Pujian Eng Hian untuk Ubed: Pantang Menyerah Jadi Modal Penting
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menyebut salah satu keunggulan yang diperlihatkan Moh Zaki Ubaidillah saat memenangkan Thailand Masters 2026 adalah sikap pantang menyerah.
Ubed tampil di laga terakhir final menghadapi Panitchaphon Teeraratsakul. Sebagai satu-satunya wakil tuan rumah, Panitchaphon jelas mendapat dukungan luar biasa dari penonton yang hadir.
Dalam tekanan yang luar biasa tersebut, Ubed bisa tetap tampil tenang. Ia menghadapi tekanan dari Panitchaphon dan suporter lawan dengan dingin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilannya di lapangan tidak terpengaruhi oleh sorakan dukungan penonton untuk lawan. Ubed bisa mengalahkan Panitchaphon dengan skor ketat, 21-19, 20-22, 21-19.
Keberhasilan Ubed memenangkan laga ketat melawan pebulutangkis tuan rumah ini membuat dirinya mendapat pujian Eng Hian. Eng Hian menilai faktor pantang menyerah itu jadi salah satu kunci sukses Ubed memenangkan laga final.
"Poin positif dari Ubed pada pertandingan final di turnamen ini, selain berhasil meraih gelar Super 300 pertamanya, adalah kemampuannya melewati momentum-momentum krusial."
"Saya melihat sikap tidak mau menyerah yang ditunjukkan pada pertandingan hari ini menjadi modal penting yang harus terus dijaga dalam upaya meraih prestasi di turnamen-turnamen berikutnya," ujar Eng Hian.
Eng Hian pun berharap Ubed bisa tampil konsisten di tahun ini dan mampu menembus 15 besar di akhir 2026. Pencapaian itu sebagai bagian dari target antara sebelum Kualifikasi Olimpiade dimulai pada Mei 2027.
"Ke depan, Ubed harus mampu menjaga konsistensi performa agar bisa masuk ke peringkat Top 15 dunia pada tahun 2026, sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Olimpiade yang akan dimulai pada tahun 2027," ujar Ubed.
Ubed baru akan berusia 19 tahun pada Juni mendatang. Namun melihat pencapaian yang ia tunjukkan sejauh ini, Ubed ada di dalam jalur untuk ikut perebutan tiket menuju Olimpiade 2028.
(ptr/rhr)