ANALISIS

Dag Dig Dug! Arsenal Pontang-panting di Puncak

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Sabtu, 21 Feb 2026 08:40 WIB
Arsenal berjuang menuju gelar Premier League, namun konsistensi dan cedera jadi tantangan. Apakah mereka bisa menghindari trauma musim lalu?
Selebrasi pemain Arsenal usai cetak gol. (REUTERS/Toby Melville)

Kurangnya konsistensi masih jadi PR bagi Arsenal. Ini salah satu wujud batu sandungan tiga musim terakhir saat berusaha jadi juara.

Kedodoran di putaran kedua jadi benang merah kegagalan Arsenal. Jumlah kalah mereka dalam tiga musim terakhir selalu lebih banyak di fase ini.

Memang kekalahan Arsenal baru satu kali di paruh kedua, saat dipecundangi Manchester United 2-3 pada Januari lalu. Tentu jumlah kalah ini tak boleh bertambah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persoalannya, salah satu penyakit lama bernama badai cedera kembali melanda. Ada empat pemain yang harus sementara menepi yakni Max Dowman, Mikel Merino, Kai Havertz, dan Martin Odegaard.

Situasi ini yang jadi ganjalan Arsenal di tiga musim sebelumnya. Alhasil Mikel Arteta mau tak mau ganti pakem tim berkali-kali.

Contohnya adalah keputusan Arteta menaruh Bukayo Saka sebagai gelandang serang. Padahal yang bersangkutan aslinya pemain sayap.

Ini jadi pertanyaan karena Arsenal sudah mendatangkan Eberechi Eze dari Crystal Palace dengan mahar 55 juta Euro atau Rp1,09 triliun di bursa transfer awal musim. Dari 22 penampilan, lebih dari separuhnya Eze berstatus pengganti.

Gonta-ganti pakem membuat spektrum pemain dengan jam tertinggi berkutat di lini belakang dan tengah. Berdasarkan catatan Fotmob, hanya David Raya (kiper) dan Martin Zubimendi (gelandang) yang tak pernah absen di Premier League musim ini.

Beruntung Viktor Gyokeres cenderung meningkat performanya di putaran kedua. Setelah hanya mencetak lima gol di paruh musim pertama, striker asal Swedia itu sudah menambah tiga pundi tambahan dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Kini Gyokeres jadi top skor Arsenal dengan delapan gol. Meski terbilang masih sedikit dari total 25 penampilannya, eksistensi mantan penyerang Sporting Lisbon itu perlu diperhitungkan.

Keistimewaan Arsenal dengan memiliki pemain sayap ofensif dan tajam perlu diperkuat. Rentetan laga penting ke depan perlu jadi perhatian.

Derby London Utara kontra Tottenham Hotspur pada Minggu (22/2) jadi ujian bagi Arsenal untuk menjawab sedikit keraguan.

(rhr/rhr)

HALAMAN:
1 2