ANALISIS

Sepertiga Akhir Laju Persib Bandung, Awas Borneo FC Bikin Terbendung

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Minggu, 15 Mar 2026 11:30 WIB
Persib Bandung harus waspada menghadapi Borneo FC di laga tunda Super League. Tanpa Thom Haye, Maung Bandung harus ekstra hati-hati di Samarinda.
Persib Bandung berupaya tak tersandung di markas Borneo FC. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)

Kini fokus Persib Bandung mengarah ke Borneo FC. Tapi jika ingin mengejar hattrick juara, Pesut Etam bukan satu-satunya ujian belaka.

Masih ada 10 laga yang harus disapu bersih oleh Persib demi tetap kokoh di puncak klasemen. Saat ini tim besutan Bojan Hodak masih di posisi teratas dengan 57 poin.

Borneo FC jadi pesaing terdekat dengan 53 angka di peringkat kedua. Ada pula Persija yang mengintai di posisi ketiga dengan 51 poin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persib sama sekali belum bisa duduk nyaman. Ada rentetan laga akbar melawan Arema, Bali United, PSM, hingga Persija Jakarta. Belum lagi lawan tim-tim papan bawah yang siap habis-habisan di momen akhir demi bisa bertahan di kasta tertinggi Liga Indonesia.

Sudah tak berpentas di panggung Asia kiranya jadi faktor pendukung dalam menjaga stabilitas raga. Tak ada pemain yang cedera pun menjaga probabilitas juara.

Ini bertolak belakang dengan Borneo FC yang sedang berkutat memulihkan tiga pemain yakni Dirga Lasut, Renan Silva, dan Wahyudi Hamisi. Lalu Persija yang juga sedang berniat menyalip harus merawat Hanif Sjahbandi dan Mauro Zijlstra.

Kendati demikian, ada jaminan pemain Persib bakal prima hingga musim kompetisi rampung bergulir. Namun berkaca dari cara Bojan Hodak menambal lubang saat ada pemain berhalang, pelatih asal Kroasia itu tahu betul apa yang dilakukan.

Ini terlihat dari keputusan inovasi dengan memasang Beckham Putra di sayap kiri dan menempatkan Eliano Reijnders sebagai gelandang bertahan. Kreasi macam itu berbuah positif untuk Persib dalam memetik kemenangan satu per satu.

Peran Andrew Jung sebagai ujung tombak juga kian tak terbendung. Belakangan striker asal Prancis itu dipercaya jadi starter alih-alih jadi supersub. Dari 17 kali penampilannya, sudah 10 gol dicetak pemain 28 tahun tersebut.

Solidnya gawang yang dijaga Teja Paku Alam turut jadi kunci Persib masih kokoh di puncak klasemen. Maung Bandung jadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit (13) dibandingkan peserta lain.

Meski terlihat paling tebal, pos kiper sekaligus jadi salah satu yang paling rapuh bagi Persib. Sebab, manajemen mencoret Adam Przybek dari skuad karena sudah melewati kuota pemain asing.

Kedalaman skuad di sektor ini terbilang jomplang. Selain Teja, ada dua kiper muda yaitu Fitrah Mailana dan Rhaka Syafaka yang konsentrasinya mungkin bisa terbagi jika dipanggil ke Timnas Indonesia U-19.

Itu pula yang memaksa pelatih kiper I Made Wirawan turun gunung jadi kiper Persib. Manajemen perlu benar-benar menjaga kualitas Teja agar tak perlu utak-atik di sektor ini.

Meski tersisa 10 laga, perjalanan Persib bisa dibilang akan terasa lebih panjang karena langkah mereka senantiasa diikuti Borneo FC dan Persija yang siap melakukan kudeta.

(ikw/jun) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2