Lautaro soal Audero Diserang Flare: Insiden Ini Tak Boleh Terjadi
Kapten Inter Milan Lautaro Martinez mengecam insiden pelemparan flare yang mengenai kiper Cremonese Emil Audero pada lanjutan Liga Italia, Senin (2/2) dini hari WIB.
Meski Inter sukses membawa pulang kemenangan 2-0 berkat gol Lautaro dan Piotr Zielinski, pertandingan jadi ternoda karena aksi berbahaya di Stadion Giovanni Zini,.
Audero, kiper asal Indonesia yang kini membela Cremonese, sempat terkapar setelah flare dilempar dari tribun suporter. Ia sempat menjalani perawatan namun akhirnya bisa melanjutkan pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Flare yang dilontarkan suporter meledak dekat dengan Audero. Situasi ini memaksa wasit menghentikan laga beberapa menit sebelum akhirnya duel dilanjutkan.
Usai pertandingan, Lautaro yang juga salah satu pemain pertama yang mendatangi Audero usai insiden memberi pernyataan tegas kepada DAZN.
"Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi. Ada risiko pribadi. Pemain sepak bola juga manusia. Kami menampilkan pertunjukan yang ditonton di seluruh dunia, jadi kami harus berhati-hati tentang hal-hal ini," ujar Lautaro yang dilansir dari football Italia net.
Lautaro juga menyampaikan permintaan maaf kepada Audero, yang pernah menjadi rekan setimnya di Inter Milan.
"Kami meminta maaf kepada Audero, yang bersama kami pernah memenangkan bintang kedua, dan juga kepada semua fans Cremonese. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi," tegasnya.
Pernyataan Lautaro diperkuat oleh sindiran tegas dari Presiden Inter Giuseppe Marotta, yang mengecam insiden tersebut sebagai tindakan "bodoh dan tidak sportif". Ia berjanji membantu otoritas keamanan untuk melakukan investigasi terhadap pelaku.
Insiden ini langsung menjadi sorotan media internasional dan kembali memicu diskusi soal keamanan stadion di Serie A. Sanksi diperlukan untuk menjaga keselamatan pemain di lapangan.
(ade/ade/jun)