Keluarga Buka Suara Soal Atlet Senam Naufal Takdir Meninggal di Rusia
CNN Indonesia
Jumat, 26 Sep 2025 19:52 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Atlet gimnastik Indonesia, Naufal Takdir, meninggal di Rusia. (Dok. Gimnastik Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --
Affua Mufarik atau Arik (22), kakak dari atlet gimnastik putra Indonesia Naufal Takdir Al Bari yang meninggal saat menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) di Rusia, buka suara.
Arik menceritakan komunikasi terakhir dengan adiknya itu terjadi sebelum Naufal mengalami insiden kecelakaan saat latihan. Menurut Arik, meski komunikasi sempat terhambat karena situasi di sana, Naufal masih sempat memberi kabar kepada keluarga.
"Jadi ketika waktu Naufal berangkat di Rusia sebelumnya kita sudah berkoordinasi sama Naufal dan selalu menghubungi, dan saya juga sering banget menghubungi Naufal ketika dia butuh buat masuk kuliah. Naufal kan baru mau masuk kuliah tahun ini," kata Arik, kepada CNNIndonesia.com, Jumat (26/9).
Tahun ini, ia menuturkan adiknya itu baru masuk kuliah, dan dia banyak membutuhkan informasi terkait kampusnya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Namun komunikasi tidak selalu mudah.
"Saya tidak bisa menghubungi Naufal secara langsung, Mas. Saya harus menunggu dia dulu karena komunikasi di sana masih belum bisa lancar karena ada masalah serangan siber atau apa gitu. Saya kurang paham," ujarnya.
Arik mengungkap, sebelum masuk rumah sakit, Naufal sempat menelepon ibunya pada Sabtu (13/9) dini hari. Dalam percakapan itu, Naufal berpesan agar ibunya menjaga kesehatan.
"Terakhir sempat sebelum Naufal itu kejadian masuk rumah sakit itu pada hari Sabtu tanggal 13 September 2025 jam 01.00 WIB dini hari, itu Naufal telepon ke ibu. Buat ngabarin dia sedang apa di sana. Terus dia pesan-pesan juga buat Ibu. Dia bilang 'Ibu jaga kesehatan ya di sana ya. Sehat-sehat ya'," tutur Arik.
Arik juga mengingat, pada saat itu adiknya sedang mengenakan kaos putih yang biasa dipakai ketika hendak berangkat latihan.
Baca di halaman berikutnya>>>
Kabar kecelakaan sendiri baru diterima keluarga beberapa hari kemudian. Menurut Arik, pihak keluarga tidak langsung mendapatkan informasi karena harus melalui konfirmasi federasi terlebih dahulu.
"Pada saat Naufal kecelakaan itu kami belum dapat informasi memang karena kendala dari pihak sana juga susah untuk menghubungi kami. Karena mereka juga harus mengkonfirmasi ke pihak pusatnya (federasi) dulu baru mengolah kata biar bisa menghubungi kami juga," jelas Arik.
Ia menambahkan, kabar resmi baru diterima keluarga pada 16 September 2025. Saat itu, keluarga mendapat informasi bahwa Naufal mengalami kecelakaan ketika latihan dan masih dalam keadaan sadar.
"Pada pagi hari kami dapat kabar bahwa Naufal ini pertamanya memang kecelakaan pada saat latihan aja. Dan dia posisinya memang masih sadar. Kami juga masih menunggu pada saat itu pemeriksaan, apanya yang cedera atau apa," kata Arik.
Arik menyebutkan, keluarga terus menjalin komunikasi intens dengan pihak federasi yang mendampingi atlet di Rusia untuk mengetahui perkembangan kondisi Naufal setelah insiden itu.
"Dan kami juga sudah berkomunikasi pada waktu itu sama pihak sana juga kayak gimana Naufal. Dan itu sangat intens sekali dan setiap hari selalu update gitu," pungkasnya.
Atlet gimnastik putra Indonesia, Naufal Takdir Al Bari, meninggal dunia saat menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) di Rusia, Kamis (25/9), setelah menjalani perawatan selama 12 hari di RS GA Zakharyin.
Naufal merupakan salah satu atlet yang dipersiapkan tampil di 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025, SEA Games 2025 Bangkok, dan diproyeksikan dapat lolos Olimpiade 2028 Los Angeles.
Affua Mufarik atau Arik (22), kakak dari atlet gimnastik putra Indonesia Naufal Takdir Al Bari yang meninggal saat menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) di Rusia, buka suara.
Arik menceritakan komunikasi terakhir dengan adiknya itu terjadi sebelum Naufal mengalami insiden kecelakaan saat latihan. Menurut Arik, meski komunikasi sempat terhambat karena situasi di sana, Naufal masih sempat memberi kabar kepada keluarga.
"Jadi ketika waktu Naufal berangkat di Rusia sebelumnya kita sudah berkoordinasi sama Naufal dan selalu menghubungi, dan saya juga sering banget menghubungi Naufal ketika dia butuh buat masuk kuliah. Naufal kan baru mau masuk kuliah tahun ini," kata Arik, kepada CNNIndonesia.com, Jumat (26/9).
Tahun ini, ia menuturkan adiknya itu baru masuk kuliah, dan dia banyak membutuhkan informasi terkait kampusnya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Namun komunikasi tidak selalu mudah.
"Saya tidak bisa menghubungi Naufal secara langsung, Mas. Saya harus menunggu dia dulu karena komunikasi di sana masih belum bisa lancar karena ada masalah serangan siber atau apa gitu. Saya kurang paham," ujarnya.
Arik mengungkap, sebelum masuk rumah sakit, Naufal sempat menelepon ibunya pada Sabtu (13/9) dini hari. Dalam percakapan itu, Naufal berpesan agar ibunya menjaga kesehatan.
"Terakhir sempat sebelum Naufal itu kejadian masuk rumah sakit itu pada hari Sabtu tanggal 13 September 2025 jam 01.00 WIB dini hari, itu Naufal telepon ke ibu. Buat ngabarin dia sedang apa di sana. Terus dia pesan-pesan juga buat Ibu. Dia bilang 'Ibu jaga kesehatan ya di sana ya. Sehat-sehat ya'," tutur Arik.
Arik juga mengingat, pada saat itu adiknya sedang mengenakan kaos putih yang biasa dipakai ketika hendak berangkat latihan.
Baca di halaman berikutnya>>>
Keluarga Dapat Kabar Beberapa Hari Setelah Meninggal
Naufal Takdir meninggal dunia saat TC di Rusia. (Dok. @nopaln__)
Kabar kecelakaan sendiri baru diterima keluarga beberapa hari kemudian. Menurut Arik, pihak keluarga tidak langsung mendapatkan informasi karena harus melalui konfirmasi federasi terlebih dahulu.
"Pada saat Naufal kecelakaan itu kami belum dapat informasi memang karena kendala dari pihak sana juga susah untuk menghubungi kami. Karena mereka juga harus mengkonfirmasi ke pihak pusatnya (federasi) dulu baru mengolah kata biar bisa menghubungi kami juga," jelas Arik.
Ia menambahkan, kabar resmi baru diterima keluarga pada 16 September 2025. Saat itu, keluarga mendapat informasi bahwa Naufal mengalami kecelakaan ketika latihan dan masih dalam keadaan sadar.
"Pada pagi hari kami dapat kabar bahwa Naufal ini pertamanya memang kecelakaan pada saat latihan aja. Dan dia posisinya memang masih sadar. Kami juga masih menunggu pada saat itu pemeriksaan, apanya yang cedera atau apa," kata Arik.
Arik menyebutkan, keluarga terus menjalin komunikasi intens dengan pihak federasi yang mendampingi atlet di Rusia untuk mengetahui perkembangan kondisi Naufal setelah insiden itu.
"Dan kami juga sudah berkomunikasi pada waktu itu sama pihak sana juga kayak gimana Naufal. Dan itu sangat intens sekali dan setiap hari selalu update gitu," pungkasnya.
Atlet gimnastik putra Indonesia, Naufal Takdir Al Bari, meninggal dunia saat menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) di Rusia, Kamis (25/9), setelah menjalani perawatan selama 12 hari di RS GA Zakharyin.
Naufal merupakan salah satu atlet yang dipersiapkan tampil di 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025, SEA Games 2025 Bangkok, dan diproyeksikan dapat lolos Olimpiade 2028 Los Angeles.