Korban Aksi Brutal Hilmi Alami Kejang, Sesak Napas, dan Rusuk Retak

CNN Indonesia
Selasa, 06 Jan 2026 19:16 WIB
Manajer Perseta 1970 mengungkap Firman Nugraha cedera serius akibat tendangan brutal pemain PS Putra Jaya Muhammad Hilmi Gimnastiar.
Pemain Perseta Firman Nugraha dalam kondisi berangsur baik. (Dok Perseta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajer Perseta 1970 Tulungagung Rudi Iswahyudi menyebut Firman Nugraha mengalami kejang, sesak napas, hingga ada retak pada tulang rusuk usai terkena tendangan kungfu brutal pemain PS Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar pada pertandingan Liga 4 Jawa Timur di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1).

Pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, jadi korban tendangan brutal pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi dalam pertandingan Putra Jaya Kabupaten Pasuruan vs Perseta 1970 Tulungagung dii Grup CC Liga 4 PSSI Jatim putaran 32 besar.

Dalam rekaman yang beredar luas terlihat aksi Hilmi melakukan tendangan ke dada Firman Nugraha. Akibat kejadian itu, Firman sempat mengalami kejang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Firman terkena tendangan keras di bagian dada. Setelah kejadian itu, kondisinya sempat kejang dan harus mendapatkan perawatan di ambulans," kata Rudi dikutip dari Antara.

Firman kemudian dilarikan ke rumah sakit dan pada malam harinya ia sempat mengeluh sesak napas. Bahkan, Rudi mengungkap bahwa hasil pemeriksaan diketahui tulang rusuk bagian bawah Firman mengalami keretakan.

"Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya retakan pada tulang rusuk bagian bawah. Kondisi ini masuk kategori cedera serius dan berisiko," ujar Rudi.

"Saat ini Firman masih dalam observasi tim medis. Manajemen bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan pemain dan tidak akan mengambil risiko apa pun," kata Rudi menambahkan.

Sementara itu Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur resmi menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar atas tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 Jatim.

Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat mengatakan sanksi berat dijatuhkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan dan menilai perbuatannya termasuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI.

"Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup," kata Makin.

Ia menjelaskan, dalam putusan Komdis PSSI Jatim menyatakan Muh. Hilmi Gimnastiar terbukti melakukan pelanggaran Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI setelah menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, hingga menyebabkan korban mengalami luka parah pada bagian dada.

Selain larangan beraktivitas seumur hidup, Komdis PSSI Jatim juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp2,5 juta kepada pemain Putra Jaya Pasuruan tersebut sesuai ketentuan Pasal 78 Kode Disiplin PSSI.

Makin menegaskan, keputusan tersebut diambil tidak hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga sebagai pembelajaran bagi seluruh pemain agar tidak melakukan tindakan serupa di lapangan.

"Komdis berharap keputusan ini menjadi pelajaran bagi seluruh insan sepak bola Jawa Timur untuk menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan pemain," ucapnya.

Komdis PSSI Jatim juga menyatakan, terhadap putusan tersebut masih terbuka upaya banding sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku dalam Kode Disiplin PSSI.

Meskipun demikian, ia berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali karena hal tersebut bisa mencederai permainan fair play dalam sepak bola.

"Hukuman itu juga kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan dengan melakukan tindakan yang sama, ini sepak bola bukan bela diri," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/nva)