Real Madrid vs Man City: Saling Sikut Duel Langganan Liga Champions
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 11 Mar 2026 08:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kylian Mbappe dilaporkan berpotensi absen saat melawan Man CIty. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
Berstatus laga akbar, Real Madrid vs Man City terancam tanpa dihadiri sederet nama bintang. Ini karena satu per satu pemain tumbang akibat cedera.
Sang tuan rumah dikhawatirkan tanpa diperkuat Kylian Mbappe dan Jude Bellingham. Sudah lebih dari dua pekan mereka hilang dari peredaran.
Begitu juga pilar lain seperti Eduardo Camavinga, David Alaba, Alvaro Carreras, dan Rodrygo. Mereka kompak cedera di awal bulan ini dengan masalah yang berbeda-beda.
Situasi ini memaksa sang pelatih, Alvaro Arbeloa putar otak. Nyaris di semua lini harus diutak-atik demi hasil yang tetap maksimal.
Beruntung di lini belakang ada Raul Ascencio yang tebal dalam mengisi pos usai kosong ditinggal David Alaba dan Eder Militao. Bek 23 tahun itu diproyeksikan jadi tandem Antonio Rudiger.
Kemudian di lini tengah, absennya Jude Bellingham jadi tugas sang kapten, Federico Valverde sebagai jenderal lapangan tengah. Perannya begitu penting dalam menjaga ritme sekaligus alur bola.
Sedangkan sektor depan jadi tanggung jawab striker muda Gonzalo Garcia bersama Vinicius Jr. Laga ini jadi ujian mereka terlebih Vinicius melempem tanpa gol kontra Man City dalam enam pertemuan terakhir.
Situasi 180 derajat dialami oleh Man City yang nyaris tanpa cela jelang menghadapi Real Madrid. Meski Josko Gvardiol dan Mateo Kovacic sedang menepi, kedalaman skuad wakil Inggris itu begitu mumpuni.
Trisula Antoine Semenyo, Omar Marmoush, dan Erling Haaland bakal jadi senjata mematikan bagi Real Madrid. Lini belakang tuan rumah harus bekerja keras membendung gempuran pihak tamu.
Namun pelatih Man City, Pep Guardiola harus kreatif dalam menyusun formula. Salah-salah tindakan, pihak yang sudah jadi langganan lawan bisa mengoreksi permainan.
Man City perlu memaksimalkan kondisi lawan yang sedang compang-camping akibat badai cedera. Meski tampil di hadapan puluhan ribu Madridistas, agaknya Manchester Biru jadi kubu yang dominan pada laga ini.
(nva)
Jakarta, CNN Indonesia --
Real Madrid akan menjamu Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (12/3) dini hari WIB. Duel ini jadi pertarungan dua tim yang sudah sering berjumpa.
Sudah 15 kali Real Madrid dan Manchester City berjumpa di Liga Champions. Dari jumlah itu, kedua kubu punya rekor seimbang dengan masing-masing lima kemenangan untuk Los Blancos dan The Citizens dan lima kali imbang.
Laga Real Madrid vs Man City pun terjadi nyaris di semua fase. Hanya di final tak ada pertarungan di antara mereka.
Pertemuan kali ini bahkan jadi yang kelima kali secara beruntun di Liga Champions. Duel Real Madrid vs Man City pun seakan seperti kebiasaan di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Keduanya pun saling sikut demi bisa melaju ke fase berikutnya. Dalam empat musim terakhir, Real Madrid lebih dominan dengan tiga kali unggul dan Man City hanya satu kali.
Apakah edisi kali ini kembali jadi milik Real Madrid? Bisa ya, bisa pula tidak. Namun Los Blancos punya nilai plus karena dalam satu dekade terakhir Manchester Biru dipimpin sosok yang sama, Pep Guardiola sehingga gaya bermain bisa lebih terbaca.
Sementara Real Madrid sudah berganti enam pelatih berbeda dalam 10 tahun terakhir. Namun langkah tersebut berbuah empat trofi Liga Champions sedangkan Man City baru mengangkat trofi Si Kuping Besar satu kali dalam periode yang sama.
Apapun itu, duel Real Madrid vs Man City adalah pertarungan yang layak disaksikan. Meski sudah sering berjumpa, pertandingan ini diyakini tetap bakal menghadirkan kejutan baru.
Terlebih masing-masing kubu menemui jalan terjal di Liga Champions. Meski trengginas di kompetisi domestik, Real Madrid dan Man City sama-sama terseok-seok di fase awal kompetisi Eropa musim ini.
Man City nyaris terlempar ke zona playoff karena berada di peringkat kedelapan atau garis terakhir tim yang berhak langsung melaju ke babak 16 besar. Real Madrid bahkan benar-benar tergusur ke zona playoff karena finis di urutan kesembilan klasemen akhir.
Alhasil pertemuan di babak 16 besar jadi kesempatan bagi masing-masing pihak untuk membuktikan diri bahwa mereka layak melangkah lebih jauh meski tersandung di babak awal.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Duel Raksasa Terancam Tak Bertabur Bintang
Kylian Mbappe dilaporkan berpotensi absen saat melawan Man CIty. (Action Images via Reuters/Matthew Childs)
Berstatus laga akbar, Real Madrid vs Man City terancam tanpa dihadiri sederet nama bintang. Ini karena satu per satu pemain tumbang akibat cedera.
Sang tuan rumah dikhawatirkan tanpa diperkuat Kylian Mbappe dan Jude Bellingham. Sudah lebih dari dua pekan mereka hilang dari peredaran.
Begitu juga pilar lain seperti Eduardo Camavinga, David Alaba, Alvaro Carreras, dan Rodrygo. Mereka kompak cedera di awal bulan ini dengan masalah yang berbeda-beda.
Situasi ini memaksa sang pelatih, Alvaro Arbeloa putar otak. Nyaris di semua lini harus diutak-atik demi hasil yang tetap maksimal.
Beruntung di lini belakang ada Raul Ascencio yang tebal dalam mengisi pos usai kosong ditinggal David Alaba dan Eder Militao. Bek 23 tahun itu diproyeksikan jadi tandem Antonio Rudiger.
Kemudian di lini tengah, absennya Jude Bellingham jadi tugas sang kapten, Federico Valverde sebagai jenderal lapangan tengah. Perannya begitu penting dalam menjaga ritme sekaligus alur bola.
Sedangkan sektor depan jadi tanggung jawab striker muda Gonzalo Garcia bersama Vinicius Jr. Laga ini jadi ujian mereka terlebih Vinicius melempem tanpa gol kontra Man City dalam enam pertemuan terakhir.
Situasi 180 derajat dialami oleh Man City yang nyaris tanpa cela jelang menghadapi Real Madrid. Meski Josko Gvardiol dan Mateo Kovacic sedang menepi, kedalaman skuad wakil Inggris itu begitu mumpuni.
Trisula Antoine Semenyo, Omar Marmoush, dan Erling Haaland bakal jadi senjata mematikan bagi Real Madrid. Lini belakang tuan rumah harus bekerja keras membendung gempuran pihak tamu.
Namun pelatih Man City, Pep Guardiola harus kreatif dalam menyusun formula. Salah-salah tindakan, pihak yang sudah jadi langganan lawan bisa mengoreksi permainan.
Man City perlu memaksimalkan kondisi lawan yang sedang compang-camping akibat badai cedera. Meski tampil di hadapan puluhan ribu Madridistas, agaknya Manchester Biru jadi kubu yang dominan pada laga ini.