Bedah Asta Cita: Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026?

Abdul Susila | CNN Indonesia
Jumat, 28 Mar 2025 14:03 WIB
Bedah Asta Cita: Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026?
PSSI harus memiliki manajemen talenta nasional yang bagus untuk bersaing di level dunia. (Dok. PSSI)

Ketua Umum PSSI Erick Thohir masih meyakini Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia. Kemenangan 1-0 atas Bahrain setelah kalah 1-5 dari Australia adalah buktinya.

"Bangsa kita bisa, kalau kita mau kerja keras, kalau mau kompak. Kita buktikan, setelah kita kalah sama Australia, kita menang sama Bahrain," kata Erick.

Namun, terlepas dari mimpi tampil ke Piala Dunia, PSSI kiranya tak lupa dengan program Manajemen Talenta Nasional yang telah dicanangkan pemerintah dalam Asta Cita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, standar yang dimiliki Timnas Indonesia sudah tinggi. Standar Indonesia sudah bukan ASEAN (Piala AFF) lagi, meski belum pernah juara dalam turnamen dwitahunan ini.

Standar Timnas Indonesia adalah Piala Asia dan kini menuju standar Piala Dunia. Ini bukan standar main-main. Untuk bisa di level ini dibutuhkan talenta yang sangat berkualitas.

Tentu tidak bisa Indonesia hanya bergantung terus menerus pada pemain naturalisasi. Program naturalisasi memang akselerasi, tetapi manajemen talenta nasional juga kudu disuntik.

Pengamat sepak bola nasional Muhammad Yusuf Kurniawan senang olahraga, dalam hal ini sepak bola, menjadi salah satu program prioritas pemerintah lewat Asta Cita.

Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri) menyapa para pemain SSB seusai meresmikan Stadion Gelora Delta Sidoarjo di Jawa Timur, Senin (17/3/2025). Presiden merenovasi dan membangun 17 stadion berstandar FIFA untuk menjadi salah satu tolok ukur kekuatan negara di mata internasional. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/rwa.Pembinaan talenta muda di dalam negeri menjadi kunci sukses sepak bola Indonesia. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/rwa)

Yusuf berharap pembinaan usia muda jadi perhatian serius. Jika talenta nasional tidak ditata sejak usia muda, masa depan sepak bola akan terus tergantung akselerasi.

"Saya senang olahraga masuk Asta Cita pemerintah. Namun, jangan sampai Timnas senior saja yang diperhatikan. Pembinaan usia muda itu kunci, youth is future," kata Yusuf.

"Kunci sukses lainnya adalah kompetisi. Kalau pembinaan jalan, muaranya kompetisi. Dalam hal ini Liga 1 harus terus diperbaiki oleh PSSI. Kualitasnya ditingkatkan," ujarnya.

Timnas Indonesia mungkin tinggal beberapa langkah, tidak jauh lagi, ke Piala Dunia 2026. Kendati begitu prestasi sepak bola Indonesia masih jauh dari level ideal.

Asta Cita dengan tegas meminta manajemen talenta nasional jadi prioritas. Artinya pula standar atlet dalam manajemen talenta nasional adalah level piala dunia.

Seperti kata Prabowo saat peresmian 17 stadion pada 17 Maret 2025: "Indonesia harus masuk Piala Dunia. Itu tekad kita", maka manajemen talenta nasional juga harus level dunia. Wajib.

Catatan: Tulisan ini merupakan bagian dari naskah yang dibuat untuk mengikuti program BRI Fellowship Journalism 2025.

(har)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Indonesia kini di tengah jalan menuju Piala Dunia 2026. Bagaimana Asta Cita merancang prestasi cabang olahraga ini?

Asta Cita adalah delapan pokok misi yang akan dijalankan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2024-2029.

Delapan Misi atau Asta Cita ini merupakan kepanjangan dari visi Prabowo-Gibran selama masa pemerintahannya, yakni 'Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengacu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029, olahraga masuk Asta Cita nomor empat.

Asta Cita keempat itu berbunyi: "Memperkuat pembangunan sumber daya manusia [SDM], sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas."

Untuk menjalankan Asta Cita ini, sebagaimana dimuat dalam Perpres Nomor 12, dirancang 25 program. Rinciannya, 17 Program Prioritas Presiden dan 8 Program Hasil Terbaik Cepat.

Adapun prestasi olahraga termasuk dalam salah satu dari 17 program prioritas. Prestasi olahraga, bersama pelestarian seni budaya dan ekonomi kreatif, berada di urutan ke-17.

Untuk mendukung tercapainya prestasi dalam bidang olahraga, ditetapkan sebuah kegiatan dengan nama 'Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Olahraga'.

MTN ini bertujuan untuk peningkatan pembinaan prestasi olahraga yang diarahkan untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat regional dan internasional.

Acuan utama pelaksanaan MTN ini adalah Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang digubah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang saat ini dipimpin Dito Ariotedjo.

Piala Dunia Masuk Asta Cita

Pada 4 Desember 2024, setelah rapat DBON di Kemenpora, Dito menyebut Piala Dunia masuk ke dalam program prioritas nasional.

"Dalam Asta Cita, prioritas kita adalah Asian Games, Olimpiade, dan Piala Dunia. Tentu nanti akan kita sesuaikan," kata menteri termuda di Kabinet Merah Putih ini.

Karena itu Dito sangat mendukung kebijakan PSSI yang dipimpin Erick Thohir dalam menaturalisasi pemain keturunan Indonesia. Setiap nama yang diajukan PSSI langsung didorong Kemenpora.

Selama pemerintahan Prabowo, sudah enam pemain keturunan dinaturalisasi. Keenam pemain itu adalah Ole Romeny, Tim Geypens, Dion Markx, Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy.

Empat dari enam pemain sudah masuk skuad Timnas Indonesia, tiga di antaranya sudah melakoni debut. Ole Romeny dan Dean James debut saat melawan Australia (20/3), sedangkan Joey debut ketika menjamu Bahrain (25/3).

Erick Thohir mendampingi Prabowo Subianto meresmikan 17 stadion yang direnovasi dan dibangun di seluruh Indonesia.Erick Thohir mendampingi Prabowo Subianto meresmikan 17 stadion yang direnovasi dan dibangun di seluruh Indonesia. (CNNIndonesia.com/Farid Rahman)

Prabowo turut hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno saat Indonesia menang 1-0 atas Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 tersebut.

Presiden kedelapan Indonesia ini semringah tim Garuda menang. Prabowo pun percaya Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

"Insya Allah, insya Allah [lolos ke Piala Dunia 2026]. Mudah-mudahan. Kalau ini tadi kita kalah kita sudah out, tapi ini berarti kita ada kesempatan, maju terus," kata Prabowo.

Saat ini Timnas Indonesia berada di peringkat keempat klasemen sementara Grup C dengan sembilan poin. Tersisa dua laga untuk meraih tiket langsung ke Piala Dunia 2026.

Berikutnya, Indonesia akan bentrok dengan China pada 5 Juni dan melawan Jepang pada 10 Juni. Realistisnya, posisi runner up sulit tercapai, tetapi empat besar sangat besar.

Dito berharap, dalam dua laga tersisa Timnas Indonesia yang ditangani Patrick Kluivert bisa tampil konsisten. Jika konsisten, asa ke Piala Dunia akan terjaga.

"Jadi semoga ini bisa konsisten. Masih lumayan panjang. Kita masih ada di 5 Juni lawan China dan di 10 Juni melawan jepang. Semoga. Konsistensinya harus kita jaga," kata Dito.

Berlanjut ke halaman kedua >>>

PSSI, Ingat Manajemen Talenta Nasional

PSSI harus memiliki manajemen talenta nasional yang bagus untuk bersaing di level dunia. (Dok. PSSI)

Ketua Umum PSSI Erick Thohir masih meyakini Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia. Kemenangan 1-0 atas Bahrain setelah kalah 1-5 dari Australia adalah buktinya.

"Bangsa kita bisa, kalau kita mau kerja keras, kalau mau kompak. Kita buktikan, setelah kita kalah sama Australia, kita menang sama Bahrain," kata Erick.

Namun, terlepas dari mimpi tampil ke Piala Dunia, PSSI kiranya tak lupa dengan program Manajemen Talenta Nasional yang telah dicanangkan pemerintah dalam Asta Cita.

Kini, standar yang dimiliki Timnas Indonesia sudah tinggi. Standar Indonesia sudah bukan ASEAN (Piala AFF) lagi, meski belum pernah juara dalam turnamen dwitahunan ini.

Standar Timnas Indonesia adalah Piala Asia dan kini menuju standar Piala Dunia. Ini bukan standar main-main. Untuk bisa di level ini dibutuhkan talenta yang sangat berkualitas.

Tentu tidak bisa Indonesia hanya bergantung terus menerus pada pemain naturalisasi. Program naturalisasi memang akselerasi, tetapi manajemen talenta nasional juga kudu disuntik.

Pengamat sepak bola nasional Muhammad Yusuf Kurniawan senang olahraga, dalam hal ini sepak bola, menjadi salah satu program prioritas pemerintah lewat Asta Cita.

Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri) menyapa para pemain SSB seusai meresmikan Stadion Gelora Delta Sidoarjo di Jawa Timur, Senin (17/3/2025). Presiden merenovasi dan membangun 17 stadion berstandar FIFA untuk menjadi salah satu tolok ukur kekuatan negara di mata internasional. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/rwa.Pembinaan talenta muda di dalam negeri menjadi kunci sukses sepak bola Indonesia. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/rwa)

Yusuf berharap pembinaan usia muda jadi perhatian serius. Jika talenta nasional tidak ditata sejak usia muda, masa depan sepak bola akan terus tergantung akselerasi.

"Saya senang olahraga masuk Asta Cita pemerintah. Namun, jangan sampai Timnas senior saja yang diperhatikan. Pembinaan usia muda itu kunci, youth is future," kata Yusuf.

"Kunci sukses lainnya adalah kompetisi. Kalau pembinaan jalan, muaranya kompetisi. Dalam hal ini Liga 1 harus terus diperbaiki oleh PSSI. Kualitasnya ditingkatkan," ujarnya.

Timnas Indonesia mungkin tinggal beberapa langkah, tidak jauh lagi, ke Piala Dunia 2026. Kendati begitu prestasi sepak bola Indonesia masih jauh dari level ideal.

Asta Cita dengan tegas meminta manajemen talenta nasional jadi prioritas. Artinya pula standar atlet dalam manajemen talenta nasional adalah level piala dunia.

Seperti kata Prabowo saat peresmian 17 stadion pada 17 Maret 2025: "Indonesia harus masuk Piala Dunia. Itu tekad kita", maka manajemen talenta nasional juga harus level dunia. Wajib.

Catatan: Tulisan ini merupakan bagian dari naskah yang dibuat untuk mengikuti program BRI Fellowship Journalism 2025.


HALAMAN:
1 2