Sepertiga Akhir Laju Persib Bandung, Awas Borneo FC Bikin Terbendung
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Minggu, 15 Mar 2026 11:30 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Borneo FC berpeluang pangkas jarak jika mampu kalahkan Persib Bandung. (Dok Borneo FC)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sabuk pengaman harus lebih kencang dipasang oleh Persib Bandung agar tak dibendung di sepertiga akhir musim. Ekstra waspada mesti terpatri kuat lawan Borneo FC di laga tunda pekan ke-21 Super League 2025/2026, Minggu (15/3) malam WIB.
Maung Bandung akan bertamu ke markas Pesut Etam di Stadion Segiri, Samarinda. Berlaga di depan ribuan suporter tuan rumah bukan perkara mudah untuk mengamankan tiga poin begitu saja.
Absennya Thom Haye karena akumulasi kartu kuning bisa berpengaruh pada kualitas lini tengah Persib. Namun kehadiran Berguinho agaknya jadi angin segar untuk menghidupkan motor serangan.
Dukungan tandem Luciano 'Lucho' Guaycochea dan Frans Putros yang dikreasikan ke lini tengah diharapkan dapat mengisi efek domino dari kepergian Thom Haye. Sebelumnya, dua laga tanpa pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu pun tetap berbuah kemenangan musim ini.
Tambahan motivasi dari melihat rekor laga tandang juga bisa dipetik. Dalam 11 laga berstatus tamu musim ini, ada lima kemenangan, tiga imbang, dan tiga kali kalah yang diperoleh Persib. Lebih banyak jumlah positif membuat Si Biru tetap kuat meski tak berlaga di depan bobotoh.
Rekor head to head Persib vs Borneo juga berpihak pada tim Kota Kembang. Ada tiga kemenangan yang dipetik Maung Bandung dari lima laga terakhir.
Namun dari lima laga terakhir itu, Persib belum pernah menang saat bertandang ke markas Borneo FC. Bahkan justru pernah kalah di kandang. Dengan konsistensi wakil Kalimantan Timur dalam beberapa musim terakhir, lawan Borneo selalu menyulitkan.
Terlebih Borneo tengah on fire usai menggulung Persebaya 5-1. Sebelum itu, kandidat juara lain, Persija Jakarta juga kena ganjal tim asuhan Fabio Lefundes 2-2 di Jakarta International Stadium (JIS).
Tapi Persib tetap menyala. Mereka terakhir kali mengecap kekalahan terjadi pada putaran pertama saat takluk 0-2 di tangan Malut United 14 Desember 2025. Selepas itu di kompetisi domestik, rentetan kemenangan dengan sesekali imbang jadi bukti keperkasaan tim ibukota Priangan.
Di satu sisi, catatan masa lalu biarlah berlalu. Laga terakhir Super League 2025/2026 sebelum jeda Idulfitri dan FIFA Matchday itu akan jadi lembaran baru sekaligus penentu bagi kedua kubu.
Sebab kebetulan, Persib dan Borneo FC sama-sama sedang berlomba menuju panggung juara. Siapa jadi pemenangnya?
Baca di halaman berikutnya>>>
Kini fokus Persib Bandung mengarah ke Borneo FC. Tapi jika ingin mengejar hattrick juara, Pesut Etam bukan satu-satunya ujian belaka.
Masih ada 10 laga yang harus disapu bersih oleh Persib demi tetap kokoh di puncak klasemen. Saat ini tim besutan Bojan Hodak masih di posisi teratas dengan 57 poin.
Borneo FC jadi pesaing terdekat dengan 53 angka di peringkat kedua. Ada pula Persija yang mengintai di posisi ketiga dengan 51 poin.
Persib sama sekali belum bisa duduk nyaman. Ada rentetan laga akbar melawan Arema, Bali United, PSM, hingga Persija Jakarta. Belum lagi lawan tim-tim papan bawah yang siap habis-habisan di momen akhir demi bisa bertahan di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Sudah tak berpentas di panggung Asia kiranya jadi faktor pendukung dalam menjaga stabilitas raga. Tak ada pemain yang cedera pun menjaga probabilitas juara.
Ini bertolak belakang dengan Borneo FC yang sedang berkutat memulihkan tiga pemain yakni Dirga Lasut, Renan Silva, dan Wahyudi Hamisi. Lalu Persija yang juga sedang berniat menyalip harus merawat Hanif Sjahbandi dan Mauro Zijlstra.
Kendati demikian, ada jaminan pemain Persib bakal prima hingga musim kompetisi rampung bergulir. Namun berkaca dari cara Bojan Hodak menambal lubang saat ada pemain berhalang, pelatih asal Kroasia itu tahu betul apa yang dilakukan.
Ini terlihat dari keputusan inovasi dengan memasang Beckham Putra di sayap kiri dan menempatkan Eliano Reijnders sebagai gelandang bertahan. Kreasi macam itu berbuah positif untuk Persib dalam memetik kemenangan satu per satu.
Peran Andrew Jung sebagai ujung tombak juga kian tak terbendung. Belakangan striker asal Prancis itu dipercaya jadi starter alih-alih jadi supersub. Dari 17 kali penampilannya, sudah 10 gol dicetak pemain 28 tahun tersebut.
Solidnya gawang yang dijaga Teja Paku Alam turut jadi kunci Persib masih kokoh di puncak klasemen. Maung Bandung jadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit (13) dibandingkan peserta lain.
Meski terlihat paling tebal, pos kiper sekaligus jadi salah satu yang paling rapuh bagi Persib. Sebab, manajemen mencoret Adam Przybek dari skuad karena sudah melewati kuota pemain asing.
Kedalaman skuad di sektor ini terbilang jomplang. Selain Teja, ada dua kiper muda yaitu Fitrah Mailana dan Rhaka Syafaka yang konsentrasinya mungkin bisa terbagi jika dipanggil ke Timnas Indonesia U-19.
Itu pula yang memaksa pelatih kiper I Made Wirawan turun gunung jadi kiper Persib. Manajemen perlu benar-benar menjaga kualitas Teja agar tak perlu utak-atik di sektor ini.
Meski tersisa 10 laga, perjalanan Persib bisa dibilang akan terasa lebih panjang karena langkah mereka senantiasa diikuti Borneo FC dan Persija yang siap melakukan kudeta.