3 Rekor Sejarah Baru usai Persib Juara Liga 1

CNN Indonesia
Senin, 05 Mei 2025 20:11 WIB
3 Rekor Sejarah Baru usai Persib Juara Liga 1
Persib untuk kali pertama juara liga dengan format kompetisi penuh. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

2. Juara Format Full Kompetisi

Juara Liga 1 2024/2025 adalah yang pertama bagi Persib dengan sistem full kompetisi. Sebelumnya Persib selalu kampiun kompetisi saat ada format tambahan semifinal dan final.

Ketika juara Liga Indonesia 1994/1995, format liga dibagi dalam dua wilayah. Dari dua wilayah ini lantas ada dua grup delapan besar, lantas semifinal, dan menang 1-0 pada laga final.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu juga saat juara Indonesia Super League 2014, sistemnya sama dengan edisi 1994/1995. Kemudian pada 2023/2024 sistem liga dan dilanjutkan babak championship.

3. Pertama Kali Raih Trofi di Bandung

Persib akan menerima trofi juara Liga 1 2024/2025 pada pekan terakhir kompetisi. Adapun laga pemungkas Persib musim adalah melawan Persis Solo pada 25 Mei di kandang.

Artinya pula Persib akan menerima trofi juara di kandang, di hadapan pendukung setianya. Ini yang pertama, sebab tiga gelar juara sebelumnya didapat di kandang lawan atau tempat netral.

Pada musim 1994/1995, Persib meraih trofi juara di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Kemudian musim 2014 di Stadion Jakabaring, Palembang, dan musim lalu di Bangkalan, Madura.



(abs/ptr)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga rekor baru tercipta usai Persib Bandung resmi menjuarai Liga 1 2024/2025. Berikut tiga rekor sejarah yang tercipta pada musim ini.

Persib memastikan gelar juara setelah Persebaya Surabaya bermain imbang 3-3 melawan Persik Kediri. Dengan hasil ini Bajol Ijo tak bisa lagi mengejar ketertinggalan poin.

Saat ini Persib mengoleksi 64 poin dari 31 pertandingan. Adapun Dewa United dan Persebaya di peringkat kedua dan ketiga sama-sama mengoleksi 54 poin dari 31 laga musim ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan tersisa tiga laga, poin maksimal yang mungkin diraih Dewa United dan Persebaya adalah 63. Artinya, meski Persib kalah dalam tiga laga tersisa, poin mereka sudah tak akan terlampaui.

Berikut ini adalah tiga rekor sejarah yang tercipta seusai Maung Bandung memastikan gelar juara Liga 1 2024/2025, meski tidak menjalani pertandingan pada Senin (5/5).

1. Back to Back Champions

Persib untuk pertama kalinya meraih back to back champions atau juara dua kali berturut-turut dalam dua musim. Selain juara musim 2024/2025, Persib juara musim 2023/2024.

Sebelumnya Persib, pada era Liga Indonesia sejak 1994, Persib tak perah juara liga dua musim beruntun. Persib juara pada musim 1994/1995, 2014, dan 2023/2024.

Namun, jika dihitung dengan era Perserikatan, ini adalah yang kedua. Persib adalah juara beruntun, yakni Perserikatan edisi 1993/1994, lantas juara edisi pertama Liga Indonesia musim 1994/1995.

Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>

Persib Terima Trofi Juara di Kandang

Persib untuk kali pertama juara liga dengan format kompetisi penuh. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

2. Juara Format Full Kompetisi

Juara Liga 1 2024/2025 adalah yang pertama bagi Persib dengan sistem full kompetisi. Sebelumnya Persib selalu kampiun kompetisi saat ada format tambahan semifinal dan final.

Ketika juara Liga Indonesia 1994/1995, format liga dibagi dalam dua wilayah. Dari dua wilayah ini lantas ada dua grup delapan besar, lantas semifinal, dan menang 1-0 pada laga final.

Begitu juga saat juara Indonesia Super League 2014, sistemnya sama dengan edisi 1994/1995. Kemudian pada 2023/2024 sistem liga dan dilanjutkan babak championship.

3. Pertama Kali Raih Trofi di Bandung

Persib akan menerima trofi juara Liga 1 2024/2025 pada pekan terakhir kompetisi. Adapun laga pemungkas Persib musim adalah melawan Persis Solo pada 25 Mei di kandang.

[Gambas:Photo CNN]

Artinya pula Persib akan menerima trofi juara di kandang, di hadapan pendukung setianya. Ini yang pertama, sebab tiga gelar juara sebelumnya didapat di kandang lawan atau tempat netral.

Pada musim 1994/1995, Persib meraih trofi juara di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Kemudian musim 2014 di Stadion Jakabaring, Palembang, dan musim lalu di Bangkalan, Madura.

[Gambas:Video CNN]




HALAMAN:
1 2