AFC Semprot FAM Malaysia: Percuma Mundur Kalau Tak Reformasi
Konfederasi sepak bola Asia (AFC) peringatkan federasi sepak bola Malaysia (FAM) bahwa mundur tanpa reformasi bukan solusi.
Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor John mengatakan, pihaknya tidak pernah meminta seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco) FAM untuk mundur berjamaah.
Menurutnya, mundur kolektif dari FAM tidak akan berdampak apa-apa jika tidak dibarengi reformasi tata kelola manajemen. Menurutnya, yang terpenting FAM memperbaiki diri dan organisasi.
"Kami tidak memaksa siapa pun. Kami hanya menyampaikan hal-hal itu. Mereka harus mengambil keputusan," kata Windsor kepada Timesport, dilansir dari New Straits Times, Kamis (22/1).
"Mengundurkan diri hanya demi mengundurkan diri ... lebih baik Anda tidak mengundurkan diri," ucapnya menegaskan, bahwa mundur tanpa reformasi birokrasi tak akan berguna.
Windsor mengatakan, pendirian AFC sudah bulat bahwa pengunduran diri massal para pengurus FAM dan reformasi tata kelola organisasi harus menjadi satu kesatuan tak terpisahkan.
"Anda perlu melakukan reformasi tersebut sebagai bagian dari pengunduran diri Anda dan pemilihan umum," katanya sambil menyebut bahwa FAM masih dalam pengawasan ketat FIFA.
"Mereka mungkin sedang mempertimbangkan ... tindakan dari FIFA terkait ... sanksi sekecil apa pun, seperti skorsing, jika kasus ini tidak berjalan dengan benar," ucapnya.
Menurut Windsor, FAM punya dua pilihan pada saat ini. Pertama melakukan reformasi birokrasi sendiri di internal organisasi, atau kedua membiarkan FIFA turun tangan dengan Komite Normalisasi.
"Di organisasi mana pun, Anda memiliki dua pilihan, yang satu dipaksakan kepada Anda atau yang lainnya Anda ubah sendiri," ucap pria kelahiran Kedah, Malaysia pada 1961 ini.
"Jika mereka memutuskan untuk tidak mengundurkan diri, maka semua ini menjadi batal dan tidak berlaku," kata Windsor, sekali lagi mengingatkan FAM akan konsekuensi sanksi pembekuan dari FIFA.
Sanksi berat tengah menghantui FAM setelah terbukti melakukan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi. Setelah disanksi FIFA dengan denda dan hukuman, FAM malah mengajukan banding.
Banding lantas ditolak FIFA. Dan, FAM tidak puas dan melawan balik dengan mengajukan gugatan ke pengadilan arbitrase internasional (CAS). Pengaduan FAM ini disebut membuat FIFA jengah.
(abs/jun)