Skandal Pemain Naturalisasi Malaysia, TMJ Siap Dibawa ke Pengadilan

CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 12:32 WIB
TMJ siap dibawa ke pengadilan usai terus didesak untuk bertanggung jawab atas kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia.
Tunku Mahkota Johor bersama Presiden FIFA Gianni Infantino beberapa waktu lalu. (Dok Tunku Mahkota Ismail (TMJ))
Jakarta, CNN Indonesia --

Tunku Mahkota Johor (TMJ) siap dibawa ke pengadilan usai terus didesak untuk bertanggung jawab atas kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi timnas Malaysia.

TMJ sebelumnya didesak oleh sejumlah penggemar sepak bola Malaysia, termasuk pengamat sepak bola Malaysia Ibnu Saif untuk bertanggung jawab atas putusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait banding putusan FIFA soal kasus pemalsuan dokumen terhadap tujuh pemain naturalisasi Tim Harimau Malaya.

"TMJ harus bertanggung jawab atas kebohongan ini, kami belum lupa. Jika mereka ingin beralasan masalah internal, mereka tidak perlu meretas akun X dengan peretas untuk memberi tahu mereka bahwa mereka telah bertemu dengan pemain lama. Ini bukan kasus Najib 1MDB yang sah, pengadilan tidak dapat menerima logika alasan mereka," tulis Ibnu Saif dalam akun X-nya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cuit Ibnu Saif mendapatkan reaksi dari TMJ. Ia menyatakan bahwa dirinya siap dibawa ke pengadilan untuk membuktikan dirinya bersalah atau tidak terkait masalah ini.

"Setuju! Saya punya saran yang lebih baik. Bawa saya ke pengadilan dengan bukti apa pun. Tolong," kata TMJ di akun X nya.

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengabulkan sebagian banding dari tujuh pemain yang dikenai sanksi dalam skandal kelayakan naturalisasi pemain Malaysia.

CAS memutuskan bahwa larangan 12 bulan mereka hanya berlaku untuk pertandingan resmi, sehingga memungkinkan mereka untuk berlatih dengan klub. Namun, FAM masih harus membayar denda sebesar CHF350.000 atau Rp7,5 miliar

"Setelah mempertimbangkan bukti-bukti, Panel CAS menemukan bahwa pelanggaran pemalsuan dokumen telah terbukti dan larangan 12 bulan merupakan sanksi yang wajar dan proporsional bagi pemain mengingat keterlibatan mereka dalam penipuan ini," bunyi pernyataan CAS.

"Sesuai dengan Pasal 22 FDC, Panel CAS memutuskan larangan tersebut hanya berlaku untuk pertandingan dan bukan untuk semua aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola," tulis CAS.

"Para pemain dapat melanjutkan latihan bersama klub masing-masing selama masa larangan bermain. Banding yang diajukan oleh para pemain sebagian dikabulkan dan sanksi sebagian diubah."

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/ptr)