Persebaya vs PSIM: Menanti Sihir Gaya Spanyol di Surabaya
Abdul Susila | CNN Indonesia
Jumat, 08 Agu 2025 08:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
PSIM Yogyakarta datang sebagai tim promosi di Super League 2025/2026. (Arsip PSIM Yogyakarta)
Sebagai juara Liga 2 2025/2026 yang artinya pendatang baru di Super League 2025/2026, PSIM Yogyakarta tampak tidak meyakinkan. Komposisi tim dinilai belum kelas kasta tertinggi.
Dari daftar pemain yang sudah dirilis, nyaris tak ada nama besar. Hanya ada beberapa nama berlabel Timnas Indonesia, tetapi sudah lama tak masuk daftar panggil seperti Andy Setyo Nugroho.
Pemain-pemain asing yang didatangkan juga tak meyakinkan. Ze Valente dan Nermin Haljeta, adalah dua nama yang tidak asing, karena musim sebelumnya sudah berada di Liga Indonesia.
Sejarah pertemuan Persebaya kontra PSIM juga tidak berpihak ke tim tamu. Sejak pertemuan pada 2017, Persebaya unggul empat kali unggul dan dua lainnya berakhir imbang.
Sudah begitu, tim juara kasta kedua yang tampil dalam laga pembuka dominan kalah. PSIM pun bisa mengalami kejutan yang sama, dapat pukulan pelajaran dari 'senior' di kasta tertinggi.
Namun demikian, bukan tidak mungkin PSIM membuat kejutan. Tim berjulukan Laskar Mataram ini punya motivasi tinggi. Sebab, tak ada tim juara Liga 2 yang promosi langsung degradasi.
Salah satu kunci kejutan PSIM adalah Riyatno Abiyoso. Mantan pemain Persela Lamongan berposisi winger ini sudah hapal betul gaya permainan Persebaya. Ia kerap merepotkan.
Yang jadi soal, pemain asing PSIM kurang meyakinkan. Rafinha misalnya, tajam saat tampil di Liga 2, tetapi di kasta tertinggi belum terbukti. Dalam dua musim terakhir ia di kasta kedua.
Dengan semua situasi ini, sangat pantas Persebaya diunggulkan. Bahkan, suporter Persebaya bisa marah besar jika sampai kalah. Dampaknya manajemen klub ditekan lagi.
Bagi Perez, ini juga pertaruhan besar. Sebagai mantan asisten pelatih Timnas Indonesia di era Luis Milla, permainan rampak, solid, dan indah diharapkan publik bisa diraciknya.
Permainan ala Spanyol yang indah diinginkan suporter Surabaya. Permainan yang menyihir hingga bisa menuai kemenangan. Ini yang ingin dilihat di GBT, Jumat (8/8) ini.
Pertandingan laga pembuka Liga Super ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (8/8). Laga ini bisa menjadi kampanye Persebaya soal ambisi juara liga.
Situasinya, skuad Persebaya musim ini tak banyak perubahan. Sekitar 70 persen adalah wajah lama. Hal ini yang membuat tim berlambang ikan hiu dan buaya ini solid.
Ernando Ari masih jadi andalan di bawah mistar. Untuk pertahanan, kemungkinan diisi duet wajah baru, Dime Dimov dan Risto Mitrevski. Sejatinya ada Leo Lelis, tetapi baru bergabung.
Posisi bek sayap kanan kemungkinan diisi Arief Catur, sebab Koko Ari Araya masih dibekap cedera. Untuk posisi bek kiri ada Mikael Tata. Pemain 21 tahun ini akan mengisi slot pemain U-23.
Beralih ke tengah, ada trio Francisco Rivera, Milos Raickovic, dan Rachmat Irianto. Nama terakhir sudah pulih total dari cedera lutut dan sudah berlatih normal selama pramusim.
Kemudian tiga pemain di depan bakal ditempati Bruno Moreira, Mihailo Perovic, dan Malik Risaldi. Jika tidak, ada potensi Eduardo Perez memasang Dejan Tumbas atau Rizky Dwi Pangestu.
Persebaya juga masih punya Gali Freitas, yang musim sebelumnya membela PSIS Semarang. Pemain asal Timor Leste ini bisa menjadi senjata cadangan Persebaya di saat kritis.
Melihat komposisi pemain yang ada, Persebaya layak diunggulkan. Apalagi kinerja pemain dalam asuhan Perez ini meraih kemenangan dalam laga uji coba di Australia, bulan lalu.
Tampil di depan Bonek sekaligus pula akan memantik motivasi. Lebih dari itu, gaya main Persebaya sangat dinanti. Menang sangat ditunggu, tetapi main indah sangat diidamkan.
Jika tampil solid, menghibur, dan membuat decak kagum, Persebaya bakal digaris tebal sebagai kandidat juara. Kalau sebaliknya, Bonek akan meneror dengan sungguh dan keras.
Baca lanjutan analisis ini di halaman selanjutnya>>>
Skuad Tamu Kurang Meyakinkan
PSIM Yogyakarta datang sebagai tim promosi di Super League 2025/2026. (Arsip PSIM Yogyakarta)
Sebagai juara Liga 2 2025/2026 yang artinya pendatang baru di Super League 2025/2026, PSIM Yogyakarta tampak tidak meyakinkan. Komposisi tim dinilai belum kelas kasta tertinggi.
Dari daftar pemain yang sudah dirilis, nyaris tak ada nama besar. Hanya ada beberapa nama berlabel Timnas Indonesia, tetapi sudah lama tak masuk daftar panggil seperti Andy Setyo Nugroho.
Pemain-pemain asing yang didatangkan juga tak meyakinkan. Ze Valente dan Nermin Haljeta, adalah dua nama yang tidak asing, karena musim sebelumnya sudah berada di Liga Indonesia.
Sejarah pertemuan Persebaya kontra PSIM juga tidak berpihak ke tim tamu. Sejak pertemuan pada 2017, Persebaya unggul empat kali unggul dan dua lainnya berakhir imbang.
Sudah begitu, tim juara kasta kedua yang tampil dalam laga pembuka dominan kalah. PSIM pun bisa mengalami kejutan yang sama, dapat pukulan pelajaran dari 'senior' di kasta tertinggi.
Namun demikian, bukan tidak mungkin PSIM membuat kejutan. Tim berjulukan Laskar Mataram ini punya motivasi tinggi. Sebab, tak ada tim juara Liga 2 yang promosi langsung degradasi.
Salah satu kunci kejutan PSIM adalah Riyatno Abiyoso. Mantan pemain Persela Lamongan berposisi winger ini sudah hapal betul gaya permainan Persebaya. Ia kerap merepotkan.
Yang jadi soal, pemain asing PSIM kurang meyakinkan. Rafinha misalnya, tajam saat tampil di Liga 2, tetapi di kasta tertinggi belum terbukti. Dalam dua musim terakhir ia di kasta kedua.
Dengan semua situasi ini, sangat pantas Persebaya diunggulkan. Bahkan, suporter Persebaya bisa marah besar jika sampai kalah. Dampaknya manajemen klub ditekan lagi.
Bagi Perez, ini juga pertaruhan besar. Sebagai mantan asisten pelatih Timnas Indonesia di era Luis Milla, permainan rampak, solid, dan indah diharapkan publik bisa diraciknya.
Permainan ala Spanyol yang indah diinginkan suporter Surabaya. Permainan yang menyihir hingga bisa menuai kemenangan. Ini yang ingin dilihat di GBT, Jumat (8/8) ini.