Marcus Gideon Puas GBA Kirim Pemain ke Pelatnas Dua Tahun Beruntun

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 04:11 WIB
Marcus Fernaldi Gideon mengaku puas klubnya, Gideon Badminton Academy (GBA) bisa mengirim pemain masuk ke Pelatnas Cipayung selama dua tahun beruntun.
Marcus Gideon puas GBA bisa kirim pemain ke Pelatnas Cipayung dua tahun beruntun.(CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Marcus Fernaldi Gideon mengaku puas klubnya, Gideon Badminton Academy (GBA) bisa mengirim pemain masuk ke Pelatnas Cipayung selama dua tahun beruntun.

Pada Seleknas tahun ini, Joseph Marcellino/Joven Farandi berhasil menembus masuk Pelatnas Cipayung. Mereka sukses menjadi juara di Seleknas.

Keberhasilan Marcell/Joven lolos ke Pelatnas Cipayung di tahun ini membuat GBA menancapkan kuku sebagai klub baru yang bisa mulai rutin menyumbang pemain ke Pelatnas. Di Tahun sebelumnya, Muhammad Nawaf Khoiriyansyah/Luna Rianty Saffana bisa tembus Pelatnas Cipayung setelah juara Kejurnas 2024 dan membuat mereka jadi anggota Pelatnas terhitung pada 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam dua tahun itu masuk empat orang [ke Pelatnas Cipayung]. Setahun lalu masuk dua orang, kemudian tahun ini dua orang. Jadi senang banget lihat perkembangannya," ucap Marcus dalam acara pemberian apresiasi bagi pemain yang masuk Pelatnas Cipayung di Gideon Badminton Hall, Senin (9/3).

"Ke depannya, saya harap bisa lebih banyak lagi yang masuk Pelatnas. Minimum tiap tahun kita bisa menyumbang pemain ke Pelatnas," kata Marcus melanjutkan.

Sejak memutuskan gantung raket, Marcus Gideon aktif membantu menjalankan roda organisasi klub. Ia seringkali jadi sparring partner bagi para pemain GBA sehingga hal tersebut turut menarik kemampuan para pemain.

"Kalau tidak kemana-mana, pasti saya pergi ke sini. Jadi setiap pagi, saya pantau. Kemudian diajak sparring."

"Terus banyak juga atlet-atlet senior kalau hari Rabu-Jumat sering ke sini. Sabar/Reza juga sering ke sini. Jadi hal itu sangat membantu kami," tutur Marcus.

Setelah meloloskan atlet untuk nomor ganda, Marcus juga serius untuk menajamkan kemampuan pemain-pemain di nomor tunggal. Salah satu upayanya dengan merekrut Tommy Sugiarto sebagai pelatih. Hasilnya, ada perwakilan pemain GBA yang ikut dipanggil Seleknas meski belum mampu menembus Pelatnas Cipayung.

"Dia bisa jadi figur yang baik di sini. Terutama setelah papa [Kurniahu] sudah gak bisa bantu ngelatih di Tunggal [karena mulai sakit]. Jadi saya harus cari tuh siapa yang bisa bantuin kita di tunggal. Soalnya kalau di ganda kan ada saya, paling nggak ada mentornya yang bisa bantu."

"Kalau di tunggal kan saya nggak bisa handle semua. Ada Mas Tommy itu sangat membantu ya. Kelihatan dari kemarin kan baru 4 bulan. Terus kan yang ada pemain single yang seleknas itu sangat bagus," ucap Marcus.

KURNIAHU - Ayah Marcus GideonKurniahu jadi sosok yang penuh semangat membina para pemain di Gideon Badminton Academy. (detikcom/Mercy Raya)

Kenang Ayah

Gideon Badminton Academy ini sendiri awalnya banyak dikelola oleh Kurniahu, ayah dari Marcus Gideon. Kurniahu jadi sosok yang penuh semangat bercita-cita memiliki GOR dan klub yang bisa dijalankan sendiri.

"Ini mimpinya papa, awalnya saya ragu bikin ini, kan biayanya besar. Terus siapa yang mau bayar nanti."

"Dulu papa target bisa mengirim pemain masuk Pelatnas setelah 3-4 tahun sejak berdiri. Hampir sesuai target sih jadinya," tutur Marcus.

Kurniahu meninggal dunia pada 29 Januari. Sebelum meninggal, Kurniahu sudah sempat menyaksikan pemain GBA masuk sebagai anggota Pelatnas Cipayung di tahun 2025 yaitu Nawaf dan Luna.

Terkait berdirinya GBA, Marcus Gideon pun menyebut bahwa ia justru paling sedih ketika para pemain GBA datang mengucapkan bela sungkawa saat Kurniahu meninggal dunia.

"Justru saya paling sedih saat melihat anak-anak [pemain GBA] datang. Gak bisa diungkapkan. Soalnya papa sangat senang punya lapangan sendiri, bisa membina anak-anak seperti ini. Menurut saya, ini [GBA] impian papa."

"Bahkan sepertinya papa lebih sering ketemu anak-anak dibanding ketemu saua. Jadi pas lihat anak-anak, rasanya gak bisa diungkapkan," ujar Marcus.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)