Pengamat: Keputusan CAS untuk Pemain Naturalisasi Malaysia Aneh
Pengamat sepak bola Malaysia, Zhafri Aminurashid, menyebut keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kepada tujuh pemain Malaysia terlihat aneh dan keras.
Hal itu diungkapkan Zhafri setelah mebandingkan keputusan CAS terhadap pemain Malaysia dengan kasus-kasus sebelumnya.
Keputusan CAS menetapkan sanksi FIFA kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia dengan hukuman larangan tampil di pertandingan resmi selama 12 tahun. Meski begitu, terdapat keringanan kalau para pemain itu masih bisa berlatih bersama klub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keanehan yang dirasakan Zhafri adalah, hukuman itu tetap diberikan kepada tujuh pemain meskipun Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengakui mereka bertanggung jawab dalam skandal itu, menurut laporan Bharian.
"Sepanjang proses banding, FAM juga bersikeras bahwa mereka menerima tanggung jawab atas kelemahan dalam pengawasan yang terjadi," ujar Zhafri.
"Namun, anehnya dalam kasus ini, CAS masih menjatuhkan hukuman berat kepada para pemain meskipun FAM mengakui bahwa kesalahan ada di pihak mereka. Akan menarik bagi kita untuk mempelajari dasar-dasar putusan untuk kasus ini nanti," kata Zhafri menambahkan.
Zhafri juga mengatakan meninjau sejumlah kasus yang nyaris serupa, yakni soal pelanggaran dokumen dalam mendapatkan kewarganegaraan.
Salah satu yang disebutkan Zhafri adalah kasus CAS 2016/A/4831. Meski ditemukan menggunakan dokumen kelahiran yang tidak sah, para pemain hanya dihukum 10 pertandingan internasional, namun masih bisa bermain di klub masing-masing.
"FIFA mempertimbangkan peran pejabat federal yang dianggap memiliki pengaruh besar dalam proses pendaftaran pemain, sehingga mengurangi tingkat pelanggaran yang dikenakan pada para pemain," tutur Zhafri.
Kasus kedua yang melibatkan pemain Argentina, Javier Eduardo Portillo. Hukuman yang diberikan hanya pembatasan tampil mewakili tim nasional dibanding hukuman jangka panjang.
Sedangkan kasus ketiga yang melibatkan pemain Qatar, Pedro Miguel. Yang menarik, tidak ada sanksi untuk Miguel.
"Setelah melalui peninjauan oleh FIFA dan proses terkait di CAS, tidak ada sanksi olahraga yang dijatuhkan kepada pemain tersebut dan masalah kelayakan lebih dipandang sebagai masalah administratif."
"Perbandingan kasus-kasus sebelumnya menunjukkan bahwa CAS sering membedakan antara kesalahan administratif dan unsur-unsur kecurangan yang dilakukan secara sengaja oleh pemain," ucap Zhafri.
(sry/jun)