ANALISIS

V for Vendetta si Nyonya Tua, Sekarang atau Tidak Sama Sekali

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 13:29 WIB
Juventus berjuang bangkit setelah lima laga tanpa kemenangan dan harus menang besar atas Galatasaray pada leg kedua Liga Champions.
Kolektivitas pemain Juventus akan menjadi kunci saat menghadapi Galatasaray. (REUTERS/Lee Smith)

Tancap gas sejak menit pertama bisa jadi kunci bagi Juventus untuk mengejar defisit agregat, tapi sekadar sporadis saja tentu tak cukup. 

Galatasaray bukan tim semenjana. Meski berasal dari kompetisi di luar spektrum liga top Eropa, tim asal Istanbul itu punya modal kuat untuk mempertahankan keunggulan. 

Tim besutan Okan Buruk itu justru jauh dari kata buruk. Mereka membuktikan keganasan di awal tahun ini dengan barisan pesta gol. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sembilan kemenangan sepanjang 2026, tujuh di antaranya dikemas dengan torehan tiga gol atau lebih. Juventus jadi salah satu korbannya, setelah pesta gol pada leg pertama.

Sayangnya Galatasaray sempat terjungkal, pekan lalu, dengan kekalahan 0-2 dari Konyaspor. Namun, melihat tren pertandingan, tim bernuansa kuning-merah itu lebih diuntungkan dari kubu hitam-putih. 

Head to head kedua tim membuktikan Galatasaray unggul jauh. Tiga kemenangan dari tujuh pertemuan. Meski tiap kali bersua adalah momen yang berbeda, sejarah membuktikan wakil Turki lebih superior. 

Dengan memperhatikan laga-laga sebelumnya, Juventus perlu berkaca untuk lebih cerdik lawan Galatasaray. Baik dalam bertahan dan menyerang, kali ini tuan rumah harus lebih baik. 

Lini belakang Juventus harus kerja keras menghadapi lini depan mengerikan Galatasaray dengan kehadiran Victor Osimhen sebagai ujung tombak. Belum lagi ada pemain sayap Noa Lang dan dan Baris Yilmaz yang mengesankan pada pertemuan sebelumnya. 

Pemain pengganti Galatasaray juga perlu dapat pengawasan. Mereka punya sederet bintang seperti Mauro Icardi, Leroy Sane, dan Ilkay Gundogan. 

Kiper Juventus, Michele di Gregorio juga perlu jadi bahan evaluasi. Sebab, sudah lima pertandingan terakhir selalu kebobolan minimal dua gol. Spalletti perlu mempertimbangkan Mattia Perin. 

Untuk lini depan, Juventus bisa kembali mempercayakan pada sosok Jonathan David yang baru sembuh dari cedera. Suplai bola diharapkan bisa maksimal dari kaki Francisco Conceicao dan Kenan Yildiz. 

Main habis-habisan jadi kunci bagi Juventus. Akankah malam indah di Turin terjadi nanti? 

(abs)

HALAMAN:
1 2