Agenda terdekat yang akan dijalani Indonesia di pentas internasional adalah Piala Asia U-17 2026. Ajang ini akan berlangsung pada 7-24 Mei 2026 di Arab Saudi.
Karena itu tim level terbawah dalam piramida tim nasional bentukan PSSI ini harus segera melakukan persiapan. Oleh sebab itu pula pelatih yang akan menangani harus segera ditetapkan.
Seperti edisi 2025, Indonesia U-17 harus lolos ke babak delapan besar agar dapat tiket ke Piala Dunia U-17 2026 sekaligus Piala Asia U-17 2027. Piala Dunia U-17 sudah saatnya jadi agenda wajib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk U-20, akan ada Piala AFF U-19 2026, tetapi tanggalnya belum dipatenkan. Setelah itu, pada pertengahan tahun atau kuartal ketiga, ada Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Selanjutnya, ada Asian Games 2026 di Jepang. Biasanya PSSI mengirim tim dalam pesta olahraga Asia ini, tetapi ada potensi tak berangkat karena tak berprestasi di SEA Games 2025.
Dan, dari sekian banyak agenda itu, yang bakal menyita perhatian pecinta sepak bola Indonesia adalah Piala AFF 2026. Ajang ini akan berlangsung pada Juli, setelah Piala Dunia 2026.
Ini adalah era baru Piala AFF. Untuk pertama kalinya sejak digelar pada 1996, turnamen antarnegara ASEAN ini berlangsung di tengah tahun. Biasanya Piala AFF digelar pada akhir tahun.
Artinya, tak ada akan lagi sengketa antara klub dan PSSI soal pemanggilan pemain. Karena Piala AFF digelar saat pergantian musim, kans semua pemain terbaik dipanggil, bisa dilakukan.
Ini berlaku juga bagi pemain-pemain yang berkiprah di luar negeri. Jika sebelumnya PSSI selalu kesulitan memanggil pemain di luar agenda FIFA, untuk tahun ini sepertinya lebih longgar.
Karenanya pula ada harapan Timnas Indonesia meraih gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya. Bukan saatnya lagi sesumbar Piala AFF bukan level Indonesia. Ini hanya piala chiki.
Mengingat sepanjang 2026 tidak ada agenda krusial, selain FIFA Matchday, Piala AFF 2026 jadi punya magnet. Inilah titik awal baru rekonstruksi peta prestasi Timnas Indonesia.
Dan, untuk Timnas Putri Indonesia, bukan agenda-agendanya yang penting pada 2026, melainkan kompetisinya. Jika kompetisi tak segera digelar PSSI, jangan harap ada prestasi.
Generasi muda Garuda Pertiwi sangat-sangat butuh kompetisi. Jika sepak bola putra menatap prestasi, untuk level putri sudah waktunya menggelar kompetisi. Ini kiranya tak perlu didebat.
(abs/ptr)