Reaksi FFI Soal Ricuh Final Futsal Proprov Jatim Malang vs Surabaya
Saat pertandingan dilanjutkan, tensi panas ternyata belum mereda. Para pemain dari kedua tim kemudian terlibat benturan keras dengan saling jegal 'brutal' antarpemain. Penonton yang tersulut kemudian kembali melakukan pelemparan botol ke arah pemain.
Pemain tim Surabaya kemudian dievakuasi ke area aman. Sedangkan pemain tim Malang masih berada di lapangan. 20 menit berselang, situasi tetap tak kunjung kondusif, laga pun harus ditunda hingga waktu yang tak ditentukan.
LOC cabang olahraga futsal Porprov Jatim IX/2025, Ikhwan, mengatakan alasan utama penghentian laga final ini tak lain adalah faktor keamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan utamanya tentu keamanan. Terkait kapan dilanjutkan, saat ini saya belum bisa menjawab," kata Ikhwan.
Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jatim, Arief Anton Sujarwo, mengatakan keputusan penghentian ini sudah sesuai dengan regulasi yang ada. Pasalnya, hingga batas waktu yang ditentukan, ternyata situasi tak kunjung kondusif.
"Jika ada kericuhan maka pertandingan harus hentikan selama 2x10 menit. Kami sudah menjalani dan situasi masih belum memungkinkan. Akhirnya pertandingan ditunda," kata Arief.
Karena itu, untuk laga lanjutan nanti, ia masih berkoordinasi dengan dinas terkait selaku penyedia sarana serta KONI Jatim terlebih dahulu. Kericuhan ini disayangkan terjadi bertepatan saat peringatan 1000 hari Tragedi Kanjuruhan.
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar menyayangkan laga final cabang olahraga futsal putra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025, antara tim Surabaya vs Kota Malang dihentikan akibat kericuhan, Jumat (27/6).
"Kami menyayangkan insiden yang terjadi pada pertandingan final Porprov Jatim 2025, khususnya aksi sebagian suporter yang melakukan chant ofensif serta adanya oknum yang memasuki area lapangan. Tindakan seperti ini tidak mencerminkan semangat sportivitas dan dapat membahayakan keselamatan pemain, ofisial, maupun penonton," ucap Michael dalam rilisnya di Instagram FFI pada Sabtu (28/6).
Meski, Porprov merupakan ajang resmi yang berada di bawah kewenangan KONI dan pemerintah daerah, serta bukan di bawah pengelolaan FFI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Michael menegaskan FFI selalu siap memberikan dukungan teknis dan edukasi melalui Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) serta Asosiasi Futsal Kabupaten/Kota (AFK).
"Futsal harus menjadi ruang yang aman, adil, dan membanggakan bagi semua pihak. Mari kita jaga atmosfer kompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas. Ini bukan semata soal siapa yang menang, melainkan juga tentang bagaimana kita menjaga martabat olahraga ini," ucap Michael.
Laga yang berlangsung di Graha Polinema, Malang, itu berjalan panas sejak awal. Surabaya berhasil unggul 2-0 melawan tuan rumah. Kedua juga tim tampil keras.
Kericuhan terjadi pada babak kedua. Diawali dengan chant bernada negatif kepada Tim Surabaya. Hal itu berlanjut ke aksi pelemparan botol air mineral dari tribune penonton. Pertandingan pun dihentikan selama 15 menit.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Saling Jegal 'Brutal' di Final Futsal Porprov Jatim
Final Porprov Jatim dihentikan karena ricuh. (Istockphoto/BrilliantEye)
Saat pertandingan dilanjutkan, tensi panas ternyata belum mereda. Para pemain dari kedua tim kemudian terlibat benturan keras dengan saling jegal 'brutal' antarpemain. Penonton yang tersulut kemudian kembali melakukan pelemparan botol ke arah pemain.
Pemain tim Surabaya kemudian dievakuasi ke area aman. Sedangkan pemain tim Malang masih berada di lapangan. 20 menit berselang, situasi tetap tak kunjung kondusif, laga pun harus ditunda hingga waktu yang tak ditentukan.
LOC cabang olahraga futsal Porprov Jatim IX/2025, Ikhwan, mengatakan alasan utama penghentian laga final ini tak lain adalah faktor keamanan.
"Alasan utamanya tentu keamanan. Terkait kapan dilanjutkan, saat ini saya belum bisa menjawab," kata Ikhwan.
Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jatim, Arief Anton Sujarwo, mengatakan keputusan penghentian ini sudah sesuai dengan regulasi yang ada. Pasalnya, hingga batas waktu yang ditentukan, ternyata situasi tak kunjung kondusif.
"Jika ada kericuhan maka pertandingan harus hentikan selama 2x10 menit. Kami sudah menjalani dan situasi masih belum memungkinkan. Akhirnya pertandingan ditunda," kata Arief.
Karena itu, untuk laga lanjutan nanti, ia masih berkoordinasi dengan dinas terkait selaku penyedia sarana serta KONI Jatim terlebih dahulu. Kericuhan ini disayangkan terjadi bertepatan saat peringatan 1000 hari Tragedi Kanjuruhan.