Banding Benfica Ditolak, Prestianni Tuding UEFA Bias ke Real Madrid
Tindakan UEFA menolak banding Benfica terkait skorsing Gianluca Prestianni dalam ajang Liga Champions Eopa, memicu amarah.
Dalam pernyataan resmi UEFA pada Rabu (25/2), Komite Banding UEFA menganggap banding yang diajukan Benfica tidak bisa diterima. Skorsing atas Prestianni malah diperkuat.
"Permohonan banding yang diajukan oleh SL Benfica ditolak. Oleh karena itu, keputusan Komite Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA tanggal 23 Februari 2026 dikonfirmasi."
"Gianluca Prestianni tetap diskors sementara untuk pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya yang seharusnya ia ikuti," demikian bunyi pernyataan UEFA dilansir dari Record.
Sekitar satu jam setelah UEFA mengumumkan putusan banding Benfica, Prestianni murka lewat media sosial. Pemain asal Argentina berusia 20 itu tak kuasa menahan kecewa.
Prestianni menuduhnya petinggi UEFA membuat perlakuan khusus dan bias terhadap Real Madrid. Namun, tak lama berselang, tulisan kekecewaan tersebut dihapus oleh Prestianni.
"Memukul seseorang di luar bola diperbolehkan. Itu terlihat dan tidak ada sanksi. Menghukum tanpa bukti diperbolehkan. Itu terlihat. Mereka bahkan tidak mencoba menyembunyikannya lagi," tulisnya.
Sejatinya akun X Prestianni tersebut belum terverifikasi dengan centang biru, tetapi sudah diikuti akun resmi Benfica. Karena itu ada keyakinin akun itu milik Prestianni.
Sebelumnya Prestianni diduga melakukan tindakan rasialis kepada Vinicius Junior. Hal tersebut diduga terjadi di tengah pertandingan leg pertama playoff 16 besar Liga Champions di Lisbon.
Setelah pertandingan yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Madrid lewat gol Vinicius tersebut, Prestianni dituduh melakukan tindakan rasial. Karena itu ia diskorsing oleh UEFA.
Benfica dipastikan gagal lolos ke babak 16 besar setelah kalah 1-2 pada leg kedua playoff di Santiago Bernabeu sehingga klub Portugal itu kalah agregat 1-3 dari Real Madrid.
(abs/nva)