Jonatan Christie masih harus menunda mimpi memiliki medali Kejuaraan Dunia usai kalah dari Kunlavut Vitidsarn di babak perempat final, Jumat (29/8).
Dalam kariernya, Jonatan berhasil masuk kategori pemain papan atas lewat sejumlah prestasi yang ia torehkan, mulai dari emas Asian Games, juara Kejuaraan Asia, hingga juara All England. Namun sejauh ini, Jonatan kembali gagal merebut medali Kejuaraan Dunia.
Pada langkah terakhir menuju zona medali di edisi kali ini, Jonatan diadang oleh Kunlavut. Jonatan kalah 14-21, 21-18, 8-21.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonatan mengakui hasil ini tidak sesuai harapan. Di sisi lain, ia juga mengaku tidak menyangka soal perubahan cara main Kunlavut.
"Puji Tuhan dulu karena saya dapat melewati permainan hari ini tanpa kekurangan apapun hari ini walaupun hasilnya tidak sesuai dengan harapan dan harus terhenti lagi di babak delapan besar."
"Harus diakui hari ini Kunlavut bermain sangat bagus dan cepat. Di game pertama, pada saat menang angin, Kunlavut justru bermain sangat cepat dan agresif, yang mana itu bukan kebiasaan Kunlavut, biasanya dia cenderung ada rally-rally dulu baru menyerang," tutur Jonatan dalam rilis PBSI.
Setelah berhasil merebut gim kedua, Jonatan menilai dirinya telat panas di gim penentuan.
"Kesalahan saya adalah di game ketiga awal, dimana dia sudah langsung in terlebih dahulu ke dalam permainan cepat dan itu yang kembali menyulitkan saya dan membuat permainan saya tidak berkembang. Harusnya saya memegang ritme permainan dulu di awal game ketiga tadi."
"Pertandingan hari ini tentunya akan menjadi evaluasi saya untuk mencoba lagi di pertandingan yang akan datang," kata Jonatan.
(ptr/har)