Dag Dig Dug! Arsenal Pontang-panting di Puncak
Lagi-lagi Arsenal, Arsenal lagi-lagi. Bayang-bayang terjungkal masih menghantui armada Meriam London dalam misi menuju singgasana juara. Mereka perlu pontang-panting agar cerita lama tak kembali jadi luka.
Perjalanan The Gunners memburu trofi juara Premier League begitu terjal. Tiga musim beruntun tim asuhan Mikel Arteta hanya mengisap jempol dari peringkat kedua sembari melihat para pesaing mengangkat trofi bermahkota emas dengan suka ria.
Kini jadi musim keempat secara berturut-turut Arsenal sebagai kandidat kuat juara. Berada di puncak klasemen sementara membuat kesempatan mereka paling besar sebenarnya.
Tapi namanya sementara, siapa saja bisa menggantikan mereka. Dan itu terjadi tiga musim terakhir. Apakah hal serupa kembali terulang?
Bisa ya, bisa pula tidak. Momen Arsenal juara Premier League 2003/2004 membuktikan bahwa mereka bisa juara dengan segala rintangan yang ada.
Kala itu, di paruh musim, Arsenal hanya unggul dua poin dari Manchester United yang menguntit di peringkat kedua. Kemudian di bawahnya ada Chelsea jarak enam angka.
Akhir ceritanya? Gelar juara Premier League mendarat di Highbury. Predikat Invincibles atau tak terkalahkan selama satu musim jadi pemanis bahkan belum diulang oleh siapapun sampai sekarang.
Sekarang sudah tidak mungkin ada titel Invincibles dengan tiga kekalahan yang sudah dicecap Arsenal. Plus, dua hasil imbang beruntun bikin pendukung jadi gusar.
Sebab dengan gagal menang dalam dua pekan terakhir, jarak poin dengan Manchester City kian dekat. Jika terpeleset lagi, Viktor Gyokeres dan kompatriot benar-benar dalam bahaya.
Arsenal (58 poin) tak jauh berjarak dari Man City (53) dan Aston Villa (50). Dengan jumlah pertandingan The Citizens dan The Villa yang lebih sedikit. Selisih angka menuju selemparan batu saja.
Akankah trauma bagi Arsenal pada musim-musim sebelumnya kembali nampak wujudnya?