Jakarta, CNN Indonesia --
Arsenal dan Premier League, bak dua kutub magnet yang enggan bersanding selama tiga musim terakhir karena habis bensin. Akankah nasib serupa terjadi lagi kali ini?
The Gunners kembali berada di jalur juara musim ini. Tim asuhan Mikel Arteta sebenarnya masih memimpin klasemen sementara hingga pekan ke-23 dengan 50 angka.
Namun selisih poin kian tipis. Arsenal dipepet oleh dua tim sekaligus, Manchester City dan Aston Villa dengan torehan 46 angka. Tren Meriam London yang memburuk selama tiga laga terakhir bisa jadi sinyal bahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada kemenangan di Premier League bagi Arsenal tiga pertandingan terakhir. Secara tak langsung, ini membuat Man City dan Aston Villa perlahan menempel ketat.
Beruntung bagi Arsenal karena tak anjlok lebih cepat lantaran jalan terjal juga dilewati Man City dan Aston Villa. Sebab The Citizens dan The Villans sama-sama tak mengemas kemenangan beruntun dari lima laga terakhir.
Meski begitu, Arsenal tak boleh lengah dengan keadaan. Satu kali kekalahan saja maka jarak poin kian tipis jika pesaing terdekat mampu menang akhir pekan ini.
Singkatnya, cerita pahit tiga musim ke belakang tak boleh terulang. Penggemar Meriam London tentu tak ingin dibuai dengan embusan juara namun pada akhirnya berakhir di peringkat kedua.
Memori baik kiranya bisa jadi pemanis. Saat juara Premier League musim 2003/2004, selisih poin Arsenal dengan pesaing kala itu justru lebih ketat.
Arsenal hanya unggul dua poin dari Manchester United yang menguntit di peringkat kedua. Kemudian di bawahnya lagi ada Chelsea jarak enam angka. Akhir ceritanya? Gelar juara Premier League dengan predikat invincibles atau tak terkalahkan jadi sejarah yang belum terulang sampai sekarang.
Dengan tiga kekalahan musim ini, otomatis cerita The Invincibles tidak akan terjadi lagi untuk Arsenal. Tapi asa juara itu masih ada. Yang jadi pertanyaan, mampukah Meriam London melakukannya?
Baca di halaman berikutnya>>>
Inkonsistensi masih jadi persoalan besar bagi Arsenal. Tiga musim beruntun jadi runner-up, kubu London Utara belum bisa sepenuhnya keluar dari bayang-bayang ini.
Ada benang merah dari perjalanan Arsenal dalam tiga musim terakhir, yaitu mulai kedodoran di putaran kedua. Kekalahan The Gunners selalu lebih banyak di paruh musim akhir.
Sejauh ini Arsenal baru kalah satu kali di putaran kedua saat menyerah di tangan Manchester United pekan lalu. Jadi bulan-bulanan karena kalah di kandang, Meriam London harus kembali ke jalur kemenangan pekan ini.
Namun persoalan Arsenal bukan hanya sekadar jadi bulan-bulanan. Inkonsistensi dalam tiga musim terakhir mereka hadapi karena badai cedera. Kini barisan pemain lebih prima, namun naik dan turun dalam mendulang hasil maksimal masih terganjal.
Utamanya lini depan yang kerap diganti-ganti. Dalam catatan Fotmob, hanya David Raya (kiper) dan Martin Zubimendi (gelandang) yang tak pernah absen di Premier League musim ini. Empat pemain dengan jam tertinggi juga berkutat di lini belakang dan tengah.
Sedangkan lini depan, Bukayo Saka dan Viktor Gyokeres punya jam terbang paling tinggi dengan 21 kali penampilan di Premier League musim ini. Namun menyoal produktivitas, tak ada satu nama yang dominan.
 Viktor Gyokeres jadi salah satu produsen gol Arsenal musim ini. (REUTERS/David Klein) |
Leandro Trossard dan Viktor Gyokeres jadi top skor dengan masing-masing lima gol. Di bawah mereka ada Eberechi Eze, Mikel Merino, dan Bukayo Saka dengan empat gol tiap nama.
Dari catatan ini terlihat spektrum pencetak gol Arsenal cukup luas karena tidak hanya striker yang piawai merobek jala lawan. Tapi keragaman ini sebenarnya sudah terjadi sejak Arsenal hampir jadi juara tiga musim sebelumnya.
Kehadiran Gyokeres belum bisa jadi jawaban utuh dalam urusan mencetak gol. Baru lima kali bola bersarang di gawang lawan dari kreasi striker Swedia tersebut. Itupun dua di antaranya berasal dari titik putih.
 Bukayo Saka memberi opsi serangan bagi Arsenal lewat koridor sayap. (REUTERS/Hannah McKay) |
Untungnya, Arsenal punya penyerang sayap yang tajam plus insting haus gol yang tinggi dari para gelandang. Tapi mereka tak bisa terus-menerus bertumpu pada sektor lain.
Rumor transfer menyeret nama striker Atletico Madrid, Julian Alvarez. Jika bomber asal Argentina itu benar merapat ke Stadion Emirates, jelas bahwa intensi manajemen klub ingin menambah amunisi meriam di lini depan.
Namun sebelum wajah anyar datang membawa kabar, The Gunners harus kembali ke jalur hijau. Setidaknya di laga Premier League akhir pekan ini, keyakinan penggemar akan kembali menyala perlahan.
[Gambas:Video CNN]