Vanenburg Gemar Utak-atik Starter Indonesia, Lawan Bisa Keder
CNN Indonesia
Selasa, 22 Jul 2025 11:46 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gerald Vanenburg baru menangani Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2025. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Bisa jadi Vanenburg masih dalam masa pengenalan pemain Timnas Indonesia U-23 dan membutuhkan waktu menyusun 11 pemain terbaik.
"Bagi saya, ini turnamen pertama saya [dengan Timnas Indonesia U-23]. Saya perlu tahu dulu pemain-pemainnya. Untuk sekarang, saya sudah cukup senang, kami main dua pertandingan dengan bagus," jelas Vanenburg usai laga melawan Malaysia.
Di sisi lain gonta-ganti pemain ala Vanenburg memperlihatkan kedalaman skuad Indonesia dalam tiga laga fase grup.
Gaya main pilihan Vanenburg mungkin bisa dilihat dengan gamblang oleh analis atau pelatih lawan. Bermain satu dua sentuhan dengan cepat, mengoptimalkan sayap, half space, maupun koridor tengah, mengirim umpan ke belakang garis pertahanan, dan sebagainya.
Namun pemain-pemain yang berada di lapangan menjadi aktor penentu langkah. Variasi pemain yang dimiliki Vanenburg membuatnya punya banyak opsi yang bisa jadi mengecoh lawan.
Pemilihan pemain ala Vanenburg yang tidak terpaku dengan caps juga memunculkan kepercayaan diri pemain-pemain baru sekaligus membuat persaingan internal yang kompetitif.
Cahya, Ferarri, atau Victor yang sempat menjadi andalan beberapa waktu sebelumnya terbukti harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat di tim utama.
Starter Indonesia vs Brunei:
M Ardiansyah; Robi Darwis, M Ferarri, Brandon Scheunemann, Doni Tri; Rayhan Hannan, Toni Firmansyah, Arkhan Fikri; Rahmat Arjuna, Jens Raven, Achmad Maulana Syarif.
Tidak semua pemain diganti, ada yang jadi 'langganan' starter seperti Robi Darwis, Doni Tri Pamungkas, Rayhan Hannan, Toni Firmansyah, dan Rahmat Arjuna.
Selebihnya berganti-ganti. Bahkan ada yang membuat terkejut. Pemilihan M Ardiansyah di bawah mistar salah satunya. Keberadaan Cahya Supriadi dan Daffa Fasya membuat dua nama tersebut digadang-gadang jadi penjaga gawang utama, namun Vanenburg punya pilihan beda.
Ardiansyah tampil cukup meyakinkan. Terlepas tak banyak dapat ancaman pada laga melawan Brunei, kiper PSM Makassar itu menunjukkan ketenangan dan kemampuan distribusi bola yang baik saat melawan Filipina.
Saat Ardiansyah tampak cukup bisa diandalkan, Vanenburg kemudian menempatkan Cahya saat melawan Filipina. Terbukti kiper yang pernah memperkuat Persija Jakarta dan Bekasi City itu tampil piawai.
Lini pertahanan pun tak lepas dari perubahan. Skema empat bek dengan kombinasi dua full back dan dua center back dihuni pemain-pemain yang berbeda, kecuali Doni Tri di posisi bek kiri.
Robi di kanan, serta duet Ferarri dan Brandon Scheunemann pada laga pertama tak ada pada laga kedua. Saat menghadapi Filipina, Robi didorong jadi gelandang. Sedangkan Ferarri dan Brandon diganti Kadek Arel dan Kakang Rudianto. Sementara posisi bek kiri ditempati Alfharezzie Buffon.
Kuartet Ezzie, Kadek, Kakang, dan Doni jadi pilihan lagi pada laga ketiga.
Di lini tengah Toni Firmansyah dan Arkhan Fikri jadi dua andalan Vanenburg, namun permasalahan cedera Arkhan membuat pelatih asal Belanda andalan di posisi gelandang saat melawan Malaysia.
Guna menjalankan tugas Arkhan, Rayhan Hannan yang menjadi winger saat melawan Filipina harus digeser ke tengah.
Di sektor serang, hanya Rahmat yang selalu jadi starter. Jens Raven bergantian dengan Hokky Caraka sebagai ujung tombak. Sedangkan Achmad Maulana Syarif, Rayhan, dan Victor Dethan bergantian mengisi sayap kanan.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Vanenburg Menjalani Masa Pengenalan Pemain Timnas Indonesia U-23
Gerald Vanenburg baru menangani Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2025. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Bisa jadi Vanenburg masih dalam masa pengenalan pemain Timnas Indonesia U-23 dan membutuhkan waktu menyusun 11 pemain terbaik.
"Bagi saya, ini turnamen pertama saya [dengan Timnas Indonesia U-23]. Saya perlu tahu dulu pemain-pemainnya. Untuk sekarang, saya sudah cukup senang, kami main dua pertandingan dengan bagus," jelas Vanenburg usai laga melawan Malaysia.
Di sisi lain gonta-ganti pemain ala Vanenburg memperlihatkan kedalaman skuad Indonesia dalam tiga laga fase grup.
Gaya main pilihan Vanenburg mungkin bisa dilihat dengan gamblang oleh analis atau pelatih lawan. Bermain satu dua sentuhan dengan cepat, mengoptimalkan sayap, half space, maupun koridor tengah, mengirim umpan ke belakang garis pertahanan, dan sebagainya.
Namun pemain-pemain yang berada di lapangan menjadi aktor penentu langkah. Variasi pemain yang dimiliki Vanenburg membuatnya punya banyak opsi yang bisa jadi mengecoh lawan.
Pemilihan pemain ala Vanenburg yang tidak terpaku dengan caps juga memunculkan kepercayaan diri pemain-pemain baru sekaligus membuat persaingan internal yang kompetitif.
Cahya, Ferarri, atau Victor yang sempat menjadi andalan beberapa waktu sebelumnya terbukti harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat di tim utama.
Starter Indonesia vs Brunei:
M Ardiansyah; Robi Darwis, M Ferarri, Brandon Scheunemann, Doni Tri; Rayhan Hannan, Toni Firmansyah, Arkhan Fikri; Rahmat Arjuna, Jens Raven, Achmad Maulana Syarif.