Arab Saudi Tumpas Timnas Indonesia? Oh, Itu Halusinasi, Bung!
Abdul Susila | CNN Indonesia
Jumat, 03 Okt 2025 13:26 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia harus percaya diri bisa mencetak sejarah lolos Piala Dunia 2026. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --
"Timnas Indonesia tak akan menang atas Arab Saudi pada fase keempat zona Asia Kualifikasi Piala Dunia 2026."
Kalimat di atas itu persepsi yang sedang dibangun.
Seperti hegemoni, alam bawah sadar publik Indonesia disusupi. Ditekankan terus menerus bahwa Arab Saudi unggul segalanya atas Indonesia. Dibesar-besarkan pula bahwa Indonesia lemah.
Psikologis pemain Timnas Indonesia, juga suporter, diteror bahwa Arab Saudi punya pemain ke-12 dan 13. Dua elemen yang dimaksud adalah suporter tuan rumah dan wasit dari Kuwait.
Situasi-situasi menjelang pertandingan ini seperti sengaja dibuat untuk mengganggu psikologis pemain. Apakah akan berdampak? Bisa jadi iya, bisa juga tidak berpengaruh.
Itu tergantung tim pelatih, pemain, dan ofisial Timnas Indonesia menyikapinya. Kabar baiknya, pemain seperti tidak terkontaminasi dengan segala situasi yang sedang tercipta tersebut.
Malahan, skuad Garuda memperlihatkan energi positif. Pemain yang tampil di luar negeri makin sering mendapatkan menit bermain bersama klub. Bahkan, mereka sangat berkontribusi.
Performa Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Dane James, Shayne Pattynama, juga Joey Pelupessy, meningkat pada awal musim ini. Semua pemain mengatrol performanya.
Pemain-pemain yang berkiprah di dalam negeri, seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Yakob Sayuri, Stefano Lilipaly, Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Ernando Ari dan Nadeo Argawinata juga dalam situasi positif.
Pada saat yang sama, pemain-pemain yang sempat dibekap cedera, mulai pulih. Maarten Paes misalnya sudah berlatih dengan tim dan siap tampil lagi di bawah mistar gawang.
Kondisi Ole Romeny juga tak jauh berbeda. Penyerang Oxford United itu diyakini bisa dimainkan Patrick Kluivert saat menghadapi Arab Saudi dan Irak pada 8 dan 11 Oktober nanti.
Hanya kiper Emil Audero Mulyadi yang hampir pasti absen. Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, menyebut peluang Emil Audero untuk bergabung dengan skuad Garuda di Jeddah sangat kecil. Sebagai antisipasi, Kluivert sudah memanggil kiper PSM Makassar Reza Arya Pratama sebagai pelapis.
"Emil Audero kemungkinan besar tidak bisa datang," ujar Sumardji kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/10) pagi.
Rekonstruksi persepsi bahwa Arab Saudi akan kalahkan Indonesia, tentu sah saja. Ini bagian dari psywar menjelang pertandingan. Namun, tidak semudah itu menumpas Indonesia, bung!
Bersambung ke halaman kedua >>>
Selama era kepelatihan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, persiapan menjelang pertandingan selalu singkat. Hanya dua atau tiga hari saja.
Kini, menjelang duel melawan Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, Indonesia punya waktu sedikit lebih panjang. Setidaknya lebih dari tiga hari.
Pada Kamis (2/10), delapan pemain berangkat ke Arab Saudi dari Jakarta. Pada hari yang sama enam pemain sudah tiba lebih awal di ibu kota Arab Saudi tersebut dari Thailand.
Ramadhan Sananta yang berkiprah di Malaysia bersama klub Brunei, juga sudah bisa bergabung. Setidaknya, pada Jumat (3/10), 15 pemain sudah berkumpul di Arab Saudi.
Setelah itu pemain-pemain yang bermain di Eropa akan datang bergelombang. Seusai membela klubnya masing-masing di kompetisi, mereka akan langsung terbang ke Arab Saudi.
Hanya Calvin Verdonk, Dean James, dan Kevin Diks yang datang agak lama, karena timnya baru bertanding pada 6 Oktober atau dua hari menjelang duel melawan Arab Saudi.
Ketiganya baru akan bergabung dengan tim pada 7 Oktober. Situasi positif lainnya, jarak dari negara asal klub pemain ke Arab Saudi, tidak sejauh perjalanan ke Indonesia.
Artinya pula pemain tidak akan kesulitan beradaptasi dengan kondisi Arab Saudi. Manajemen waktu dan diri juga telah diatur sebaik mungkin oleh para pemain agar kondisi tetap prima.
Inilah yang dinamakan pergumulan sebelum pertandingan. Situasi dan kondisi sama-sama diciptakan dengan terencana untuk mempengaruhi psikologis dan mentalitas lawan.
Terakhir dan tentu saja ini yang akan menjadi faktor penentu akhir sebelum hari pertempuran, kecerdikan dan keahlian Patrick Kluivert dan kawan-kawan merancang strategi.
Kejelian analisis Kluivert dan tim akan menentukan apakah ada formula jitu untuk memberangus strategi lawan. Kejelian Kluivert ini akan menentukan sikap pemain di atas lapangan.
Pada akhirnya, Arab Saudi boleh saja membuat dinamika sebelum laga, tetapi Timnas Indonesia juga punya rencana. Apakah Arab Saudi akan menumpas Timnas Indonesia? Itu hanya halusinasi, bung.
Jakarta, CNN Indonesia --
"Timnas Indonesia tak akan menang atas Arab Saudi pada fase keempat zona Asia Kualifikasi Piala Dunia 2026."
Kalimat di atas itu persepsi yang sedang dibangun.
Seperti hegemoni, alam bawah sadar publik Indonesia disusupi. Ditekankan terus menerus bahwa Arab Saudi unggul segalanya atas Indonesia. Dibesar-besarkan pula bahwa Indonesia lemah.
Psikologis pemain Timnas Indonesia, juga suporter, diteror bahwa Arab Saudi punya pemain ke-12 dan 13. Dua elemen yang dimaksud adalah suporter tuan rumah dan wasit dari Kuwait.
Situasi-situasi menjelang pertandingan ini seperti sengaja dibuat untuk mengganggu psikologis pemain. Apakah akan berdampak? Bisa jadi iya, bisa juga tidak berpengaruh.
Itu tergantung tim pelatih, pemain, dan ofisial Timnas Indonesia menyikapinya. Kabar baiknya, pemain seperti tidak terkontaminasi dengan segala situasi yang sedang tercipta tersebut.
Malahan, skuad Garuda memperlihatkan energi positif. Pemain yang tampil di luar negeri makin sering mendapatkan menit bermain bersama klub. Bahkan, mereka sangat berkontribusi.
Performa Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Dane James, Shayne Pattynama, juga Joey Pelupessy, meningkat pada awal musim ini. Semua pemain mengatrol performanya.
Pemain-pemain yang berkiprah di dalam negeri, seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Yakob Sayuri, Stefano Lilipaly, Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Ernando Ari dan Nadeo Argawinata juga dalam situasi positif.
Pada saat yang sama, pemain-pemain yang sempat dibekap cedera, mulai pulih. Maarten Paes misalnya sudah berlatih dengan tim dan siap tampil lagi di bawah mistar gawang.
Kondisi Ole Romeny juga tak jauh berbeda. Penyerang Oxford United itu diyakini bisa dimainkan Patrick Kluivert saat menghadapi Arab Saudi dan Irak pada 8 dan 11 Oktober nanti.
Hanya kiper Emil Audero Mulyadi yang hampir pasti absen. Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, menyebut peluang Emil Audero untuk bergabung dengan skuad Garuda di Jeddah sangat kecil. Sebagai antisipasi, Kluivert sudah memanggil kiper PSM Makassar Reza Arya Pratama sebagai pelapis.
"Emil Audero kemungkinan besar tidak bisa datang," ujar Sumardji kepada CNNIndonesia.com, Jumat (3/10) pagi.
Rekonstruksi persepsi bahwa Arab Saudi akan kalahkan Indonesia, tentu sah saja. Ini bagian dari psywar menjelang pertandingan. Namun, tidak semudah itu menumpas Indonesia, bung!
Bersambung ke halaman kedua >>>
Garuda Punya Waktu Persiapan Lebih
Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi dan Irak pada fase keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)
Selama era kepelatihan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, persiapan menjelang pertandingan selalu singkat. Hanya dua atau tiga hari saja.
Kini, menjelang duel melawan Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, Indonesia punya waktu sedikit lebih panjang. Setidaknya lebih dari tiga hari.
Pada Kamis (2/10), delapan pemain berangkat ke Arab Saudi dari Jakarta. Pada hari yang sama enam pemain sudah tiba lebih awal di ibu kota Arab Saudi tersebut dari Thailand.
Ramadhan Sananta yang berkiprah di Malaysia bersama klub Brunei, juga sudah bisa bergabung. Setidaknya, pada Jumat (3/10), 15 pemain sudah berkumpul di Arab Saudi.
Setelah itu pemain-pemain yang bermain di Eropa akan datang bergelombang. Seusai membela klubnya masing-masing di kompetisi, mereka akan langsung terbang ke Arab Saudi.
Hanya Calvin Verdonk, Dean James, dan Kevin Diks yang datang agak lama, karena timnya baru bertanding pada 6 Oktober atau dua hari menjelang duel melawan Arab Saudi.
Ketiganya baru akan bergabung dengan tim pada 7 Oktober. Situasi positif lainnya, jarak dari negara asal klub pemain ke Arab Saudi, tidak sejauh perjalanan ke Indonesia.
Artinya pula pemain tidak akan kesulitan beradaptasi dengan kondisi Arab Saudi. Manajemen waktu dan diri juga telah diatur sebaik mungkin oleh para pemain agar kondisi tetap prima.
Inilah yang dinamakan pergumulan sebelum pertandingan. Situasi dan kondisi sama-sama diciptakan dengan terencana untuk mempengaruhi psikologis dan mentalitas lawan.
Terakhir dan tentu saja ini yang akan menjadi faktor penentu akhir sebelum hari pertempuran, kecerdikan dan keahlian Patrick Kluivert dan kawan-kawan merancang strategi.
Kejelian analisis Kluivert dan tim akan menentukan apakah ada formula jitu untuk memberangus strategi lawan. Kejelian Kluivert ini akan menentukan sikap pemain di atas lapangan.
Pada akhirnya, Arab Saudi boleh saja membuat dinamika sebelum laga, tetapi Timnas Indonesia juga punya rencana. Apakah Arab Saudi akan menumpas Timnas Indonesia? Itu hanya halusinasi, bung.