Berlinang Air Mata, Pemain Iran Sempat Tolak Naik Pesawat di Australia
Media-media Australia yang dilansir New York Post melaporkan suasana saat para pemain timnas putri Iran meninggalkan Australia.
New York Post melaporkan bahwa sejumlah pemain timnas putri Iran dilaporkan menangis saat menaiki pesawat untuk meninggalkan Australia pada Selasa (10/3). Bahkan ada satu pemain menolak naik pesawat di Sydney pada detik-detik terakhir.
"Para pemain tim sepak bola wanita Iran terlihat menangis saat menaiki pesawat untuk keluar dari Australia pada hari Selasa (10/3) setelah setidaknya tujuh rekan mereka mencari suaka untuk menghindari kembali ke Iran di tengah kekhawatiran adanya penganiayaan," tulis New York Post.
"Setidaknya satu pemain menolak naik pesawat di Sydney pada menit-menit terakhir untuk mengajukan suaka dan bergabung bersama rekan-rekannya yang lain, demikian sumber-sumber mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation," tulis New York Post.
Sementara para pemain lainnya akhirnya naik ke dalam pesawat menuju Malaysia dengan berlinang air mata.
"Para atlet yang tersisa dikawal ofisial tim dan akhirnya naik pesawat menuju Malaysia, termasuk ada beberapa pemain yang berlinang air mata, seperti yang dilaporkan oleh Sydney Morning Herald," tulis New York Post.
Teranyar Australia memberikan dua tambahan suaka kepada dua pemain timnas putri Iran karena khawatir dengan keselamatan mereka saat kembali ke negara asal.
Sebelumnya pemerintah Australia memberikan suaka kepada lima pemain timnas putri Iran. Kelima pemain itu adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.
Setelah itu, satu pemain lain dan satu ofisial timnas wanita Iran mendapatkan suaka lain dari Negeri Kanguru.
"Saya memberi mereka tawaran yang sama seperti yang saya berikan kepada lima pemain malam sebelumnya," kata Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, dikutip dari Reuters.
"Jika mereka ingin menerima visa kemanusiaan untuk Australia, yang akan memiliki jalur menuju visa permanen, saya telah menyiapkan dokumen untuk segera memprosesnya," ucap Burke menambahkan.
Dalam pemberitaan itu disebutkan, para pejabat Australia menyebut sebagian besar anggota timnas wanita Iran terpisah di Bandara Sydney. Mereka diberitahu tentang pilihan sebelum terbang ke Iran.
"Yang kami pastikan adalah tidak terburu-buru, tidak ada tekanan. Semuanya tentang memastikan martabat bagi individu-individu tersebut untuk membuat pilihan," ujar Burke selama konferensi pers di Canberra.
Sejumlah anggota timnas Iran itu membicarakan pilihan dengan keluarga mereka, namun menolak tawaran tetap tinggal di Australia.
Australia mengkhawatirkan keselamatan para pemain dan juga anggota timnas Iran yang tampil di Piala Asia Wanita 2026 di Australia. Pasalnya, setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan saat melawan Korea Selatan. Setelah penolakan itu, televisi pemerintah Iran menyebut tim tersebut sebagai 'pengkhianat masa perang'.
(rhr/rhr/nva)