Apakah Timnas Indonesia Bisa Gantikan Iran di Piala Dunia?

CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 13:18 WIB
Timnas Indonesia sudah tersisih di fase keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, namun belakangan Iran menyatakan bakal mundur dari pesta sepak bola tersebut.
Timnas Indonesia lolos ke fase keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (Arsip PSSI)

Pada hari ini, di titik ini, posisi Timnas Indonesia sebagai pengganti Iran terbilang jauh, tapi tetap ada kans.

FIFA belum memberi tanggapan soal komentar Donyamali, namun salah satu sumber di Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang dimiliki Reuters menyatakan sudah ada langkah yang diambil jika Iran benar mundur.

"AFC memonitor situasi secara saksama dan terus melakukan kontak dengan FIFA. Masalah yang berkaitan dengan Piala Dunia berada di bawah wewenang FIFA. Pada tahap ini, masih terlalu dini untuk berspekulasi lebih lanjut," ucap sumber tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di halaman sebelumnya tertulis soal kewenangan FIFA yang bisa saja mencomot pengganti Iran dari luar konfederasi AFC, tetapi hal tersebut bisa saja mencoreng nama badan sepak bola tertinggi itu di Asia.

Apabila FIFA tetap menggantikan Iran dengan negara di Asia, maka Irak dan Uni Emirat Arab adalah dua negara yang ada di barisan terdepan sebagai calon pengganti. Keduanya menempati posisi teratas di antara negara-negara lain di Asia yang belum meraih tiket Piala Dunia 2026.

Irak bakal menjalani laga playoff interkontinental pada akhir Maret 2026 dan akan bertemu dengan pemenang laga Bolivia vs Suriname. Sementara UEA adalah negara yang dikalahkan Irak dalam kualifikasi fase keempat Piala Dunia 2026 zona Asia.

Ada beragam kemungkinan yang saat ini muncul, seperti Irak bisa saja mendapat tiket langsung sebagai pengganti Iran dan UEA menggantikan posisi Irak.

Kemungkinan lain adalah laga playoff interkontinental tetap digelar. Jika Irak kalah, baru Irak mendapat jatah sebagai pengganti Iran. Sedangkan jika. Irak menang, maka UEA yang mengambil posisi sebagai substitusi Iran.

Apa pun kemungkinan soal kedua negara tersebut, ada masalah besar yang menghalangi yakni soal situasi di kawasan Teluk. Pasalnya saat ini konflik AS-Israel vs Iran membuat orang-orang di Asia Barat kesulitan bepergian.

Pemain dan pelatih Irak saat ini tidak bisa keluar dari wilayah mereka dan tidak bisa memperoleh visa Meksiko untuk menjalani pertandingan playoff interkontinental di Monterrey.

Tidak ada Kedutaan Besar Meksiko di Irak. Biasanya mereka bisa mendapat visa di Kedubes Meksiko di Arab Saudi dan Qatar, namun perjalanan tersebut tidak bisa dilakukan karena wilayah udara Irak ditutup hingga setidaknya 1 April 2026.

Pelatih Irak, Graham Arnold, sempat mengeluarkan permohonan kepada FIFA untuk mengundur waktu pelaksanaan playoff interkontinental.

Jika situasi di Asia Barat masih memanas, maka ada celah bagi Indonesia. Tim Merah Putih merupakan satu-satunya negara non-Asia Barat yang lolos hingga fase keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Thom Haye dan kawan-kawan ada di peringkat ketiga Grup B, di bawah Arab Saudi dan Irak, setelah menelan kekalahan dari dua negara tersebut sehingga gagal lolos ke Piala Dunia atau ke fase kelima kualifikasi.

Sebenarnya masih ada Oman sebagai penghuni peringkat ketiga Grup A, namun posisi geografis Oman ada di Timur Tengah dan mengalami masalah yang sama serupa Irak dan UEA terkait perjalanan jauh.

Lobi-lobi dengan FIFA bisa jadi kunci di luar lapangan. Jika Iran benar mundur, maka satu tiket percuma bakal jadi rebutan banyak negara.

Bahkan Los Angeles Times menyebut Italia juga punya peluang lantaran menempati peringkat 13 dunia dalam ranking FIFA, namun belum memastikan tiket ke pesta bola dunia tahun ini.

(nva/jun)

HALAMAN:
1 2