Megaduel Liga Indonesia: Persib, Persija, Borneo Adu Genetika Juara
Abdul Susila | CNN Indonesia
Senin, 16 Mar 2026 19:14 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Persib Bandung untuk sementara memiliki potensi paling besar untuk juara Liga Indonesia musim ini. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta masih bersaing ketat dalam perburuan gelar juara Super League 2025/2026. Siapa naik takhta?
Saat ini Persib memuncaki klasemen sementara dengan 58 poin, disusul Borneo dengan 54 poin, dan Persija dengan 52 poin. Ketiga tim inilah yang berpotensi meraih gelar juara liga.
Maung Bandung, julukan Persib, sebagai juara bertahan, punya kans paling besar. Performa tim asuhan Bojan Hodak ini juga konsisten. Sejauh ini nirkalah dalam 13 laga beruntun.
Terbaru, Persib mencuri satu poin lewat skor 1-1 dengan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda. Main tandang sama sekali tak membuat Beckham Putra dan kawan-kawan kehilangan pijakan.
Pada saat yang sama Persija mulai limbung. Tim asuhan Mauricio Souza ini ditahan Dewa United di Jakarta International Stadium (JIS), setelah pekan sebelumnya juga diimbangi Borneo.
Dua laga kandang yang harusnya berbuah poin maksimal malah berujung dua poin. Situasi ini membuat Macan Kemayoran tertinggal enam poin dari sang pemuncak klasemen sementara.
Dengan sembilan pertandingan tersisa musim ini, Persib, Borneo, dan Persija akan menjalani mega-mega duel. Setiap pertandingan adalah final. Kalah sama dengan membuang kans juara.
Sembilan lawan Persib dalam sisa kompetisi musim ini adalah Semen Padang, Bali United, Dewa United, Arema FC, Bhayangkara FC, PSIM, Persija, dan PSM Makassar dan Persijap Jepara.
Adapaun sembilan lawan Borneo FC berikutnya adalah Madura United, PSBS Biak, PSM, Semen Padang, Persik, Persita, Bali United, Persijap, dan Malut United.
Sementara sembilan lawan yang akan dihadapi Persija dalam sisa musim ini adalah Bhayangkara FC, Persebaya, PBS, PSIM, Persis, Persijap, Persib, Persik, dan Semen Padang.
Dari sini terlihat bahwa lawan-lawan Persib, Borneo, dan Persija sama beratnya. Bahkan, melawan tim papan bawah tak mudah, sebab mereka sedang berjuang lepas dari zona degradasi.
Baca lanjutan analisis ini di halaman berikutnya >>>
DNA atau genetika juara bukan milik mereka yang pernah mengangkat piala atau berdiri di podium tertinggi. DNA pemenang milik pejuang.
Darah juang inilah yang kiranya akan menentukan siapa yang bakal menjuarai Super League 2025/2026. Tim yang paling solid dan konsisten akan meraih takhta Liga Indonesia.
Persib, jelas saja di atas angin. Selain komposisi yang memang dalam, dari inti hingga cadangan, tim berjulukan Pangeran Biru ini juga konsisten. Daya juangnya di atas rata-rata di setiap laga.
Borneo, punya komposisi pemain yang juga berkualitas. Itu mengapa tim binaan Nabil Husein ini berada di papan atas sejak awal musim. Borneo tidak pernah keluar dari lima besar.
Masalahnya, Borneo punya stigma hanya panas di awal musim. Begitu memasuki akhir-akhir kompetisi, ini tercermin pada musim-musim sebelumnya, selalu masuk angin. Borneo bukan pejuang juara.
Fabio Lefundes membantah timnya bertipikal demikian. Ia akan membuktikannya pada musim ini. Bisakah Borneo FC menepis anggapan miring publik? Yang pasti, persepsi sudah terbentuk.
Satu-satunya jalan Borneo mematahkan argumen pecinta sepak bola Indonesia sebagai tim kerupuk, yang masuk angin seiring bertambahnya usia kompetisi, ya musim ini juara.
Persija, akan dominan bertarung dengan egonya sendiri. Tim asuhan Mauricio Souza ini berpotensi, tetapi selalu punya masalah dalam setiap episodenya. Pertarungan ego menguasai.
Jika tidak bisa mengatasi disparitas ini dalam sembilan laga tersisa, asa juara hanya tinggal sisa-sisa. Bahkan, tiket tampil dalam AFC Challenge League bisa terbuang begitu saja.
Lantas, DNA juara milik siapa, Persib, Borneo FC, atau Persija? Sejauh ini ketiganya punya DNA juara, tetapi bukan itu penentunya. Mentalitas juaralah yang akan menentukan.
Persib boleh saja back to back champions, Borneo FC berburu bonus melimpah akhir musim, dan Persija mirip anak manja, tetapi sang juara pastinya yang paling siap menderita.
Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta masih bersaing ketat dalam perburuan gelar juara Super League 2025/2026. Siapa naik takhta?
Saat ini Persib memuncaki klasemen sementara dengan 58 poin, disusul Borneo dengan 54 poin, dan Persija dengan 52 poin. Ketiga tim inilah yang berpotensi meraih gelar juara liga.
Maung Bandung, julukan Persib, sebagai juara bertahan, punya kans paling besar. Performa tim asuhan Bojan Hodak ini juga konsisten. Sejauh ini nirkalah dalam 13 laga beruntun.
Terbaru, Persib mencuri satu poin lewat skor 1-1 dengan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda. Main tandang sama sekali tak membuat Beckham Putra dan kawan-kawan kehilangan pijakan.
Pada saat yang sama Persija mulai limbung. Tim asuhan Mauricio Souza ini ditahan Dewa United di Jakarta International Stadium (JIS), setelah pekan sebelumnya juga diimbangi Borneo.
Dua laga kandang yang harusnya berbuah poin maksimal malah berujung dua poin. Situasi ini membuat Macan Kemayoran tertinggal enam poin dari sang pemuncak klasemen sementara.
Dengan sembilan pertandingan tersisa musim ini, Persib, Borneo, dan Persija akan menjalani mega-mega duel. Setiap pertandingan adalah final. Kalah sama dengan membuang kans juara.
Sembilan lawan Persib dalam sisa kompetisi musim ini adalah Semen Padang, Bali United, Dewa United, Arema FC, Bhayangkara FC, PSIM, Persija, dan PSM Makassar dan Persijap Jepara.
Adapaun sembilan lawan Borneo FC berikutnya adalah Madura United, PSBS Biak, PSM, Semen Padang, Persik, Persita, Bali United, Persijap, dan Malut United.
Sementara sembilan lawan yang akan dihadapi Persija dalam sisa musim ini adalah Bhayangkara FC, Persebaya, PBS, PSIM, Persis, Persijap, Persib, Persik, dan Semen Padang.
Dari sini terlihat bahwa lawan-lawan Persib, Borneo, dan Persija sama beratnya. Bahkan, melawan tim papan bawah tak mudah, sebab mereka sedang berjuang lepas dari zona degradasi.
Baca lanjutan analisis ini di halaman berikutnya >>>
Persija Jakarta dalam dilema performa pada pengujung kompetisi musim ini. (Arsip Persija)
DNA atau genetika juara bukan milik mereka yang pernah mengangkat piala atau berdiri di podium tertinggi. DNA pemenang milik pejuang.
Darah juang inilah yang kiranya akan menentukan siapa yang bakal menjuarai Super League 2025/2026. Tim yang paling solid dan konsisten akan meraih takhta Liga Indonesia.
Persib, jelas saja di atas angin. Selain komposisi yang memang dalam, dari inti hingga cadangan, tim berjulukan Pangeran Biru ini juga konsisten. Daya juangnya di atas rata-rata di setiap laga.
Borneo, punya komposisi pemain yang juga berkualitas. Itu mengapa tim binaan Nabil Husein ini berada di papan atas sejak awal musim. Borneo tidak pernah keluar dari lima besar.
Masalahnya, Borneo punya stigma hanya panas di awal musim. Begitu memasuki akhir-akhir kompetisi, ini tercermin pada musim-musim sebelumnya, selalu masuk angin. Borneo bukan pejuang juara.
Fabio Lefundes membantah timnya bertipikal demikian. Ia akan membuktikannya pada musim ini. Bisakah Borneo FC menepis anggapan miring publik? Yang pasti, persepsi sudah terbentuk.
Satu-satunya jalan Borneo mematahkan argumen pecinta sepak bola Indonesia sebagai tim kerupuk, yang masuk angin seiring bertambahnya usia kompetisi, ya musim ini juara.
Persija, akan dominan bertarung dengan egonya sendiri. Tim asuhan Mauricio Souza ini berpotensi, tetapi selalu punya masalah dalam setiap episodenya. Pertarungan ego menguasai.
Jika tidak bisa mengatasi disparitas ini dalam sembilan laga tersisa, asa juara hanya tinggal sisa-sisa. Bahkan, tiket tampil dalam AFC Challenge League bisa terbuang begitu saja.
Lantas, DNA juara milik siapa, Persib, Borneo FC, atau Persija? Sejauh ini ketiganya punya DNA juara, tetapi bukan itu penentunya. Mentalitas juaralah yang akan menentukan.
Persib boleh saja back to back champions, Borneo FC berburu bonus melimpah akhir musim, dan Persija mirip anak manja, tetapi sang juara pastinya yang paling siap menderita.