Hattrick Impresif Israr Megantara walau Gagal Penalti di Final Futsal
Israr Megantara jadi sorotan setelah tampil impresif di final AFC Futsal 2026. Sempat cetak hattrick di laga Indonesia vs Iran namun gagal eksekusi di babak adu penalti.
Bertanding di Indonesia Arena, Jakarta, skuad arahan Hector Souto tertinggal lebih dulu lewat gol Hossein Tayebi.
Tertinggal satu gol tak lantas membuat mental Indonesia ambruk. Reza Gunawan mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Tidak berselang lama, Israr Megantara mampu membawa Indonesia berbalik unggul 2-1. Pemain bernomor lima itu kemudian sukses memperlebar keunggulan Indonesia 3-1 pada menit kesembilan.
Pada menit ke-18 Iran memangkas jarak 2-3 melalui gol Mehdi Karimi. Lima menit kemudian Saeid Ahmad Abbasi menyamakan skor jadi 3-3.
Skor imbang tidak bertahan lama. Hanya hitungan detik, Samuel Eko bisa membobol gawang Iran setelah memanfaatkan kesalahan lawan dalam melakukan build up.
Serangan-serangan Iran terus berdatangan. Pada empat menit terakhir Iran memainkan powerplay dengan memaksimalkan Mahdi Karimi sebagai kiper terbang. Skor 4-4 setelah Karimi mencetak gol pada menit ke-37.
Tidak ada gol pada babak pertama extra time. Gol baru lahir pada babak kedua extra time. Pada menit ke-38 Israr Megantara mencetak gol yang membuat skor menjadi 5-4. Israr mencetak gol dengan memanfaatkan tendangan penjuru.
Menjawab ketertinggalan, Iran mencetak gol setelah memainkan powerplay. Agharpour mencetak gol tendangan jarak jauh. Skor 5-5 bertahan hingga babak kedua extra time tuntas.
Drama menegangkan terjadi di babak adu penalti. Indonesia yang sempat unggul harus mengakui kemenangan Iran 4-5 di akhir laga.
Israr menjadi salah satu algojo penalti yang gagal cetak gol. Satu eksekutor lain yang gagal menunaikan tugasnya adalah Rizki Xavier.
Hanya saja, Israr menjadi penendang terakhir Indonesia setelah Hossein Sabzi mencetak gol penentu kemenangan Iran dengan skor 5-4.
Selepas pertandingan, Israr mendapat dukungan dari rekan setimnya. Kegagalan cetak gol di babak adu penalti bisa terjadi oleh pemain terbaik dunia sekalipun.
Sudah sepantasnya Israr berdiri dengan kepala tegak. Pasalnya, pencapaian runner up adalah sejarah baru yang bisa jadi modal penting bagi Timnas futsal Indonesia untuk bangkit lebih kuat lagi di ajang internasional.
(jun/jun/nva)