Cerita Irwansyah Terjebak di Dubai Imbas Perang Iran vs AS-Israel
Dalam suasana penuh ketegangan, komunikasi Irwansyah dengan Sindhu dan kawan-kawan terbilang tetap lancar. Irwansyah awalnya menginap di hotel yang berbeda. Namun Sindhu meminta Irwansyah untuk pindah ke hotel yang sama dengan ia dan dua staf pelatih lainnya.
"Sindhu itu memang sifatnya baik. Ia peduli dengan timnya. Akhirnya saya hanya satu malam di hotel yang berbeda lalu bergabung dengan Sindhu dan lainnya di hotel yang sama."
"Sindhu kan juga termasuk sosok penting di India. Jadi saya juga berusaha untuk menjaga dia," tutur Irwansyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Selasa (3/3), Irwansyah diberitahu bahwa bakal ada pesawat yang terbang ke Bengaluru. Irwansyah tidak tahu, apakah pesawat itu berhubungan dengan kehadiran Sindhu yang masih terjebak di Dubai atau tidak. Pasalnya, saat itu jadwal penerbangan belum kembali normal.
Irwansyah awalnya mengaku lega. Namun ucapan dari seorang rekan membuatnya kembali khawatir.
"Dia bilang,'Ini kita terbang, sedangkan di bawahnya, kita gak aman. Maksudnya, di airport [tidak aman] sekarang kita di atas, apa gak lebih bahaya?' Begitu kata dia."
"Tadinya karena saya sudah mau pulang, sudah senang kan, ada pembicaraan itu jadi kepikiran lagi. Kalau di darat, kami masih bisa lari-lari, kalau di pesawat bagaimana?" ujar Irwansyah.
Irwansyah bersyukur kepada Allah bahwa perjalanan menuju Bengaluru lancar. Ia mengakui bahwa sempat ada kekecewaan batal ke All England lantaran merasa persiapan yang dilakukan bersama Sindhu sudah maksimal.
"Memang ada rasa sayang karena persiapan sudah maksimal tapi kan yang terpenting keselamatan yang harus diutamakan. Awalnya kami rencana ikut All England dan Spain Masters. Tapi yang ke Spanyol juga kami batalkan karena dari kondisi mental, Sindhu juga sudah lelah."
"Kini kami fokus untuk persiapan menuju Kejuaraan Asia," tutur Irwansyah yang sudah kembali memimpin latihan pada Kamis (5/3).
Uni Emirat Arab terutama Dubai menjadi salah satu target serangan udara Iran. Sebab, Dubai menampung pangkalan militer Amerika Serikat, yang merupakan target utama serangan Iran.
Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer AS di negara Teluk Arab ini merupakan gempuran balasan atas serangan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Serangan itu menewaskan sejumlah pejabat Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
"Sebelum berangkat, kami tidak tahu ada berita itu [AS-Israel serang Iran]. Kalau kami tahu, pasti kami batalkan penerbangan kami dan cari rute lain untuk menuju All England," tutur Irwansyah.
(abs)