Pearly/Thinaah Buka Suara soal Keributan Netizen Malaysia vs Indonesia
Pearly Tan/Thinaah Muralitharan buka suara soal rivalitas yang memanas antara netizen Indonesia versus Malaysia dalam dua bulan terakhir.
Pearly/Thinaah menganggap rivalitas yang ada di media sosial adalah sebuah hal yang biasa. Mereka tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.
"Saya rasa itu normal. Semua orang punya dukungan pada pemain dari negara masing-masing. Kami hanya fokus pada diri kami dan berusaha memberikan yang terbaik," ucap Pearly.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti yang Pearly bilang, setiap negara punya dukungan dan cinta pada pemain masing-masing. Tidak ada hal perlu dikhawatirkan secara berlebihan," kata Thinaah menambahkan.
Rivalitas memanas seiring duel Pearly/Thinaah melawan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Mayasari di final ganda putri SEA Games 2025. Momen bola masuk atau keluar di poin kritis jadi sumber perdebatan.
Pearly/Thinaah sendiri berhasil jadi juara Indonesia Masters 2026. Pada babak final, Pearly/Thinaah tidak perlu bertanding untuk memastikan juara lantaran Arisa Igarashi/Miyu Takahashi mundur.
"Ketika kami mendengar kabar tersebut, kami tidak terlalu senang karena sebenarnya kami ingin bermain menghadapi mereka di babak final dan sayangnya mereka tidak bisa bermain di final," kata Thinaah.
Ganda Jepang tersebut mundur lantaran Miyu Takahashi mengalami demam. Demam sudah dirasakan Takahashi sejak tampil pada babak semifinal menghadapi Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum. Saat itu Arisa/Miyu menang 21-12, 19-21, 21-13.
"Baru tadi [keputusan mundur]. Atletnya sendiri sempat minta untuk tetap main di lapangan. Sampai tadi siang masih mau main, tapi saat persiapan pertandingan ternyata sulit untuk bangun."
"Jadi benar-benar baru keputusannya. Mereka sudah datang ke sini [Istora] bahkan datang lebih awal. Keputusan ini benar-benar di menit akhir," ucap pelatih Jepang, Yuki Kaneko.
(ptr/abs)