ANALISIS

Nama Besar John Herdman Bisa Bikin Pemain Timnas Indonesia Segan?

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 08:35 WIB
Nama Besar John Herdman Bisa Bikin Pemain Timnas Indonesia Segan?
Kehadiran John Herdman bisa mengubah gaya permainan Timnas Indonesia. (Getty Images via AFP/SCOTT HALLERAN)

Pelatih baru, pemain baru, dan gaya baru? Tiga aspek ini jadi hal yang menarik dari Timnas Indonesia untuk diperhatikan.

Eksistensi John Herdman sekaligus memantik rasa penasaran publik tentang gaya permainan di eranya. Dengan rekam jejak yang dipunya, pantas bagi pecinta sepak bola Tanah Air untuk kembali menaruh mata kepada Timnas Indonesia usai kecewa berat di Kualifikasi Piala Dunia.

Satu hal yang jadi sorotan adalah pakem formasi pelatih berlisensi UEFA Pro itu. Tiga bek tengah adalah tulang belakang lini pertahanan racikan John Herdman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situs Transfermarkt mengantongi tiga tim yang pernah ditangani Herdman: Timnas Kanada U-23, Kanada level senior, dan Toronto FC. Dari ketiga tim itu, nyaris di semua pertandingan menerapkan formasi 3-4-2-1.

Sekilas, pola ini mengingatkan publik terhadap skema racikan Shin Tae Yong. Dengan pola ini, Timnas Indonesia menorehkan pencapaian membanggakan di pentas Asia meski tak ada gelar juara yang dibuahkan.

Skema tiga bek juga jadi pakem pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto semasa melatih Timnas Indonesia U-17. Dengan formasi yang cenderung sama dari level kelompok usia hingga senior, maka diharapkan gaya permainan skuad Garuda lebih selaras di setiap tahapnya.

Skema racikan Herdman juga diperkirakan dapat mempermudah pemain untuk beradaptasi. Sebab, pola tiga bek bukan barang baru bagi Timnas Indonesia.

Trio Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho pernah jadi primadona selama Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bukan tak mungkin susunan ini kembali hadir di laga Timnas Indonesia yang terdekat.

Dari video-video pertandingan tim yang dilatih Herdman, nampak pula kemiripan dengan gaya Timnas Indonesia. Herdman kerap mengandalkan bola lob panjang dari bek tengah untuk melancarkan bola langsung ke depan.

Kebetulan Timnas Indonesia punya bek tengah yang tak hanya solid dalam bertahan tapi juga visioner dalam membuka ruang. Kapasitas ini dimiliki oleh Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Jordi Amat.

Timnas Indonesia juga memiliki segudang pemain flank yang gesit dan punya insting menusuk yang tinggi. Kehadiran Calvin Verdonk, Dean James, Kevin Diks, dan Yakob Sayuri bisa jadi jawaban.

Belum lagi pemain versatile yang bisa ditempatkan di banyak posisi. Calvin Verdonk, Eliano Reijnders, hingga Dony Tri Pamungkas dapat jadi pilihan.

John Herdman memang belum melakukan apa-apa untuk Timnas Indonesia. Namun melihat sepak terjang dan pencapaian dalam kepelatihan, publik perlu memberi kesempatan baginya untuk bekerja.

(jun/abs)
Jakarta, CNN Indonesia --

PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Kembali Skuad Garuda dipimpin nama besar, apakah membuat pemain jadi segan?

Pertanyaan ini baru bisa terjawab setelah pelatih 50 tahun itu bertemu dengan seluruh pemain plus menjalani tetek-bengek agenda Timnas Indonesia. Segan atau tidaknya pemain bakal terlihat dari hasil pertandingan tim Merah Putih beserta pencapaian dari setiap prosesnya.

Kehadiran juru taktik asal Inggris itu tentunya membuka harapan baru. Dengan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan dua tahun, jelas proyeksinya adalah menyongsong Piala Dunia 2030.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sebelum itu, dalam dua tahun ke depan fokus perlu tertuju pada agenda besar nan prestisius seperti Piala Asia 2027 dan Olimpiade 2028. Ada pula agenda penting yang menyertainya. Terdekat ada FIFA Series pada Maret 2026 dan Piala AFF di pertengahan tahun ini.

FIFA Series 2026 dan Piala AFF 2026 bakal jadi indikator pertama kualitas Herdman. Hasil yang memuaskan akan mengembalikan kepercayaan penggemar.

Di satu sisi, tak banyak waktu yang dimiliki jelang FIFA Series 2026. Turnamen yang salah satu tuan rumahnya Indonesia itu akan berlangsung pada 23-31 Maret 2026. Praktis hanya dua bulan yang bisa dimanfaatkan untuk menyusun fondasi tim. Belum lagi potensi utak-atik program selama bulan Ramadan.

Dengan kompetisi domestik yang sedang berjalan, kemungkinan Herdman baru bisa bertemu dengan para pemain dengan waktu dan tempat yang pantas di dua pekan pada pertengahan Maret.

Sehingga sebelum jeda tersebut, eks juru taktik timnas Kanada itu bisa blusukan ke berbagai pertandingan untuk menggali potensi pemain sekaligus mempelajari dinamika sepak bola Indonesia. Nama besarnya bisa saja jadi daya tarik bagi pemain agar mau habis-habisan demi mendapat tempat di Timnas Indonesia.

Sedianya bermain untuk tim nasional adalah impian pesepakbola di dunia. Terlebih jika ada pelatih dengan rekam jejak yang jelas dan gemilang.

Portfolio John Herdman sangat jelas. Pengalaman kepelatihannya sudah berjalan 23 tahun dan kariernya dominan di tim nasional yang berarti sudah paham dengan kalender kompetisi dan dinamikanya.

John Herdman resmi diumumkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1).John Herdman resmi diumumkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1). (Arsip PSSI)

Pertanyaan berikutnya adalah menyoal prestasi. Pelatih kelahiran Consett, Inggris itu membawa timnas putri Selandia Baru lolos Piala Dunia dalam tiga edisi berbeda (2007, 2011, dan 2015) plus tiga jilid Olimpiade (2008, 2012, dan 2016).

Dari pencapaian itu, tim asuhan Herdman finis di perempat final Piala Dunia Wanita 2015 dan menyabet medali perunggu Olimpiade 2016. Ini membuat timnas putri Kanada menapak peringkat empat ranking FIFA.

Saat dipercaya menangani timnas Kanada sektor putra, Herdman berhasil membawa Alphonso Davies dan kawan-kawan lolos ke Piala Dunia 2022. Ini pertama kalinya Kanada kembali ke pentas global setelah absen 36 tahun. Tak terkalahkan dalam 17 pertandingan kualifikasi mempertegas tangan dingin Herdman.


Baca di halaman berikutnya>>>

Pelatih Baru, Gaya Baru?

Kehadiran John Herdman bisa mengubah gaya permainan Timnas Indonesia. (Getty Images via AFP/SCOTT HALLERAN)

Pelatih baru, pemain baru, dan gaya baru? Tiga aspek ini jadi hal yang menarik dari Timnas Indonesia untuk diperhatikan.

Eksistensi John Herdman sekaligus memantik rasa penasaran publik tentang gaya permainan di eranya. Dengan rekam jejak yang dipunya, pantas bagi pecinta sepak bola Tanah Air untuk kembali menaruh mata kepada Timnas Indonesia usai kecewa berat di Kualifikasi Piala Dunia.

Satu hal yang jadi sorotan adalah pakem formasi pelatih berlisensi UEFA Pro itu. Tiga bek tengah adalah tulang belakang lini pertahanan racikan John Herdman.

Situs Transfermarkt mengantongi tiga tim yang pernah ditangani Herdman: Timnas Kanada U-23, Kanada level senior, dan Toronto FC. Dari ketiga tim itu, nyaris di semua pertandingan menerapkan formasi 3-4-2-1.

Sekilas, pola ini mengingatkan publik terhadap skema racikan Shin Tae Yong. Dengan pola ini, Timnas Indonesia menorehkan pencapaian membanggakan di pentas Asia meski tak ada gelar juara yang dibuahkan.

Skema tiga bek juga jadi pakem pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto semasa melatih Timnas Indonesia U-17. Dengan formasi yang cenderung sama dari level kelompok usia hingga senior, maka diharapkan gaya permainan skuad Garuda lebih selaras di setiap tahapnya.

Skema racikan Herdman juga diperkirakan dapat mempermudah pemain untuk beradaptasi. Sebab, pola tiga bek bukan barang baru bagi Timnas Indonesia.

Trio Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho pernah jadi primadona selama Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bukan tak mungkin susunan ini kembali hadir di laga Timnas Indonesia yang terdekat.

Dari video-video pertandingan tim yang dilatih Herdman, nampak pula kemiripan dengan gaya Timnas Indonesia. Herdman kerap mengandalkan bola lob panjang dari bek tengah untuk melancarkan bola langsung ke depan.

[Gambas:Photo CNN]

Kebetulan Timnas Indonesia punya bek tengah yang tak hanya solid dalam bertahan tapi juga visioner dalam membuka ruang. Kapasitas ini dimiliki oleh Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Jordi Amat.

Timnas Indonesia juga memiliki segudang pemain flank yang gesit dan punya insting menusuk yang tinggi. Kehadiran Calvin Verdonk, Dean James, Kevin Diks, dan Yakob Sayuri bisa jadi jawaban.

Belum lagi pemain versatile yang bisa ditempatkan di banyak posisi. Calvin Verdonk, Eliano Reijnders, hingga Dony Tri Pamungkas dapat jadi pilihan.

John Herdman memang belum melakukan apa-apa untuk Timnas Indonesia. Namun melihat sepak terjang dan pencapaian dalam kepelatihan, publik perlu memberi kesempatan baginya untuk bekerja.

[Gambas:Video CNN]


HALAMAN:
1 2