Liverpool pantang lengah di pacuan juara Liga Inggris. (REUTERS/Dylan Martinez)
Hal pertama yang harus dilakukan Pep Guardiola adalah meredam tekanan publik dengan kemenangan. Menggilas Liverpool adalah momen tepat untuk mengembalikan kepercayaan suporter pada dirinya.
Ia perlu jeli membaca manuver Liverpool yang sedang trengginas musim ini. Hasil imbang Liverpool saat melawan Aston Villa, 2-2, bisa jadi acuan Guardiola mencari titik lemah The Reds.
Guardiola juga perlu belajar dari pertemuan lawan Liverpool pada putaran pertama Liga Inggris musim ini. Kala itu, 'Si Merah' menggulung City 2-0 di Anfield.
Di sisi lain, Guardiola harus memikirkan kekuatan timnya sendiri. Ini setelah dua bek kawakan, Manuel Akanji dan John Stones masih diragukan tampil. Duet Ruben Dias dan Nathan Ake diperkirakan jadi andalan kali ini.
Lini tengah yang diisi Nico Gonzalez dan Mateo Kovacic diprediksi bakal diutamakan. Mau tak mau skema ini menjelma sebagai tumpuan selama Rodri absen.
Sisi sayap nyaris tanpa masalah dengan kehadiran Phil Foden dan Jeremy Doku. Kevin De Bruyne pun dapat melaksanakan tugasnya sebagai gelandang serang untuk distribusi bola ke kaki Omar Marmoush yang berdiri sebagai ujung tombak menggantikan Erling Haaland.
Sejak didatangkan pada awal tahun ini, Marmoush perlahan menemukan ritmenya sebagai juru gedor. Dari tiga penampilan di Liga Inggris, penyerang asal Mesir itu sudah mencetak gol yang seluruhnya ditorehkan ke gawang Newcastle dalam pesta gol 6-0.
Dengan kemungkinan absennya Erling Haaland pada laga ini, Marmoush berkesempatan kembali jadi penyerang tengah dari yang sebelumnya bermain lebih menyamping. Tanggung jawab besar diemban bomber 26 tahun itu.
Di sisi lain, gerak-gerik Marmoush bakal sempit lantaran lini pertahanan Liverpool sedang dalam komposisi terbaik. Duet Ibrahima Konate dan Virgil Van Dijk sedang prima untuk tampil sejak menit pertama. Begitu juga dengan Trent Alexander-Arnold di bek kanan dan Andrew Robertson di bek kiri.
Kemudian, kurang maksimalnya benteng pertahanan Man City juga bisa diacak-acak oleh Mohamed Salah dan Luis Diaz yang bakal menusuk dari samping. Lini belakang tuan rumah akan kerja rodi membendung gempuran secepat kilat dari lawan.
Kondisi skuad yang lebih prima membuat Liverpool bisa mewujudkan berbagai kreasi dan inovasi strategi di sepanjang laga. Tercatat hanya tiga pemain cedera yakni Cody Gakpo, Joe Gomez, dan Conor Bradley.
Dengan keadaan ini, Liverpool punya segalanya untuk mengoreksi permainan City. Tekanan suporter tuan rumah nampaknya tidak akan mencegah The Reds untuk mengemas kemenangan pada laga ini.
(sry)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pekan ke-26 Liga Inggris 2024/2025 menyajikan duel Manchester City vs Liverpool, Minggu (23/2). Ini adalah bentrok antara dua tim yang tengah berbeda nasib.
Duel Man City vs Liverpool akan bergulir di Stadion Etihad, MInggu (23/2) pukul 23.30 WIB. Bertindak sebagai tuan rumah, The Citizens tentu tak ingin makin semenjana di depan puluhan ribu suporter di arena.
Di panggung domestik, Man City sedang kurang konsisten. Dari lima laga terakhir, ada satu kekalahan dan satu hasil imbang yang mencegah The Citizens merangkak ke papan atas Liga Inggris.
Sedangkan Liverpool tengah di atas angin karena sudah 22 pertandingan tak terkalahkan di Liga Inggris musim ini. Tim besutan Arne Slot terakhir tumbang saat lawan Nottingham Forest pada September 2024 lalu.
Konsistensi membuat The Reds memuncaki klasemen sementara dengan 61 poin dari 26 pertandingan. Mohamed Salah dan kawan-kawan cukup jauh meninggalkan Arsenal di peringkat kedua dengan 53 angka dan Nottingham Forest di posisi ketiga dengan 47 poin.
Karena itu, kemenangan bakal memangkas selisih poin dengan tim-tim di atas City. Di saat yang sama, hasil maksimal sekaligus bisa mencegah Manchester Biru terdepak dari tempatnya saat ini.
Sebab, City sedang ditempel ketat oleh penghuni peringkat kelima dan keenam yakni Bournemouth serta Chelsea dengan masing-masing 43 poin. Jika kedua tim itu mampu merebut kemenangan dan Man City kalah lawan Liverpool, otomatis 'Si Biru' bisa terancam dari zona Liga Champions.
Situasi ini jelas berat bagi City yang dalam beberapa tahun terakhir jadi 'Raja Rimba' di belantara kompetisi Britania Raya. Terlebih dengan kondisi skuad yang angin-anginan akibat cedera.
Kembalinya Ederson di pos penjaga gawang belum membuahkan hasil signifikan setelah cedera selama satu bulan menepi akibat cedera. Sejak kembali merumput pada akhir Januari lalu, Man City menelan empat kekalahan dari delapan laga yang dijalani saat kiper asal Brasil itu bertanding.
Absennya pemain bintang seperti Rodri dianggap sangat berpengaruh pada hasil laga Man City di semua kompetisi. Sejak absen pada September 2024 lalu, gelandang yang mengalami cedera ACL tersebut harus menyaksikan timnya kalah 13 kali dari total 33 pertandingan tanpa kehadirannya.
Selain itu, tanpa kehadiran gelandang asal Spanyol itu City harus rela menerima kenyataan terdepak dari tiga kompetisi yakni EFL Cup dan teranyar Liga Champions 2024/2025.
Praktis ambisi mengulang treble winner tak bisa diwujudkan musim ini. Piala FA jadi gelar yang paling realistis untuk Man City musim ini meski kesempatan juara Liga Inggris belum sirna.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Gilas Liverpool, Kesempatan Pep Redam Tekanan Bertubi-tubi
Liverpool pantang lengah di pacuan juara Liga Inggris. (REUTERS/Dylan Martinez)
Hal pertama yang harus dilakukan Pep Guardiola adalah meredam tekanan publik dengan kemenangan. Menggilas Liverpool adalah momen tepat untuk mengembalikan kepercayaan suporter pada dirinya.
Ia perlu jeli membaca manuver Liverpool yang sedang trengginas musim ini. Hasil imbang Liverpool saat melawan Aston Villa, 2-2, bisa jadi acuan Guardiola mencari titik lemah The Reds.
Guardiola juga perlu belajar dari pertemuan lawan Liverpool pada putaran pertama Liga Inggris musim ini. Kala itu, 'Si Merah' menggulung City 2-0 di Anfield.
Di sisi lain, Guardiola harus memikirkan kekuatan timnya sendiri. Ini setelah dua bek kawakan, Manuel Akanji dan John Stones masih diragukan tampil. Duet Ruben Dias dan Nathan Ake diperkirakan jadi andalan kali ini.
Lini tengah yang diisi Nico Gonzalez dan Mateo Kovacic diprediksi bakal diutamakan. Mau tak mau skema ini menjelma sebagai tumpuan selama Rodri absen.
Sisi sayap nyaris tanpa masalah dengan kehadiran Phil Foden dan Jeremy Doku. Kevin De Bruyne pun dapat melaksanakan tugasnya sebagai gelandang serang untuk distribusi bola ke kaki Omar Marmoush yang berdiri sebagai ujung tombak menggantikan Erling Haaland.
Sejak didatangkan pada awal tahun ini, Marmoush perlahan menemukan ritmenya sebagai juru gedor. Dari tiga penampilan di Liga Inggris, penyerang asal Mesir itu sudah mencetak gol yang seluruhnya ditorehkan ke gawang Newcastle dalam pesta gol 6-0.
Dengan kemungkinan absennya Erling Haaland pada laga ini, Marmoush berkesempatan kembali jadi penyerang tengah dari yang sebelumnya bermain lebih menyamping. Tanggung jawab besar diemban bomber 26 tahun itu.
Di sisi lain, gerak-gerik Marmoush bakal sempit lantaran lini pertahanan Liverpool sedang dalam komposisi terbaik. Duet Ibrahima Konate dan Virgil Van Dijk sedang prima untuk tampil sejak menit pertama. Begitu juga dengan Trent Alexander-Arnold di bek kanan dan Andrew Robertson di bek kiri.
Kemudian, kurang maksimalnya benteng pertahanan Man City juga bisa diacak-acak oleh Mohamed Salah dan Luis Diaz yang bakal menusuk dari samping. Lini belakang tuan rumah akan kerja rodi membendung gempuran secepat kilat dari lawan.
Kondisi skuad yang lebih prima membuat Liverpool bisa mewujudkan berbagai kreasi dan inovasi strategi di sepanjang laga. Tercatat hanya tiga pemain cedera yakni Cody Gakpo, Joe Gomez, dan Conor Bradley.
Dengan keadaan ini, Liverpool punya segalanya untuk mengoreksi permainan City. Tekanan suporter tuan rumah nampaknya tidak akan mencegah The Reds untuk mengemas kemenangan pada laga ini.