering, Ruben Wuarbanaran, Greg Nwokolo, dan Raphael Maitimo.
Setelah itu PSSI tak melakukan naturalisasi langsung. Namun gelombang naturalisasi periode kedua tetap terjadi sepanjang 2018-2020, yang dimotori klub-klub sepak bola.
Beberapa nama pemain pada periode kedua ini adalah Ilija Spasojevic, Alberto Goncalves, Osas Saha, Victor Igbonefo, Stefano Lilipaly, hingga Marc Klok.
Usai itu klub dilarang menaturalisasi pemain. Tak dinyana, PSSI era Mochamad Iriawan kembali menjalankan program naturalisasi di tengah pandemi Covid-19 pada 2021.
Awalnya PSSI hanya mencari pemain-pemain U-19 di Eropa untuk tampil di Piala Dunia U-20 2021. Sadar ada banyak pemain keturunan di Eropa, PSSI mulai agresif untuk tim senior.
Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>
Tradisi Prestasi Kok dari Naturalisasi
Ole Romeny menjadi salah satu pemain yang bakal disumpah menjadi WNI. (tangkapan layar akun instagram Ole Romeny)
Saat PSSIdipimpin Edy Rahmayadi, dilanjutkan Joko Driyono, lantas Iwan Budianto, visi federasi sepak bola Indonesia adalah lolos ke Piala Dunia2030.
Begitu Mochamad Iriawan naik takhta pada akhir 2019, visinya tak berubah. Namun, begitu Erick Thohir menggantikan Iriawan pada Februari 2023, ada pergeseran.
Dalam blueprint atau cetak biru PSSI dengan judul 'Garuda Mendunia' yang dirilis pada Mei 2023, dituliskan target Indonesia untuk Piala Dunia adalah 2038.
Pada buku yang sama disebutkan ada empat visi sepak bola Indonesia. Pertama pemulihan (2023), pengembangan (2024-2028), peningkatan (2028-2034), dan kejayaan (2034-2045).
Namun, setelah Indonesia meraih medali emas SEA Games 2023, cara pandang PSSI akan prestasi bergeser. PSSI ingin penetrasi lebih cepat, lolos Piala Dunia 2026.
Salah satu cara yang dipilih PSSI untuk mewujudkan hal adalah dengan naturalisasi pemain. Standar pemain naturalisasi PSSI bahkan semakin tinggi.
Namun, PSSI membantah pernah mematok target lolos ke Piala Dunia 2026. PSSI berdalih target sebenarnya federasi adalah lolos ke Piala Dunia 2030.
Dan, PSSI mengatakan, naturalisasi adalah proyek jangka pendek. Ini dilakukan hanya untuk membidik Piala Dunia. Sedangkan jangka panjangnya adalah pembinaan.
Dalam pandangan PSSI, membangun sepak bola Indonesia yang sudah jauh tertinggal ini bukan dari bawah, tetapi dari atasnya, dalam hal ini Timnas Indonesia.
Jika Timnas Indonesia berprestasi sebagai piramida tertinggi, akan memberi dampak pada lapisan di bawahnya. Sambil fokus di atas, yang bawah juga dibenahi pelan-pelan.
Lantas kapan naturalisasi akan dihentikan PSSI? Sejauh ini tak ada tanda-tanda berhenti. Malahan, sepertinya naturalisasi dijadikan tradisi untuk prestasi!