ANALISIS

V for Vendetta si Nyonya Tua, Sekarang atau Tidak Sama Sekali

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 13:29 WIB
Juventus berjuang bangkit setelah lima laga tanpa kemenangan dan harus menang besar atas Galatasaray pada leg kedua Liga Champions.
Juventus dalam tantangan berat harus menang dengan skor besar atas Galatasaray. (REUTERS/Alberto Lingria)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badai tengah melanda Juventus. La Vecchia Signora atau Si Nyonya Tua, begitu klub itu dijuluki, butuh bangkit dan balas dendam ke Galatasaray.

'V' melambangkan angka lima dalam urutan numerik Romawi. Lalu 'Vendetta' dalam bahasa Italia berarti balas dendam. 'V for Vendetta' dalam konteks ini bukan judul novel grafis karya Alan Moore dan film adaptasi James McTeigue, namun simbolisasi upaya Juventus bangun usai lima laga tanpa kemenangan.

Belum ada hasil positif bagi Juventus sejak terakhir kali menghajar Parma 4-1 di Serie A. Setelah itu, empat kekalahan dan satu imbang jadi bukti catatan buruk di bulan Februari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Noktah merah bulan ini sekaligus membuat Juventus tersingkir dari Coppa Italia dengan kekalahan 0-3 dari Atalanta di babak perempat final. Bianconeri juga berada di tepi jurang usai tumbang 2-5 lawan Galatasaray di leg pertama babak playoff fase gugur Liga Champions 2025/2026.

Jika tak mengejar defisit tiga gol, otomatis tim asuhan Luciano Spalletti ini akan terlempar di pentas Eropa. Menghilang dari dua turnamen sekaligus dalam waktu satu bulan tentu jadi bahaya bagi tim sekelas Juventus.

Ini jadi kali pertama Juventus kebobolan lima gol di kompetisi UEFA sejak kekalahan 0-4 lawan Chelsea pada Liga Champions 2021/2022. Beruntung mimpi buruk tumbang 0-7 kontra Wiener Sport Club di Piala Eropa 1958/59 tidak terjadi. Atau belum?

Tak ada pilihan selain melakukan pembuktian. Menjamu Galatasaray pada leg kedua di Stadion Allianz, Kamis (26/2) pukul 03.00 WIB kiranya jadi katalis kebangkitan bagi tim asal Turin itu.

Mencetak empat gol sekaligus mencegah lawan menjebol gawang bukan perkara mudah. Meski peluang terlihat begitu kecil, Kenan Yildiz dan kawan-kawan tetap bisa mengusahakan.

Di satu sisi, Spalletti perlu putar otak guna tetap mengerahkan kemampuan maksimal, terutama di sektor bek sayap. Ini berkaitan Emil Holm cedera, Andrea Cambiaso kena akumulasi kartu, dan Cabal diganjar kartu merah pada leg pertama.

Pola tiga bek seperti pekan lalu, kontra Como, bisa kembali diterapkan. Namun, kekalahan 0-2 lawan tim yang dimiliki pengusaha Indonesia itu mengisyaratkan utak-atik racikan Locatelli justru gagal.

Pada saat yang sama Pierre Kalulu dapat jadi secercah harapan. Pemain yang tengah menjalani sanksi kartu merah di Serie A itu bisa tampil di Liga Champions dan mengisi titik yang tanggal.

Dengan kembali bongkar pasang, adakah cerita indah untuk Si Nyonya Tua nanti malam?

[Gambas:Video CNN]

Tancap Gas Sejak Menit Pertama, Juventus Bisa? BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2