DAIHATSU INDONESIA MASTERS

Sentuhan Kecil yang Hidupkan Gelora Bulutangkis Indonesia

CNN Indonesia
Selasa, 27 Jan 2026 15:52 WIB
Pecinta badminton yang nonton langsung Indonesia Masters 2026 merasakan perbedaan di lingkungan Istora GBK. (CNNIndonesia.com/M Ikhwanuddin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gairah bulutangkis kembali berpijar lewat Daihatsu Indonesia Masters 2026. Bukan dari hal mewah, nyala animo dipantik dari hal-hal kecil yang menyentuh.

Jadi salah satu dari rangkaian pembuka turnamen bulutangkis internasional tahun ini, Daihatsu Indonesia Masters 2026 merupakan wajah dari ajang yang mengikuti setelahnya. Selayaknya berbuka puasa, rasa dahaga perlu dibasuh dengan hal-hal baik yang menyegarkan jiwa dan raga.

Sekadar membawa kesegaran bukan perkara mudah belaka. Sebab lokasi sama-sama di Istora, tak sedikit pula bintang dunia yang memutuskan absen demi menjaga kondisi tetap prima. Plus, ekspektasi publik terhadap badminton Indonesia tinggi pula.

Ini jadi pekerjaan besar dan disadari penuh oleh penyelenggara. Bukan tanpa sebab panitia mengusung konsep 'Pesta Rakyat' untuk menyerap minat sekaligus mengisyaratkan pesan bahwa Daihatsu Indonesia Masters 2026 adalah hajatan untuk warga.

Implementasi yang dilakukan adalah banting harga tiket mulai dari Rp40 ribu atau turun dua kali lipat dari tahun lalu. Alur penonton dan pengunjung juga berubah drastis. Mereka yang tak punya tiket tak perlu kadung khawatir.

Pengunjung tanpa tiket bisa lebih leluasa wara-wiri. Setidaknya itu yang dirasakan Citra, pecinta badminton asal Bandung saat ditemui CNNIndonesia.com di sela-sela turnamen. Penonton kini bisa melihat aula pemain atau Player's Lounge.

Jika beruntung, atlet akan menghampiri penonton untuk membubuhkan tandatangan dan swafoto. Bagi Citra, ini menang banyak.

"Ya, bisa dibilang inovatif. Penonton bisa lebih dekat dengan atlet. Apalagi kalau bawa anak, jadi sekalian mereka bisa lihat lebih dekat juga," kata Citra.

Musala jadi salah satu titik pembeda dalam penyelenggaraan Indonesia Masters 2026. (CNNIndonesia.com/M Ikhwanuddin)

Sentuhan kecil juga hadir sedikit lebih jauh dari gelanggang, tepatnya musala. Seperti biasa, panitia menempatkan tempat ibadah Muslim untuk pria di tenda terpisah dan perempuan di sisi utara Istora.

Ada sedikit perbedaan, yakni penempatan kursi panjang untuk mereka yang hendak memakai alas kaki selepas beribadah baik di musala laki-laki maupun perempuan. Kehadiran kursi ini baru eksis setidaknya dalam tujuh edisi terakhir Daihatsu Indonesia Masters bergulir.

Menyoal hal lain, kekhawatiran penonton juga bisa berkurang dengan kehadiran tim medis di selasar Istora. Meski tak ada kejadian yang 'bagaimana-bagaimana', tim medis yang berjaga jadi indikasi penyelenggara tak abai dalam berbagai kemungkinan yang menyertainya.

Belum lagi penitipan barang di depan pintu masuk arena. Larangan membawa makanan, minuman, dan barang-barang berisiko ke tribune dibarengi dengan pelayanan yang sepadan.

"Tahun ini saya rasa [Daihatsu Indonesia Masters 2026] lebih hidup. Tinggal ditingkatkan yang bagus-bagus dan semoga atlet-atlet jagoan makin banyak yang tampil," kata Cici, penonton asal Jakarta.

Tempat penitipan barang turut memudahkan penonton Indonesia Masters 2026. (CNNIndonesia.com/M Ikhwanuddin)

Ketua Panitia Penyelenggara Daihatsu Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, selepas turnamen menyatakan pihaknya ingin menyerap permintaan khalayak. Ajang ini, lanjutnya, merupakan pemanasan untuk kejuaraan berikutnya yakni indonesia Open 2026.

"Dari awal salah satu tugas kami adalah mengembalikan animo dan minat pecinta bulutangkis Indonesia. Kami coba menangkap aspirasi dan keluhan dari mereka," kata Achmad.

"Termasuk soal harga tiket yang kami sesuaikan. Kemudian kemudahan penonton untuk berinteraksi dengan banyak pihak, termasuk fasilitas-fasilitasnya," ia menegaskan.

Selain jadi magnet bagi pecinta bulutangkis, Daihatsu Indonesia Masters 2026 juga mengembalikan atlet Tanah Air naik podium tertinggi. Adalah tunggal putra Alwi Farhan yang berhasil menyabet juara setelah menang atas wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul 21-5, 21-6.

(ikw/nva)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK