Mata Merah dan Berkaca-kaca, Pemain Vietnam Akui Kehebatan China
Mata sembab setelah pertandingan menunjukkan suasana hati pemain-pemain timnas Vietnam U-23 yang hancur lebur gagal jadi juara Piala Asia U-23.
Kesedihan melanda kubu Vietnam yang takluk 0-3 dari China pada babak semifinal Piala Asia U-23 2026. Harapan mengulang prestasi timnas Vietnam U-23 pada Piala Asia U-23 2018 menguap.
Anak asuh Kim Sang Sik kandas di semifinal. Vietnam yang bisa mencetak delapan gol, lima di fase grup dan tiga di perempat final, mendadak mengalami kebuntuan saat melawan China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi berbeda dialami Tim Tirai Bambu. Setelah melalui empat pertandingan dengan satu gol saja, China U-23 tampak menyeramkan pada laga semifinal dengan menyarangkan tiga gol.
Pemain-pemain Vietnam menyadari perubahan di kubu lawan. Dalam wawancara setelah pertandingan, sembari masih menahan kesedihan dengan mata merah dan berkaca-kaca, kiper Tran Trung Kien mengakui perubahan permainan China.
"China bermain begitu berbeda dibanding pertandingan-pertandingan sebelumnya. Mereka bermain rapat dan tajam dalam melakukan penyelesaian akhir, dan mereka pantas menang," ucap Trung Kien.
Bukan cuma Trung Kien saja yang sedih lantaran kalah. Dikutip dari VNExpress, pemain-pemain Vietnam lain juga memancarkan air muka yang tak berbeda.
China yang berstatus sebagai non-unggulan dalam laga melawan Vietnam memiliki keunggulan fisik yang lebih prima. Sementara Vietnam juga kehilangan salah satu pemain penting di lini pertahanan, Nguyen Hieu Minh, karena cedera.
"Kami akan kembali pulih secepatnya, kembali dalam kondisi fit demi meraih kemenangan pada laga selanjutnya," ucap Trung Kien.
Vietnam masih akan menghadapi Korea Selatan pada laga perebutan peringkat ketiga yang berlangsung Jumat (23/1).
(nva/sry)