Jakarta, CNN Indonesia -- Indra Sjafri sekali lagi akan memimpin Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20. Ini adalah kali ketiga Indra mencoba peruntungan mencari tiket Piala Dunia U-20.
Sebelumnya pada 2014, pencapaian Indonesia tak lolos babak grup. Kemudian pada 2018, bersama angkatan Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan menembus babak delapan besar.
Kali ini, Indra ingin mencapai tahap baru, lolos ke babak semifinal. Target ini dipancang agar bisa meraih satu tiket ke putaran final Piala Dunia U-20 2025 di Chile, September mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, bukan perkara mudah bagi Indra untuk mencapai target tersebut. Pasalnya Indonesia tergabung di grup berat, Grup C, bersama Uzbekistan, Iran, dan Yaman.
Utamanya Uzbekistan dan Iran bakal menjadi batu sandungan utama. Keduanya saat ini adalah tim terbaik Asia, karena pembinaannya berjalan dengan baik dan terstruktur.
Pada edisi sebelumnya, 2023, Uzbekistan menjadi juara turnamen, sedangkan Iran melaju hingga babak delapan besar. Sementara Yaman tak bisa dipandang sebelah mata.
Karena itu tangan dingin Indra akan diuji. Tuahnya sebagai pelatih timnas paling bergelimang prestasi, akan diuji tim-tim hebat Asia yang lebih dijagokan bakal melaju ke Piala Dunia.
Sekilas, jika mengacu laga uji coba sebelum turnamen, performa Garuda Nusantara tidak meyakinkan. Dony Tri Pamungkas dan kawan-kawan menelan dua kekalahan dari tiga uji coba.
Indonesia U-20 takluk dari Yordania dan Suriah. Satu-satunya kemenangan tercipta saat melawan India. Namun Indra tak risau dengan hasil minor dalam laga uji coba ini.
Berkaca dari ajang-ajang sebelumnya, tim asuhan Indra kerap menelan kekalahan dalam laga uji coba. Tetapi, begitu tampil dalam kejuaraan, performanya lebih garang.
Buktinya, performa Indonesia U-23 sebelum SEA Games 2023 sangat merisaukan. Begitu tampil di pesta olahraga ASEAN itu, medali emas berhasil dibawa pulang.
Begitu juga dalam masa persiapan tampil di Piala AFF U-19 2024. Strategi racikan Indra tak bertuah saat melawan Thailand, Uzbekistan, dan China. Begitu di turnamen, malah juara.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Tantangan Pertama dari Iran
Timnas Indonesia U-20 akan meladeni Iran di laga pertama. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Sepak bola usia muda Iran naik turun. Ada kalanya mereka begitu digdaya, tetapi sering pula tak punya generasi muda yang begitu menyalak.
Untuk edisi kali ini, skuad Iran U-20 terbilang menjanjikan. Mereka tak terkalahkan saat tampil dalam kualifikasi pada September 2024. Iran U-20 meraih tiga kemenangan.
Yang menarik, Iran U-20 melesakkan 17 gol tanpa kebobolan. Ini menunjukkan bahwa lini depan Iran U-20 sangat tajam dan sisi pertahanan kukuh sehingga tak mudah ditembus lawan.
Dari total 17 gol itu, tak ada pemain yang dominan. Hanya ada tiga pemain yang mengoleksi tiga gol. Tiga gol ini sama dengan torehan Jens Raven, bomber Timnas Indonesia U-20.
Bisakah pertahanan Indonesia U-20 menahan gempuran Iran U-20. Persoalan yang muncul adalah bek-bek Indonesia belum terlalu solid saat menghadapi lawan yang punya struktur main mapan.
Dalam situasi ini kecerdikan Indra Sjafri akan diuji. Racikan strategi Indra akan menentukan apakah lawan bisa main berkembang. Untuk hal ini Indra sangat percaya diri.
Apakah Indra akan main defensif? Ini yang menjadi pertanyaan. Melawan tim yang memiliki skuad lebih baik, apakah Indra tetap bermain terbuka atau menunggu serangan balik.
Sekilas, strategi serangan balik akan menjadi senjata. Hal ini pula yang diterapkan Indra dalam dua laga uji coba melawan Yordania dan Suriah. Skema ini sudah dimatangkan.
Tak bisa dimungkiri, Indonesia U-20 punya sederet pemain yang punya kecepatan. Hal ini bisa menjadi senjata ampuh untuk mencuri gol dari pertahanan Iran yang solid.
Selain itu Indra punya Toni Firmansyah yang punya tendangan jarak jauh akurat. Pemain Persebaya ini seperti sengaja dikonstruksi Indra menjadi pemain pelepas kebuntuan.
Dan, tak kalah penting, kehadiran Kurniawan Dwi Yulianto akan cukup membantu. Mantan pelatih akademi Como 1907 ini bisa membuat lini depan Indonesia U-20 kian tajam.
[Gambas:Video CNN]